Optimisme poin di kandang musuh
Rabu, 19 Maret 2014 - 10:32 WIB
Optimisme poin di kandang musuh
A
A
A
Sindonews.com - Arema Cronus berfokus meraih poin saat menantang Maziya S&RC dalam laga krusial AFC Cup Grup F, Rabu (19/3). Singo Edan all-out demi meraih angka absolut saat berseteru di National Stadium, Maladewa.
Skuad Arema berkesempatan menikmati pantai tropis di selatan Benua Asia tersebut. Namun perburuan angka menjadi target mutlak yang tak bisa ditawar. Tim berjuluk Singo Edan sadar, kehilangan angka lagi bakal semakin mempersulit posisi.
Walau berstatus tim tamu, Arema tetap memiliki kans untuk mendapatkan angka. Bahkan tiga angka bukan sebuah misi mustahil jika Singo Edan bisa bermain dengan potensi terbaik. Pengalaman Selangor FA yang menahan imbang Maziya di kandangnya mungkin bisa menjadi inspirasi.
Selangor FA malah sempat nyaris menang jika saja kipernya tak diusir wasit dan bermain dengan 10 orang. Pelatih Arema Suharno juga telah mempelajari dua rekaman pertandingan terakhir Maziya, yakni kala diremukkan Hanoi T&T dengan skor 5-1 dan tertahan Selangor FA 1-1.
"Arema tidak akan takut dengan siapa pun, termasuk Maziya. Kami sudah mempelajari rekaman pertandingan mereka dan menyiapkan segalanya dengan baik untuk pertandingan nanti. Saya yakin
Arema bisa (mendapat angka)," tutur Suharno, Selasa (18/3).
Tim pujaan Aremania tak mengalami masalah apa pun selama di Maladewa. Semua pemain dalam kondisi fit, termasuk Gustavo Lopez yang sudah melewatkan dua laga AFC Cup karena cedera. Pemain Argentina ini kemungkinan besar langsung menjadi starter.
Soal strategi, hingga sehari sebelum laga Suharno belum mengulas panjang lebar. Dia hanya memberikan gambaran bahwa timnya bakal menerapkan pressure ketat ke tuan rumah. Dia tidak ingin pemain lawan bebas bergerak atau membawa bola di wilayah pertahanan Arema.
"Aspek pertama adalah bermain sedisiplin mungkin. Maziya tentunya tak ingin kehilangan angka lagi di kandang. Soal bagaimana kami menyerang, tentunya sudah banyak yang paham," jelas Suharno.
Dari situ jelas Singo Edan tak mau tuan rumah leluasa mengembangkan permainan. Pola serangan Arema tampaknya sudah bisa ditebak. Penetrasi sayap via Beto Goncalves dan Samsul Arif bakal melengkapi keberadaan Christian Gonzales sebagai target man. Itu bisa dikombinasikan serangan tengah lewat kaki Gustavo Lopez yang lihai mengirim umpan presisi.
Gustavo Lopez bakal dilindungi dua pemain jangkar, yakni Ahmad Bustomi dan Gede Sukadana atau Juan Revi. Keberadaan Gustavo tentunya sedikit mengubah fungsi Ahmad Bustomi yang selama ini lebih sebagai playmaker ketika Gustavo absen. Dia bakal lebih dalam atau membantu bertahan.
Lini pertahanan yang dibolongi tiga gol oleh Hanoi T&T, mungkin sedikit mengalami rekayasa. Duet Victor Igbonefo dan Thierry Gathuessy mungkin perlu dicoba, dengan dua bek sayap Benny Wahyudi dan Johan Alfarizi. Sebelumnya Victor bersama Purwaka Yudi di posisi centreback kurang meyakinkan.
Perkiraan Pemain:
Maziya S&RC (4-4-2):
Mohammed Imran (gk); Shifaz Hassan, Z Dinev, Faruhad Ismail, Firaz Moosa; Ahmed Rasheed, Mohammed Ahmed (c), Mohamed Arif, M Abdul Hannan; A Mansaray, L Lako.
