Rekor putus di laga ke-30 bukan antiklimaks Arema
Rabu, 12 Maret 2014 - 15:45 WIB
Rekor putus di laga ke-30 bukan antiklimaks Arema
A
A
A
Sindonews.com - Arema Cronus takluk di laga ke-30 setelah tidak tersentuh kekalahan hingga laga ke-29. Adalah klub Vietnam, Hanoi T&T yang menghentikan rekor tim berjuluk Singo Edan di Stadion Kanjuruhan, Selasa (11/3). Walau begitu, kekalahan ini tak sampai menjadi pukulan bagi Arema.
Justru Arema menyatakan kekalahan ini sudah saatnya dirasakan Christian Gonzales dkk. Pelatih Arema Suharno menyatakan timnya bisa banyak mengambil pelajaran dan tidak larut dalam kekecewaan yang berlebih walau kalah di kandang sendiri.
"Tak ada alasan untuk kecewa secara berlebihan. Kekalahan ini sudah waktunya, karena Hanoi T&T kualitasnya bagus. Bagi saya kekalahan ini justru penting karena menjadikan tim lebih mawas diri ke depannya," ujar Suharno, Rabu (12/3).
Pelatih asal Klaten, Jawa Tengah, mengakui tidak ada alasan sama sekali untuk runtuh mental dengan kekalahan tersebut. Tim sudah memberikan kemampuan terbaik di lapangan, namun nyatanya lawan tetap bisa mencetak gol lebih banyak.
Suharno juga menampik tim mengalami antiklimaks setelah sekian lama tidak pernah merasakan kekalahan. "Bukan. Ini bukan antiklimaks. Tim bisa dikatakan antiklimaks jika penurunan drastis dalam permainan. Nyatanya kami tidak," tegasnya.
Karena dianggap kekalahan yang wajar, pelatih pun berharap tim bisa memberikan respons di laga berikutnya. Laga berikutnya juga tidak ringan, sebab Singo Edan harus terbang ke Maladewa guna menantang Maziya pada 19 Maret mendatang.
Arema tetap membawa optimisme tinggi walau AFC Cup terbukti kurang bersahabat bagi mereka."Kami tetap fokus mendapat hasil maksimal. Tim sepakat tidak menjadikan kekalahan itu sebagai kelemahan, namun justru menjadi kekuatan untuk lebih baik," tandas Suharno.
Untuk sementara Arema Cronus melorot ke posisi tiga klasemen, karena tergeser Selangor FA. Pada saat yang sama, wakil Malaysia tersebut ditahan imbang 1-1 oleh Maziya di kandangnya. Sedangkan Hanoi T&T tetap kokoh di puncak dengan enam poin.
Kapten Arema Cronous Ahmad Bustomi juga menilai dia dan rekan-rekannya mendapatkan lawan bagus di Stadion Kanjuruhan. Melihat proses pertandingan, dia masih yakin Arema memiliki kans untuk lolos dari fase grup walau bakal tidak mudah.
"Kami sudah memperkirakan level di AFC Cup lebih tinggi dibanding ISL. Tentu butuh perjuangan keras untuk menjaga peluang lolos ke fase berikutnya. Saya tetap yakin Arema memiliki kemampuan untuk melakukan itu," ucap eks pemain Persema Malang ini.
Memang masih ada empat laga lagi yang harus dilakoni di fase grup dan semua hal masih mungkin terjadi. Jika Hanoi T&T terus menunjukkan dominasinya di Grup F, maka bakal terjadi persaingan ketat antara Arema, Selangor FA dan Maziya.
Dengan dua tim yang lolos, maka kemungkinan tiga tim tersebut bakal berebut posisi runner up grup. Dengan level setara, persaingan bakal sangat menarik.Kecuali jika ada kejutan yang membuat Hanoi tersengal-sengal di laga berikutnya.
Klasemen Sementara Grup F:
Hanoi T&T 2 2 0 0 8-2 6
Selangor FA 2 0 2 0 2-2 2
Arema C 2 0 1 1 2-4 1
Maziya 2 0 1 1 2-6 1
Justru Arema menyatakan kekalahan ini sudah saatnya dirasakan Christian Gonzales dkk. Pelatih Arema Suharno menyatakan timnya bisa banyak mengambil pelajaran dan tidak larut dalam kekecewaan yang berlebih walau kalah di kandang sendiri.
"Tak ada alasan untuk kecewa secara berlebihan. Kekalahan ini sudah waktunya, karena Hanoi T&T kualitasnya bagus. Bagi saya kekalahan ini justru penting karena menjadikan tim lebih mawas diri ke depannya," ujar Suharno, Rabu (12/3).
Pelatih asal Klaten, Jawa Tengah, mengakui tidak ada alasan sama sekali untuk runtuh mental dengan kekalahan tersebut. Tim sudah memberikan kemampuan terbaik di lapangan, namun nyatanya lawan tetap bisa mencetak gol lebih banyak.
Suharno juga menampik tim mengalami antiklimaks setelah sekian lama tidak pernah merasakan kekalahan. "Bukan. Ini bukan antiklimaks. Tim bisa dikatakan antiklimaks jika penurunan drastis dalam permainan. Nyatanya kami tidak," tegasnya.
Karena dianggap kekalahan yang wajar, pelatih pun berharap tim bisa memberikan respons di laga berikutnya. Laga berikutnya juga tidak ringan, sebab Singo Edan harus terbang ke Maladewa guna menantang Maziya pada 19 Maret mendatang.
Arema tetap membawa optimisme tinggi walau AFC Cup terbukti kurang bersahabat bagi mereka."Kami tetap fokus mendapat hasil maksimal. Tim sepakat tidak menjadikan kekalahan itu sebagai kelemahan, namun justru menjadi kekuatan untuk lebih baik," tandas Suharno.
Untuk sementara Arema Cronus melorot ke posisi tiga klasemen, karena tergeser Selangor FA. Pada saat yang sama, wakil Malaysia tersebut ditahan imbang 1-1 oleh Maziya di kandangnya. Sedangkan Hanoi T&T tetap kokoh di puncak dengan enam poin.
Kapten Arema Cronous Ahmad Bustomi juga menilai dia dan rekan-rekannya mendapatkan lawan bagus di Stadion Kanjuruhan. Melihat proses pertandingan, dia masih yakin Arema memiliki kans untuk lolos dari fase grup walau bakal tidak mudah.
"Kami sudah memperkirakan level di AFC Cup lebih tinggi dibanding ISL. Tentu butuh perjuangan keras untuk menjaga peluang lolos ke fase berikutnya. Saya tetap yakin Arema memiliki kemampuan untuk melakukan itu," ucap eks pemain Persema Malang ini.
Memang masih ada empat laga lagi yang harus dilakoni di fase grup dan semua hal masih mungkin terjadi. Jika Hanoi T&T terus menunjukkan dominasinya di Grup F, maka bakal terjadi persaingan ketat antara Arema, Selangor FA dan Maziya.
Dengan dua tim yang lolos, maka kemungkinan tiga tim tersebut bakal berebut posisi runner up grup. Dengan level setara, persaingan bakal sangat menarik.Kecuali jika ada kejutan yang membuat Hanoi tersengal-sengal di laga berikutnya.
Klasemen Sementara Grup F:
Hanoi T&T 2 2 0 0 8-2 6
Selangor FA 2 0 2 0 2-2 2
Arema C 2 0 1 1 2-4 1
Maziya 2 0 1 1 2-6 1
(aww)