Gustavo pulih, Arema buru poin di Maladewa
Kamis, 13 Maret 2014 - 14:18 WIB
Gustavo pulih, Arema buru poin di Maladewa
A
A
A
Sindonews.com - Arema Cronous masih belum percaya rekor kemenangan mereka terhenti di kandang sendiri saat kalah dari Hanoi T&T. Kekalahan 1-3 memang mengejutkan karena Arema tak pernah kalah lawan tim Eropa, Amerika, hingga Australia, selama pra musim lalu.
Kehilangan tiga angka di Stadion Kanjuruhan dirasa terlalu banyak bagi tim berjuluk Singo Edan. Mereka pun menjadikan laga kontra Maziya di Maladewa pada 19 Maret nanti untuk mencari angka pengganti agar kans lolos dari fase grup bisa terus terjaga.
Ya, Arema menyatakan siap membawa pulang angka menghadapi tim yang sementara menempati juru kunci klasemen Grup F tersebut. Apalagi kekuatan bakal berangsur komplet dengan pulihnya playmaker Gustavo Lopez yang absen beberapa pekan karena cedera.
Pemain asal Argentina tersebut dibutuhkan demi menambah kreativitas di lapangan tengah. Dalam dua laga AFC Cup kontra Selangor FA dan Hanoi T&T, Ahmad Bustomi bekerja terlalu berat karena tidak ada sosok Gustavo di sampingnya.
Pelatih Arema Cronous Suharno juga mengakui keberadaan Gustavo sangat dibutuhkan untuk mempersolid lapangan tengah. Dia berencana menurunkan eks pemain Persela Lamongan itu di Maladewa jika kondisinya terus membaik dan mencapai level sempurna.
"Gustavo sudah latihan normal. Kelihatannya sudah tidak mengeluh sakit lagi. Pertandingan masih seminggu lagi dan kemungkinannya besar dia bisa dimainkan. Kami butuh sosok alternatif di lini tengah dan tidak hanya berharap pada Ahmad Bustomi," tutur Suharno, Kamis (13/3).
Diakui Suharno, dirinya masih terlalu berisiko menurunkan Gustavo Lopez di laga lawan Hanoi T&T karena belum 100% fit. Dia khawatir cedera pemain berusia 28 tahun itu kambuh seperti kala diturunkan lawan Barito Putra, Februari silam.
Suharno juga memandang penting memperoleh angka di kandang Maziya mengingat timnya baru memiliki satu angka. Soal kekuatan calon lawan, dia memperkirakan berada satu level dengan Arema sehingga memungkinkan untuk mencuri angka.
"Saya masih pelajari dulu bagaimana kekuatan Maziya. Mereka terlihat biasa dan tidak sebagus Hanoi. Tapi bukan berarti mereka lemah, karena bagaimana pun pertandingan di AFC Cup bisa sangat di luar dugaan," terang pelatih yang hampir selalu mengenakan topi ini.
Peluang mendapatkan angka di National Stadium, kandang Maziya, memang lebih masuk akal. Sebab, Singo Edan menyisakan dua laga tandang dan salah satunya menghadapi Hanoi T&T yang terbukti perkasa saat bermain di Stadion Kanjuruhan.
Kehilangan tiga angka di Stadion Kanjuruhan dirasa terlalu banyak bagi tim berjuluk Singo Edan. Mereka pun menjadikan laga kontra Maziya di Maladewa pada 19 Maret nanti untuk mencari angka pengganti agar kans lolos dari fase grup bisa terus terjaga.
Ya, Arema menyatakan siap membawa pulang angka menghadapi tim yang sementara menempati juru kunci klasemen Grup F tersebut. Apalagi kekuatan bakal berangsur komplet dengan pulihnya playmaker Gustavo Lopez yang absen beberapa pekan karena cedera.
Pemain asal Argentina tersebut dibutuhkan demi menambah kreativitas di lapangan tengah. Dalam dua laga AFC Cup kontra Selangor FA dan Hanoi T&T, Ahmad Bustomi bekerja terlalu berat karena tidak ada sosok Gustavo di sampingnya.
Pelatih Arema Cronous Suharno juga mengakui keberadaan Gustavo sangat dibutuhkan untuk mempersolid lapangan tengah. Dia berencana menurunkan eks pemain Persela Lamongan itu di Maladewa jika kondisinya terus membaik dan mencapai level sempurna.
"Gustavo sudah latihan normal. Kelihatannya sudah tidak mengeluh sakit lagi. Pertandingan masih seminggu lagi dan kemungkinannya besar dia bisa dimainkan. Kami butuh sosok alternatif di lini tengah dan tidak hanya berharap pada Ahmad Bustomi," tutur Suharno, Kamis (13/3).
Diakui Suharno, dirinya masih terlalu berisiko menurunkan Gustavo Lopez di laga lawan Hanoi T&T karena belum 100% fit. Dia khawatir cedera pemain berusia 28 tahun itu kambuh seperti kala diturunkan lawan Barito Putra, Februari silam.
Suharno juga memandang penting memperoleh angka di kandang Maziya mengingat timnya baru memiliki satu angka. Soal kekuatan calon lawan, dia memperkirakan berada satu level dengan Arema sehingga memungkinkan untuk mencuri angka.
"Saya masih pelajari dulu bagaimana kekuatan Maziya. Mereka terlihat biasa dan tidak sebagus Hanoi. Tapi bukan berarti mereka lemah, karena bagaimana pun pertandingan di AFC Cup bisa sangat di luar dugaan," terang pelatih yang hampir selalu mengenakan topi ini.
Peluang mendapatkan angka di National Stadium, kandang Maziya, memang lebih masuk akal. Sebab, Singo Edan menyisakan dua laga tandang dan salah satunya menghadapi Hanoi T&T yang terbukti perkasa saat bermain di Stadion Kanjuruhan.
(aww)