Bos F1 Siapkan Rp1,1 Triliun Terkait Skandal Suap
Senin, 04 Agustus 2014 - 14:48 WIB
Bos F1 Siapkan Rp1,1 Triliun Terkait Skandal Suap
A
A
A
MUNICH - Bos Formula 1, Bernie Ecclestone, menyiapkan dana sekitar 100 Juta Dolar atau setara dengan 1,1 Triliun untuk menebus denda kasus suap yang tengah melibatkan dirinya. Demikian dilaporkan harian Jerman, Sueddeutsche Zeitung yang dilansir Sport360, Senin (4/8).
Pria berusia 83 tahun itu memang tengah terlibat kasus penyuapan kepada seorang bankir ternama di Jerman, Gerhard Gribkowsky bulan April lalu. Saat itu Ecclestone didakwa menyuap Gerhard sebesar 45 Juta Dolar terkait penjualan saham perlombaan adu jet darat tersebut.
Kini harian Jerman, Sueddeutsche Zeitung melaporkan jika Eccleston tengah menyiapkan dana segar agar bisa menebus denda kasus tersebut. Tak tanggung-tanggung, dana sekitar 100 Juta Dolar atau setara dengan 1,1 Triliun akan disiapkan oleh Bos F1 ini.
Mengingat aturan hukum Jerman, hal tersebut diperbolehkan asal pihak tergugat menyetujuinya. Tak ayal jalan tengah tersebut menjadi pilhan Ecclestone agar bisa kembali fokus menangani balap F1.
Sebelumnya, Ecclestone memang mengaku tak bisa fokus saat harus mengurus F1 di tengah kasus pelik dirinya. "Saya telah menghabiskan waktu untuk mengurusi masalah kasus hukum di Muenchen. Sehingga saya tidak bisa memberikan apa yang biasa saya lakukan," kata Ecclestone beberapa waktu lalu.
Pria berusia 83 tahun itu memang tengah terlibat kasus penyuapan kepada seorang bankir ternama di Jerman, Gerhard Gribkowsky bulan April lalu. Saat itu Ecclestone didakwa menyuap Gerhard sebesar 45 Juta Dolar terkait penjualan saham perlombaan adu jet darat tersebut.
Kini harian Jerman, Sueddeutsche Zeitung melaporkan jika Eccleston tengah menyiapkan dana segar agar bisa menebus denda kasus tersebut. Tak tanggung-tanggung, dana sekitar 100 Juta Dolar atau setara dengan 1,1 Triliun akan disiapkan oleh Bos F1 ini.
Mengingat aturan hukum Jerman, hal tersebut diperbolehkan asal pihak tergugat menyetujuinya. Tak ayal jalan tengah tersebut menjadi pilhan Ecclestone agar bisa kembali fokus menangani balap F1.
Sebelumnya, Ecclestone memang mengaku tak bisa fokus saat harus mengurus F1 di tengah kasus pelik dirinya. "Saya telah menghabiskan waktu untuk mengurusi masalah kasus hukum di Muenchen. Sehingga saya tidak bisa memberikan apa yang biasa saya lakukan," kata Ecclestone beberapa waktu lalu.
(wbs)