Persela di atas angin
Jum'at, 07 Maret 2014 - 17:39 WIB
Persela di atas angin
A
A
A
Sindonews.com - Belum mencatat konsistensi meyakinkan tak membuat Persela Lamongan kalah pamor dibanding calon seterunya, Persepam Madura United. Dari berbagai aspek, hingga saat ini Persela lebih superior jelang duel derby Jatim di Stadion Surajaya, Senin (10/3).
Persela mungkin kalah posisi di papan klasemen akhir Indonesia Super League (ISL) 2012-2013 lalu. Tapi di atas rumput stadion, statistik menunjukkan Laskar Joko Tingkir lebih unggul dan pantas ditempatkan sebagai favorit peraih tripoin di laga mendatang.
Faktor pertama adalah rekor pertemuan Persela dan Persepam dalam setahun terakhir. Tiga kali bertemu, Persela memenangkan dua laga yakni skor 4-0 saat mengawali ISL 2012-2013 di Stadion Surajaya, serta 2-0 di ajang Inter Island Cup 2014 pads Januari kemarin.
Persela hanya kalah tipis 1-0 di laga penutup ISL 2012-2013 yang digelar di Stadion Ahmad Yani. Saat itu Persepam menang lewat sebiji gol Rossy Noprihanis yang sekaligus memastikan posisi Persepam di 10 besar klasemen akhir, melampaui Persela dua strip di bawahnya.
Faktor kedua adalah rekor kandang Persela musim ini. Di dua pertandingan, Roman Golian dkk selalu mencetak tiga gol. Lawannya pun tak main-main, yakni Persebaya Surabaya dan PSM Makassar. Jelas konfidensi anak-anak Kota Soto tak bisa diabaikan.
Jika mampu meneruskan rekor produktivitas seperti itu, maka Persepam harus berjuang ekstra keras dan malah bisa menghadapi ancaman serius. Rekor selalu mencetak gol di luar kandang bakal tak berarti jika tuan rumah bermain dengan mood terbaiknya.
Ketiga dan tak kalah penting adalah peran pemain asing. Hanya memiliki tiga pemain impor, kekuatan Persela sudah relatif seimbang. Rating bermain ketiga pemain asing tim biru langit sedikit lebih baik dibanding empat legiun impor yang dimiliki Persepam Madura United.
Roman Golian, Serdjan Lopicic dan Addison Alves langsung menjadi kekuatan mutlak di Stadion Surajaya. Sedangkan empat asing milik Persepam, hanya Silvio Escobar yang terlihat sudah menjanjikan. Tiga lainnya, Alain N'Kong, Jose Jara dan Abboubakar Sillah belum impresif.
Aspek lain mungkin adalah dukungan LA Mania, supporter Persela, di tribun Surajaya, serta kemauan pemilik kandang untuk meneruskan rekor sempurna di rumah sendiri. Dari aspek teknis atau strategi, pelatih Eduard Tjong dan Daniel Roekito punya karakter masing-masing.
Lantas, apakah aspek-apek itu bakal berpengaruh? Jawabannya tentu ada di pertandingan Senin (10/3). Yang jelas, walau memiliki sejumlah keunggulan, kubu tuan rumah tidak mau sesumbar. Pelatih Persela Eduard Tjong meminta timnya tidak merasa menang sebelum tiga angka benar-benar di tangan.
"Tugas kami adalah meneruskan apa yang telah dilakukan di pertandingan sebelumnya. Semua ditentukan di lapangan, sejauh mana pemain bisa fokus dan bermain dengan potensi terbaik. Persela memiliki peluang lebih besar untuk menang dan itu tergantung kami sendiri bagaimana memanfaatkannya," terang Eduard Tjong, Jumat (7/3).
Dari sisi persiapan, dirinya merasa tim sudah sangat siap menyambut pertandingan derby tersebut. Tanpa persoalan cedera atau skorsing kartu, pelatih bersapa Edu optimistis bisa menjadikan Surajaya sebagai ladang angka.
Persela mungkin kalah posisi di papan klasemen akhir Indonesia Super League (ISL) 2012-2013 lalu. Tapi di atas rumput stadion, statistik menunjukkan Laskar Joko Tingkir lebih unggul dan pantas ditempatkan sebagai favorit peraih tripoin di laga mendatang.
Faktor pertama adalah rekor pertemuan Persela dan Persepam dalam setahun terakhir. Tiga kali bertemu, Persela memenangkan dua laga yakni skor 4-0 saat mengawali ISL 2012-2013 di Stadion Surajaya, serta 2-0 di ajang Inter Island Cup 2014 pads Januari kemarin.
Persela hanya kalah tipis 1-0 di laga penutup ISL 2012-2013 yang digelar di Stadion Ahmad Yani. Saat itu Persepam menang lewat sebiji gol Rossy Noprihanis yang sekaligus memastikan posisi Persepam di 10 besar klasemen akhir, melampaui Persela dua strip di bawahnya.
Faktor kedua adalah rekor kandang Persela musim ini. Di dua pertandingan, Roman Golian dkk selalu mencetak tiga gol. Lawannya pun tak main-main, yakni Persebaya Surabaya dan PSM Makassar. Jelas konfidensi anak-anak Kota Soto tak bisa diabaikan.
Jika mampu meneruskan rekor produktivitas seperti itu, maka Persepam harus berjuang ekstra keras dan malah bisa menghadapi ancaman serius. Rekor selalu mencetak gol di luar kandang bakal tak berarti jika tuan rumah bermain dengan mood terbaiknya.
Ketiga dan tak kalah penting adalah peran pemain asing. Hanya memiliki tiga pemain impor, kekuatan Persela sudah relatif seimbang. Rating bermain ketiga pemain asing tim biru langit sedikit lebih baik dibanding empat legiun impor yang dimiliki Persepam Madura United.
Roman Golian, Serdjan Lopicic dan Addison Alves langsung menjadi kekuatan mutlak di Stadion Surajaya. Sedangkan empat asing milik Persepam, hanya Silvio Escobar yang terlihat sudah menjanjikan. Tiga lainnya, Alain N'Kong, Jose Jara dan Abboubakar Sillah belum impresif.
Aspek lain mungkin adalah dukungan LA Mania, supporter Persela, di tribun Surajaya, serta kemauan pemilik kandang untuk meneruskan rekor sempurna di rumah sendiri. Dari aspek teknis atau strategi, pelatih Eduard Tjong dan Daniel Roekito punya karakter masing-masing.
Lantas, apakah aspek-apek itu bakal berpengaruh? Jawabannya tentu ada di pertandingan Senin (10/3). Yang jelas, walau memiliki sejumlah keunggulan, kubu tuan rumah tidak mau sesumbar. Pelatih Persela Eduard Tjong meminta timnya tidak merasa menang sebelum tiga angka benar-benar di tangan.
"Tugas kami adalah meneruskan apa yang telah dilakukan di pertandingan sebelumnya. Semua ditentukan di lapangan, sejauh mana pemain bisa fokus dan bermain dengan potensi terbaik. Persela memiliki peluang lebih besar untuk menang dan itu tergantung kami sendiri bagaimana memanfaatkannya," terang Eduard Tjong, Jumat (7/3).
Dari sisi persiapan, dirinya merasa tim sudah sangat siap menyambut pertandingan derby tersebut. Tanpa persoalan cedera atau skorsing kartu, pelatih bersapa Edu optimistis bisa menjadikan Surajaya sebagai ladang angka.
(wbs)