Awas fisik rawan kendor
Minggu, 02 Maret 2014 - 20:48 WIB
Awas fisik rawan kendor
A
A
A
Sindonews.com - Setelah menjalani masa sibuk pada Februari, klub-klub komtestan Indonesia Super League (ISL) menghadapi jadwal longgar pada Maret. Tiap klub rata-rata hanya menjalani satu pertandingan, dan bahkan ada yang sama sekali tak bertanding.
Konsekuensinya jelas berpengaruh pada stabilitas stamina pemain yang bisa drop jika tak dibarengi dengan program latihan khusus. Tim yang paling lama beristirahat adalah Persegres Gresik United yang sama sekali tak bertanding selama Maret.
Arema Cronus juga tidak mempunyai jadwal domestik bulan ini, namun mereka masih bertanding di ajang AFC Cup. Tim lain rata-rata hanya mempertandingan satu laga, yakni Persela Lamongan, Persik Kediri, serta Persebaya Surabaya. Hanya Persepam Madura United yang bertanding dua kali.
Persepam bakal menghadapi Persela Lamongan pada 10 Maret mendatang, serta laga tunda kontra Persebaya Surabaya pada 14 Maret. Sedangkan Persela sendiri baru bertarung April nanti setelah menjamu Persepam pada 10 Maret. Tim lain yang hanya menjalani satu laga adalah Persik Kediri.
Persik hanya akan melakoni laga lawan Persijap Jepara pada 10 Maret. Setelah itu skuad Macan Putih bersantai selama sebulan penuh karena baru kembali ke stadion pada 12 April lawan Persija Jakarta. Dengan jadwal seperti itu, para pelatih pun merancang latihan khusus fisik bagi pemainnya.
"Pasti ada program khusus untuk menyiasati longgarnya jadwal. Ini seperti kembali ke masa pra musim. Jadi selain latihan khusus fisik, mungkin perlu adanya ujicoba. Libur sebulan termasuk lama dan tak bisa hanya diisi latihan biasa," jelas Eduard Tjong, Pelatih Persela Lamongan.
Persegres Gresik United menjadi tim yang paling lama beristirahat. Setelah meladeni Barito Putra pada 25 Februari lalu, Laskar Joko Samudro baru kembali bertanding pada 13 April lawan Pelita Bandung Raya. Semula ada satu jadwal Persegres, yakni versus Arema Cronus pada 8 Maret.
Tapi PT Liga Indonesia menunda pertandingan tersebut menjadi 8 Mei karena berdekatan dengan laga Arema Cronus di AFC Cup lawan Hanoi T&T.
"Jadwalnya sangat renggang dan butuh kejelian untuk menjaga kondisi puncak para pemain. Tapi tak masalah, semua tim kondisinya sama," ujar Agus Yuwono, Pelatih Persegres.
Namun ada pula yang memandang jadwal tersebut sebagai berkah. Adalah Persik Kediri yang selama pra musim lalu belum sempat menggarap aspek fisik pemain, bisa menggembleng pasukannya mumpung kompetisi sedang libur. Mereka bisa berharap stamina lebih mapan setelah libur lama.
"Kami sekarang fokus persiapan lawan Persijap. Tim masih libur setelah memghadapi Persita Tangerang dan Senin, 3 Maret. Setelah pertandingan itu rencananya ada latihan khusus fisik yang belum sempat kami siapkan pada pra musim lalu," jelas Aris Budi Sulistyo, Asisten Pelatih Persik.
Bergeser ke Malang, Arema Cronus bulan ini bisa fokus sepenuhnya ke laga AFC Cup kontra Hanoi T&T pada 11 Maret dan Maziya pada 19 Maret. Ditundanya jadwal domestik lawan Persegres membuat Singo Edan leluasa menatap laga di Stadion Kanjuruhan, yang dilanjut away ke markas Maziya di Maladewa.
Konsekuensinya jelas berpengaruh pada stabilitas stamina pemain yang bisa drop jika tak dibarengi dengan program latihan khusus. Tim yang paling lama beristirahat adalah Persegres Gresik United yang sama sekali tak bertanding selama Maret.
Arema Cronus juga tidak mempunyai jadwal domestik bulan ini, namun mereka masih bertanding di ajang AFC Cup. Tim lain rata-rata hanya mempertandingan satu laga, yakni Persela Lamongan, Persik Kediri, serta Persebaya Surabaya. Hanya Persepam Madura United yang bertanding dua kali.
Persepam bakal menghadapi Persela Lamongan pada 10 Maret mendatang, serta laga tunda kontra Persebaya Surabaya pada 14 Maret. Sedangkan Persela sendiri baru bertarung April nanti setelah menjamu Persepam pada 10 Maret. Tim lain yang hanya menjalani satu laga adalah Persik Kediri.
Persik hanya akan melakoni laga lawan Persijap Jepara pada 10 Maret. Setelah itu skuad Macan Putih bersantai selama sebulan penuh karena baru kembali ke stadion pada 12 April lawan Persija Jakarta. Dengan jadwal seperti itu, para pelatih pun merancang latihan khusus fisik bagi pemainnya.
"Pasti ada program khusus untuk menyiasati longgarnya jadwal. Ini seperti kembali ke masa pra musim. Jadi selain latihan khusus fisik, mungkin perlu adanya ujicoba. Libur sebulan termasuk lama dan tak bisa hanya diisi latihan biasa," jelas Eduard Tjong, Pelatih Persela Lamongan.
Persegres Gresik United menjadi tim yang paling lama beristirahat. Setelah meladeni Barito Putra pada 25 Februari lalu, Laskar Joko Samudro baru kembali bertanding pada 13 April lawan Pelita Bandung Raya. Semula ada satu jadwal Persegres, yakni versus Arema Cronus pada 8 Maret.
Tapi PT Liga Indonesia menunda pertandingan tersebut menjadi 8 Mei karena berdekatan dengan laga Arema Cronus di AFC Cup lawan Hanoi T&T.
"Jadwalnya sangat renggang dan butuh kejelian untuk menjaga kondisi puncak para pemain. Tapi tak masalah, semua tim kondisinya sama," ujar Agus Yuwono, Pelatih Persegres.
Namun ada pula yang memandang jadwal tersebut sebagai berkah. Adalah Persik Kediri yang selama pra musim lalu belum sempat menggarap aspek fisik pemain, bisa menggembleng pasukannya mumpung kompetisi sedang libur. Mereka bisa berharap stamina lebih mapan setelah libur lama.
"Kami sekarang fokus persiapan lawan Persijap. Tim masih libur setelah memghadapi Persita Tangerang dan Senin, 3 Maret. Setelah pertandingan itu rencananya ada latihan khusus fisik yang belum sempat kami siapkan pada pra musim lalu," jelas Aris Budi Sulistyo, Asisten Pelatih Persik.
Bergeser ke Malang, Arema Cronus bulan ini bisa fokus sepenuhnya ke laga AFC Cup kontra Hanoi T&T pada 11 Maret dan Maziya pada 19 Maret. Ditundanya jadwal domestik lawan Persegres membuat Singo Edan leluasa menatap laga di Stadion Kanjuruhan, yang dilanjut away ke markas Maziya di Maladewa.
(wbs)