Kelola pemain muda, tirulah Persela
Jum'at, 21 Maret 2014 - 16:03 WIB
Kelola pemain muda, tirulah Persela
A
A
A
Sindonews.com -- Persela Lamongan telah menuntaskan seleksi tim muda yang bakal bertarung dalam Indonesia Super League (ISL) 2014, April mendatang. Persela bakal kembali memburu gelar U-21 yang sempat lepas pada 2013, setelah sebelumnya mendominasi musim 2011 dan 2012.
Persela mungkin adalah tim yang pengelolaan pemain mudanya patut dijadikan contoh bagi tim lain. Tim dengan julukan Laskar Joko Tingkir menjadi tim ISL yang kekuatan utamanya diisi banyak mantan penggawa U-21 yang dipromosikan ke tim senior.
Tidak banyak tim yang berani mengorbitkan pemainnya sedemikian cepat ke tim utama dalam jumlah besar. Jika ada, maka jumlahnya hanya satu-dua pemain. Sedangkan di Persela saat ini terhitung ada banyak pemain jebolan U-21 yang pernah sukses di levelnya.
Sebut saja nama Bimantara P, Zaenal Abidin, Mario Rokhmanto, Radikal Idealis, Eky Taufik, Agung Suprayogi, Bangkit Sabily, Ragil Muhammad Badai, serta Rudy Santoso. Mereka adalah deretan pemain muda di tim utama Persela dan mengantri untuk mendapatkan kesempatan di level lebih tinggi.
Bukan itu saja, pemain didikan Persela juga ada yang telah sukses menembus tim nasional, yakni Fandi Eko Utomo, yang sekarang berkostum Persebaya. Saat ini giliran bek Eky Taufik yang menjalani seleksi tim nasional U-23 di bawah arahan pelatih Aji Santoso.
Sejauh ini memang hanya Fandi Eko Utomo dan Eky Taufik yang sejak musim lalu sudah banyak mencicipi laga ISL. Tapi bukan tidak mungkin pemain muda yang berada di bangku cadangan bakal mengikuti langkah kedua pemain yang sudah mencicipi pengalaman di level tertinggi tersebut.
"Pemain muda yang kami miliki adalah aset yang sangat berharga. Siapa pun pelatihnya, manajemen tetap berkomitmen agar pemain muda masuk di tim utama. Apalagi mereka sudah berjasa memberikan prestasi untuk Persela," terang Asisten Manajer Persela Yuhronur Efendi.
Soal kapan pemain-pemain muda itu mendapatkan kesempatan, diserahkan sepenuhnya kepada staf pelatih yang paling paham dengan kemampuan pemain. Manajemen percaya pemain muda itu akan terus berkembang jika serius dalam latihan maupun pertandingan.
"Persela bangga memiliki pemain muda yang akhirnya dipromosikan ke tim senior. Saya berharap seterusnya akan muncul bakat-bakat baru dari Lamongan seiring digelarnya ISL U-21," lanjut Yuhronur. Persela terbukti sangat berani dalam mempromosikan pemain muda.
Banyaknya skuad muda di tim sebenarnya sangat riskan mengingat Persela juga belum bisa menyamai prestasi 2012 saat masuk empat besar klasemen akhir ISL. Namun dari aspek finansial tentu saja keberadaan pemain-pemain belia itu sangat menguntungkan.
Bagi Laskar Joko Tingkir yang kantongnya tak begitu tebal, pemanfaatan skuad muda tentu sangat efisien. Sisi kebanggaan juga dirasakan tim, karena munculnya pemain-pemain muda didikan tim menjadi salah satu bukti keberhasilan pengelolaan sebuah klub sepak bola.
Pada ISL U-21, Persela Lamongan berpotensi untuk lolos dari grup 3 yang dihuni Persebaya, Persegres Gresik United, Persepam Madura United dan Persik Kediri. Dari para kontestan itu, hanya Persela yang memiliki tradisi bagus serta persiapan lebih terencana.
Persela mungkin adalah tim yang pengelolaan pemain mudanya patut dijadikan contoh bagi tim lain. Tim dengan julukan Laskar Joko Tingkir menjadi tim ISL yang kekuatan utamanya diisi banyak mantan penggawa U-21 yang dipromosikan ke tim senior.
Tidak banyak tim yang berani mengorbitkan pemainnya sedemikian cepat ke tim utama dalam jumlah besar. Jika ada, maka jumlahnya hanya satu-dua pemain. Sedangkan di Persela saat ini terhitung ada banyak pemain jebolan U-21 yang pernah sukses di levelnya.
Sebut saja nama Bimantara P, Zaenal Abidin, Mario Rokhmanto, Radikal Idealis, Eky Taufik, Agung Suprayogi, Bangkit Sabily, Ragil Muhammad Badai, serta Rudy Santoso. Mereka adalah deretan pemain muda di tim utama Persela dan mengantri untuk mendapatkan kesempatan di level lebih tinggi.
Bukan itu saja, pemain didikan Persela juga ada yang telah sukses menembus tim nasional, yakni Fandi Eko Utomo, yang sekarang berkostum Persebaya. Saat ini giliran bek Eky Taufik yang menjalani seleksi tim nasional U-23 di bawah arahan pelatih Aji Santoso.
Sejauh ini memang hanya Fandi Eko Utomo dan Eky Taufik yang sejak musim lalu sudah banyak mencicipi laga ISL. Tapi bukan tidak mungkin pemain muda yang berada di bangku cadangan bakal mengikuti langkah kedua pemain yang sudah mencicipi pengalaman di level tertinggi tersebut.
"Pemain muda yang kami miliki adalah aset yang sangat berharga. Siapa pun pelatihnya, manajemen tetap berkomitmen agar pemain muda masuk di tim utama. Apalagi mereka sudah berjasa memberikan prestasi untuk Persela," terang Asisten Manajer Persela Yuhronur Efendi.
Soal kapan pemain-pemain muda itu mendapatkan kesempatan, diserahkan sepenuhnya kepada staf pelatih yang paling paham dengan kemampuan pemain. Manajemen percaya pemain muda itu akan terus berkembang jika serius dalam latihan maupun pertandingan.
"Persela bangga memiliki pemain muda yang akhirnya dipromosikan ke tim senior. Saya berharap seterusnya akan muncul bakat-bakat baru dari Lamongan seiring digelarnya ISL U-21," lanjut Yuhronur. Persela terbukti sangat berani dalam mempromosikan pemain muda.
Banyaknya skuad muda di tim sebenarnya sangat riskan mengingat Persela juga belum bisa menyamai prestasi 2012 saat masuk empat besar klasemen akhir ISL. Namun dari aspek finansial tentu saja keberadaan pemain-pemain belia itu sangat menguntungkan.
Bagi Laskar Joko Tingkir yang kantongnya tak begitu tebal, pemanfaatan skuad muda tentu sangat efisien. Sisi kebanggaan juga dirasakan tim, karena munculnya pemain-pemain muda didikan tim menjadi salah satu bukti keberhasilan pengelolaan sebuah klub sepak bola.
Pada ISL U-21, Persela Lamongan berpotensi untuk lolos dari grup 3 yang dihuni Persebaya, Persegres Gresik United, Persepam Madura United dan Persik Kediri. Dari para kontestan itu, hanya Persela yang memiliki tradisi bagus serta persiapan lebih terencana.
(wbs)