Red Bull ancam keluar dari F1
Selasa, 25 Maret 2014 - 14:54 WIB
Red Bull ancam keluar dari F1
A
A
A
Sindonews.com - Pemilik Red Bull, Dietrich Mateschitz mengatakan timnya kemungkinan besar akan meninggalkan perhelatan Formula 1 jika tidak senang dengan cara ajang jet darat itu dijalankan. Pernyataan ini terkait dengan sanksi pencabutan podium kedua Daniel Ricciardo di GP Australia karena dinilai melanggar aturan batas maksimal aliran bahan bakar yakni 100 kilogram/jam, saat balapan.
Kejadian ini berawal dari keputusan Red Bull memakai sensor sendiri untuk bahan bakar mereka dengan alasan yang digunakan FIA rusak. Terkait dengan keputusan FIA, Mateschitz mengutarakan kekecewaannya dengan mengancam pergi dari F1 karena mereka ingin perhelatan olahraga ini berjalan sportif dan tanpa pengaruh politik.
"Dalam masalah ini jelas kami dapat menerimnya, tapi ada beberapa masalah politis yang tidak pantas. Kami sebenarnya ingin olahraga ini berjalan dengan lebih sportif kedepannya," terang Mateschitz seperti dilansir BBC, Selasa (25/3).
Mateschitz sendiri merupakan sosok yang berpengaruh dalam dunia motorsport, pasalnya ia kini mempunyai dua tim di ajang F1. Bahkan ia juga melakukan investasi yang besar melalui perusahaannya di perhelatan world rally championship. Ditanya mengenai kemungkinan Red Bulla dapat mengakhiri keterlibatannya di F1, ia menjawab.
"Untuk alasan ekonomi, jelas pertanyaan itu tidak masuk akal. Namun untuk alasan agar lebih sportif, pengaruh politik dan seterusnya semuanya peluang masih ada. Dalam masalah ini, jelas ada batasan kami dapat menerimanya," tandasnya.
Kejadian ini berawal dari keputusan Red Bull memakai sensor sendiri untuk bahan bakar mereka dengan alasan yang digunakan FIA rusak. Terkait dengan keputusan FIA, Mateschitz mengutarakan kekecewaannya dengan mengancam pergi dari F1 karena mereka ingin perhelatan olahraga ini berjalan sportif dan tanpa pengaruh politik.
"Dalam masalah ini jelas kami dapat menerimnya, tapi ada beberapa masalah politis yang tidak pantas. Kami sebenarnya ingin olahraga ini berjalan dengan lebih sportif kedepannya," terang Mateschitz seperti dilansir BBC, Selasa (25/3).
Mateschitz sendiri merupakan sosok yang berpengaruh dalam dunia motorsport, pasalnya ia kini mempunyai dua tim di ajang F1. Bahkan ia juga melakukan investasi yang besar melalui perusahaannya di perhelatan world rally championship. Ditanya mengenai kemungkinan Red Bulla dapat mengakhiri keterlibatannya di F1, ia menjawab.
"Untuk alasan ekonomi, jelas pertanyaan itu tidak masuk akal. Namun untuk alasan agar lebih sportif, pengaruh politik dan seterusnya semuanya peluang masih ada. Dalam masalah ini, jelas ada batasan kami dapat menerimanya," tandasnya.
(akr)