Red Bull disanksi, Mercedes dan Ferrari dukung FIA
Selasa, 18 Maret 2014 - 11:01 WIB
Red Bull disanksi, Mercedes dan Ferrari dukung FIA
A
A
A
Sindonews.com – Perdebatan mengenai peraturan baru Formula Satu dinilai beragam setelah pekan pertama kemarin. Pembalap tim Red Bull, Daniel Ricciardo yang didiskualifikasi karena melanggar aturan bahan bakar didukung tim Mercedes dan Ferrari karena menilai langkah yang diambil FIA (Federation International Automobile) sudah tepat.
Pembalap asal Australia itu dianggap melebihi kapasitas bahan bakar yang diizinkan untuk balapan. Hal itu membuat podium juara dua yang sudah ditangan dianggap tidak sah sehingga kemenangannya dibatalkan. Red Bull sempat protes kepada FIA selaku pemegang otoritas tertinggi, namun hal tesebut ditanggapi berbeda oleh pesaingnya Mercedes dan Ferrari.
Mercedes yang menempatkan ketiga pembalapnya menempati podium setelah Riciardo didiskualifikasi menilai bahwa langkah FIA tepat. Tim berlogo segitiga perak itu mengatakan akan mendukung FIA untuk kontrol bahan bakar selama kompetisi. Hal senada juga dilontarkan oleh kepal tim Ferrari yang mengatakan akan mendukung semua hal yang menjadi kebijakan FIA.
"flow meter (sensor) bahan bakar adalah sistem FIA dan ini perlu diintegrasikan dalam setiap mobil di mana tim harusnya mendukung FIA dan sebaliknya. FIA jelas akan mengontrol aliran bahan bakar dan memeriksa semua tim, dan itu adalah proses adaptasi dari peraturan baru musim ini," ungkap direktur eksekutif Mercedes, Toto Wolff.
"Kita harus mengetahui fakta bahwa itu (alat sensor bahan bakar) adalah sesuatu yang dikelola dengan baik oleh FIA. Kami tahu FIA akan melakukan pekerjaan mereka dan saya yakin tidak akan ada masalah sama sekali kepada setiap tim,’’ ungkap kepala tim Ferrari Stefano Domenicali.,"
Sebelumnya kepala tim Red Bull, Christian Horner bersikeras bahwa alat sensor yang dikeluarkan FIA rusak dan tak bisa digunakan sehingga Red bull mengunakan alat sensor sendiri. Akibat hal tersebut, tim berlogo banteng pun dikenakan sanksi dengan diskualifikasinya Ricciardo.
Pembalap asal Australia itu dianggap melebihi kapasitas bahan bakar yang diizinkan untuk balapan. Hal itu membuat podium juara dua yang sudah ditangan dianggap tidak sah sehingga kemenangannya dibatalkan. Red Bull sempat protes kepada FIA selaku pemegang otoritas tertinggi, namun hal tesebut ditanggapi berbeda oleh pesaingnya Mercedes dan Ferrari.
Mercedes yang menempatkan ketiga pembalapnya menempati podium setelah Riciardo didiskualifikasi menilai bahwa langkah FIA tepat. Tim berlogo segitiga perak itu mengatakan akan mendukung FIA untuk kontrol bahan bakar selama kompetisi. Hal senada juga dilontarkan oleh kepal tim Ferrari yang mengatakan akan mendukung semua hal yang menjadi kebijakan FIA.
"flow meter (sensor) bahan bakar adalah sistem FIA dan ini perlu diintegrasikan dalam setiap mobil di mana tim harusnya mendukung FIA dan sebaliknya. FIA jelas akan mengontrol aliran bahan bakar dan memeriksa semua tim, dan itu adalah proses adaptasi dari peraturan baru musim ini," ungkap direktur eksekutif Mercedes, Toto Wolff.
"Kita harus mengetahui fakta bahwa itu (alat sensor bahan bakar) adalah sesuatu yang dikelola dengan baik oleh FIA. Kami tahu FIA akan melakukan pekerjaan mereka dan saya yakin tidak akan ada masalah sama sekali kepada setiap tim,’’ ungkap kepala tim Ferrari Stefano Domenicali.,"
Sebelumnya kepala tim Red Bull, Christian Horner bersikeras bahwa alat sensor yang dikeluarkan FIA rusak dan tak bisa digunakan sehingga Red bull mengunakan alat sensor sendiri. Akibat hal tersebut, tim berlogo banteng pun dikenakan sanksi dengan diskualifikasinya Ricciardo.
(dka)