Peluang Arema jadi pemimpin klasemen
Minggu, 23 Maret 2014 - 15:26 WIB
Peluang Arema jadi pemimpin klasemen
A
A
A
Sindonews.com --Arema Cronus sedikit diuntungkan jadwal fase grup AFC Cup sepanjang April nanti. Melakoni dua laga kandang dan sekali tandang, tim berjuluk Singo Edan bisa mengunci tiket lolos ke fase knock out dalam dua laga di Stadion Kanjuruhan.
Ya, jika bisa menyapu bersih poin pada laga kontra Maziya dan Selangor FA, maka Arema sudah lolos ke babak selanjutnya. Dengan koleksi empat angka saat ini, maka Singo Edan bakal memiliki angka potensial 10 di dua laga ke depan.
Perolehan itu sudah tak terkejar Selangor FA sebagai saingan terdekat walau mereka menang di dua laga home selanjutnya menjamu Maziya dan Hanoi T&T. Jika skenario berjalan lancar, maka Arema tinggal mencari posisi puncak di laga terakhir.
Misi tim biru untuk menjadi juara grup inilah yang masih menjadi pertanyaan. Selain harus menang di kandang Hanoi T&T pada partai pamungkas, Arema juga perlu berdoa agar wakil Vietnam yang belum kehilangan poin itu terpeleset di markas Maziya dan Selangor FA.
Tak heran jika pasukan pimpinan Suharno ngotot melahap habis dua pertandingan kandang ke depan lawan Maziya dan Selangor. Mereka menyadari tengah dalam situasi menguntungkan dan memiliki momentum bagus untuk lolos dari fase grup.
"Semua tergantung kami bagaimana memanfaatkan momentum untuk lolos ke babak knock out. Bagi saya pribadi, inginnya Arema tidak sampai kehilangan satu angka pun di tiga pertandingan sisa. Kalau semua lancar, tinggal melihat bagaimana peluang Arema menjadi pemimpin klasemen," urai Suharno, Pelatih Arema.
Laga terdekat menjamu Maziya, tampaknya menjadi laga mudah jika Singo Edan bisa bermain dengan potensi terbaik. Di Maladewa saja Kurnia Meiga dkk bisa menang dengan skor besar 1-3, secara logika mereka bisa mengulang di Kanjuruhan.
Apalagi tim yang berdiri pada 1987 bermain dengan komposisi komplit tanpa gangguan cedera. Salah satu aspek yang layak menjadi perhatian adalah potensi kejutan lawan, karena bagaimana pun Kanjuruhan bukan lagi jaminan memetik kemenangan.
"Bagi saya semua pertandingan tak ada yang ringan. Maziya tentunya bakal memakai strategi berbeda di Kanjuruhan nanti. Sekali lagi, semua tergantung performa kita sendiri," tambah Suharno. Guna mempersolid tim, Arema pun menggelar ujicoba.
Rencananya pada Selasa (25/3), Singo Edan menggelar ujicoba berformat trofeo yang melibatkan Arema U-21 dan Akademi Arema U-17. Ujicoba ini dianggap perlu untuk mempertahankan tensi tim karena dua laga AFC Cup berjarak hampir dua pekan.
Ya, jika bisa menyapu bersih poin pada laga kontra Maziya dan Selangor FA, maka Arema sudah lolos ke babak selanjutnya. Dengan koleksi empat angka saat ini, maka Singo Edan bakal memiliki angka potensial 10 di dua laga ke depan.
Perolehan itu sudah tak terkejar Selangor FA sebagai saingan terdekat walau mereka menang di dua laga home selanjutnya menjamu Maziya dan Hanoi T&T. Jika skenario berjalan lancar, maka Arema tinggal mencari posisi puncak di laga terakhir.
Misi tim biru untuk menjadi juara grup inilah yang masih menjadi pertanyaan. Selain harus menang di kandang Hanoi T&T pada partai pamungkas, Arema juga perlu berdoa agar wakil Vietnam yang belum kehilangan poin itu terpeleset di markas Maziya dan Selangor FA.
Tak heran jika pasukan pimpinan Suharno ngotot melahap habis dua pertandingan kandang ke depan lawan Maziya dan Selangor. Mereka menyadari tengah dalam situasi menguntungkan dan memiliki momentum bagus untuk lolos dari fase grup.
"Semua tergantung kami bagaimana memanfaatkan momentum untuk lolos ke babak knock out. Bagi saya pribadi, inginnya Arema tidak sampai kehilangan satu angka pun di tiga pertandingan sisa. Kalau semua lancar, tinggal melihat bagaimana peluang Arema menjadi pemimpin klasemen," urai Suharno, Pelatih Arema.
Laga terdekat menjamu Maziya, tampaknya menjadi laga mudah jika Singo Edan bisa bermain dengan potensi terbaik. Di Maladewa saja Kurnia Meiga dkk bisa menang dengan skor besar 1-3, secara logika mereka bisa mengulang di Kanjuruhan.
Apalagi tim yang berdiri pada 1987 bermain dengan komposisi komplit tanpa gangguan cedera. Salah satu aspek yang layak menjadi perhatian adalah potensi kejutan lawan, karena bagaimana pun Kanjuruhan bukan lagi jaminan memetik kemenangan.
"Bagi saya semua pertandingan tak ada yang ringan. Maziya tentunya bakal memakai strategi berbeda di Kanjuruhan nanti. Sekali lagi, semua tergantung performa kita sendiri," tambah Suharno. Guna mempersolid tim, Arema pun menggelar ujicoba.
Rencananya pada Selasa (25/3), Singo Edan menggelar ujicoba berformat trofeo yang melibatkan Arema U-21 dan Akademi Arema U-17. Ujicoba ini dianggap perlu untuk mempertahankan tensi tim karena dua laga AFC Cup berjarak hampir dua pekan.
(wbs)