Red Bull bersikeras sensor bakar bakar FIA rusak
Senin, 17 Maret 2014 - 19:24 WIB
Red Bull bersikeras sensor bakar bakar FIA rusak
A
A
A
Sindonews.com - Bos Red Bull, Christian Horner bersikeras timnya tidak bersalah atas tuduhan yang kecurangan yang dilakukan Daniel Ricciardo pada Grand Prix, Australia, akhir pekan kemarin. Seperti diketahui posisi kedua Ricciardo dianulir setelah pembalap asal Australia itu dituding telah memakai bahan bakar melebihi jumlah maksimum.
Sementara itu Christian mengatakan justru sensor FIA yang mengalami kerusakan sehingga membuat Red Bull menggunakan sensor sendiri. "Sensor yang disediakan oleh FIA untuk mengukur bahan bakar terbukti bermasalah sejak diperkenalkan saat uji coba pra musim," terang Horner seperti dilansir Autosport, Senin (17/3).
Posisi Daniel Ricciardo digagalkan oleh official Formula Satu setelah tim keamanan menemukan mobil Red Bull menggunakan lebih dari 100 kilogram bahan bakar. "Ada sedikit perbedaan sehingga kami memiliki sensor bahan bakar sendiri, saya yakin yang mereka gunakan memiliki kesalahan," sambungnya.
"Berdasarkan perhitungan kami tidak ada yang salah dalan perhitungan bahan bakar yang kami gunakan. Kami percaya dengan yang kami gunakan dan sepenuhnya tidak menyalahi aturan," tandasnya.
Sementara itu Christian mengatakan justru sensor FIA yang mengalami kerusakan sehingga membuat Red Bull menggunakan sensor sendiri. "Sensor yang disediakan oleh FIA untuk mengukur bahan bakar terbukti bermasalah sejak diperkenalkan saat uji coba pra musim," terang Horner seperti dilansir Autosport, Senin (17/3).
Posisi Daniel Ricciardo digagalkan oleh official Formula Satu setelah tim keamanan menemukan mobil Red Bull menggunakan lebih dari 100 kilogram bahan bakar. "Ada sedikit perbedaan sehingga kami memiliki sensor bahan bakar sendiri, saya yakin yang mereka gunakan memiliki kesalahan," sambungnya.
"Berdasarkan perhitungan kami tidak ada yang salah dalan perhitungan bahan bakar yang kami gunakan. Kami percaya dengan yang kami gunakan dan sepenuhnya tidak menyalahi aturan," tandasnya.
(akr)