Arema Cronus (4-3-3):
Kurnia Meiga (gk); Benny Wahyudi, Victor Igbonefo, Thierry Gathuessy, Johan Alfarizi; Ahmad Bustomi (c), Gustavo Lopez, Gede Sukadana; Beto Goncalves, Christian Gonzales, Samsul Arif.
Skuad Arema berkesempatan menikmati pantai tropis di selatan Benua Asia tersebut. Namun perburuan angka menjadi target mutlak yang tak bisa ditawar. Tim berjuluk Singo Edan sadar, kehilangan angka lagi bakal semakin mempersulit posisi.
Walau berstatus tim tamu, Arema tetap memiliki kans untuk mendapatkan angka. Bahkan tiga angka bukan sebuah misi mustahil jika Singo Edan bisa bermain dengan potensi terbaik. Pengalaman Selangor FA yang menahan imbang Maziya di kandangnya mungkin bisa menjadi inspirasi.
Selangor FA malah sempat nyaris menang jika saja kipernya tak diusir wasit dan bermain dengan 10 orang. Pelatih Arema Suharno juga telah mempelajari dua rekaman pertandingan terakhir Maziya, yakni kala diremukkan Hanoi T&T dengan skor 5-1 dan tertahan Selangor FA 1-1.
"Arema tidak akan takut dengan siapa pun, termasuk Maziya. Kami sudah mempelajari rekaman pertandingan mereka dan menyiapkan segalanya dengan baik untuk pertandingan nanti. Saya yakin
Arema bisa (mendapat angka)," tutur Suharno, Selasa (18/3).
Tim pujaan Aremania tak mengalami masalah apa pun selama di Maladewa. Semua pemain dalam kondisi fit, termasuk Gustavo Lopez yang sudah melewatkan dua laga AFC Cup karena cedera. Pemain Argentina ini kemungkinan besar langsung menjadi starter.
Soal strategi, hingga sehari sebelum laga Suharno belum mengulas panjang lebar. Dia hanya memberikan gambaran bahwa timnya bakal menerapkan pressure ketat ke tuan rumah. Dia tidak ingin pemain lawan bebas bergerak atau membawa bola di wilayah pertahanan Arema.
"Aspek pertama adalah bermain sedisiplin mungkin. Maziya tentunya tak ingin kehilangan angka lagi di kandang. Soal bagaimana kami menyerang, tentunya sudah banyak yang paham," jelas Suharno.
Dari situ jelas Singo Edan tak mau tuan rumah leluasa mengembangkan permainan. Pola serangan Arema tampaknya sudah bisa ditebak. Penetrasi sayap via Beto Goncalves dan Samsul Arif bakal melengkapi keberadaan Christian Gonzales sebagai target man. Itu bisa dikombinasikan serangan tengah lewat kaki Gustavo Lopez yang lihai mengirim umpan presisi.
Gustavo Lopez bakal dilindungi dua pemain jangkar, yakni Ahmad Bustomi dan Gede Sukadana atau Juan Revi. Keberadaan Gustavo tentunya sedikit mengubah fungsi Ahmad Bustomi yang selama ini lebih sebagai playmaker ketika Gustavo absen. Dia bakal lebih dalam atau membantu bertahan.
Lini pertahanan yang dibolongi tiga gol oleh Hanoi T&T, mungkin sedikit mengalami rekayasa. Duet Victor Igbonefo dan Thierry Gathuessy mungkin perlu dicoba, dengan dua bek sayap Benny Wahyudi dan Johan Alfarizi. Sebelumnya Victor bersama Purwaka Yudi di posisi centreback kurang meyakinkan.
Perkiraan Pemain:
Maziya S&RC (4-4-2):
Mohammed Imran (gk); Shifaz Hassan, Z Dinev, Faruhad Ismail, Firaz Moosa; Ahmed Rasheed, Mohammed Ahmed (c), Mohamed Arif, M Abdul Hannan; A Mansaray, L Lako.
Arema Cronus (4-3-3):
Kurnia Meiga (gk); Benny Wahyudi, Victor Igbonefo, Thierry Gathuessy, Johan Alfarizi; Ahmad Bustomi (c), Gustavo Lopez, Gede Sukadana; Beto Goncalves, Christian Gonzales, Samsul Arif.
(aww)