Nishikori tak Menduga Bisa Cetak Sejarah
Minggu, 07 September 2014 - 06:43 WIB
Nishikori tak Menduga Bisa Cetak Sejarah
A
A
A
NEW YORK - Petenis asal Jepang, Kei Nishikori menggoreskan sejarah baru dalam cabang olahraga tenis. Pemain yang saat ini berada di peringkat 11 dunia itu mencatatkan diri sebagai petenis Asia pertama yang berhasil mencapai final tunggal putra grand slam, setelah menaklukkan Novak Djokovic di semifinal AS Terbuka 2014, Minggu (7/9) dini hari WIB.
Dengan semangat ninja, Nishikori mengandaskan favorit teratas, Djokovic dengan skor 6-4, 1-6, 7-6(4), 6-3 dalam pertandingan semifinal yang berlangsung selama 172 menit di Ashe Stadium, New York, Amerika Serikat.
"Saya tidak tahu apa yang terjadi," tandas Nishikori saat diwawancarai di dalam lapangan, seperti dikutip laman resmi ATP. "Saya sedikit padat, terutama karena itu merupakan semifinal pertama saya di grand slam. Ini menakjubkan, perasaan yang menakjubkan, mengalahkan pemain nomor satu. Saya sangat senang."
Kemenangan tersebut menjadi kemenangan ketiga secara beruntun Nishikori atas petenis penghuni peringkat 10 besar dunia. Pada babak keempat, Nishikori memulangkan pemain nomor enam duiina, Milos Raonic. Kemudian, dia membekuk juara Australia Terbuka 2014 dan petenis nomor empat dunia, Stanislas Wawrinka di perempat final.
"Kondisi sedikit sulit hari ini," tegasnya terkait pertemuan ketiga dengan Djokovic. "Rasanya sedikit berat, dan lembab, terlalu lembab... Dia mulai bermain jauh lebih baik, sangat konsisten dan lebih agresif, tapi saya mencoba untuk melupakan set pertama dan kedua, dan mencoba berkonsentrasi lagi."
"Saya kira saya suka bermain pertandingan panjang dan saya berharap bisa pulih dengan baik untuk final," pungkasnya.
Pada pertandingan pamungkas nanti, pemain unggulan kesepuluh, Nishikori akan berhadapan dengan unggulan ke-14, Marin Cilic dari Kroasia, yang di laga semifinal lainnya, mampu meredam unggulan kedua asal Swiss, Roger Federer 6-3, 6-4, 6-4.
Dengan semangat ninja, Nishikori mengandaskan favorit teratas, Djokovic dengan skor 6-4, 1-6, 7-6(4), 6-3 dalam pertandingan semifinal yang berlangsung selama 172 menit di Ashe Stadium, New York, Amerika Serikat.
"Saya tidak tahu apa yang terjadi," tandas Nishikori saat diwawancarai di dalam lapangan, seperti dikutip laman resmi ATP. "Saya sedikit padat, terutama karena itu merupakan semifinal pertama saya di grand slam. Ini menakjubkan, perasaan yang menakjubkan, mengalahkan pemain nomor satu. Saya sangat senang."
Kemenangan tersebut menjadi kemenangan ketiga secara beruntun Nishikori atas petenis penghuni peringkat 10 besar dunia. Pada babak keempat, Nishikori memulangkan pemain nomor enam duiina, Milos Raonic. Kemudian, dia membekuk juara Australia Terbuka 2014 dan petenis nomor empat dunia, Stanislas Wawrinka di perempat final.
"Kondisi sedikit sulit hari ini," tegasnya terkait pertemuan ketiga dengan Djokovic. "Rasanya sedikit berat, dan lembab, terlalu lembab... Dia mulai bermain jauh lebih baik, sangat konsisten dan lebih agresif, tapi saya mencoba untuk melupakan set pertama dan kedua, dan mencoba berkonsentrasi lagi."
"Saya kira saya suka bermain pertandingan panjang dan saya berharap bisa pulih dengan baik untuk final," pungkasnya.
Pada pertandingan pamungkas nanti, pemain unggulan kesepuluh, Nishikori akan berhadapan dengan unggulan ke-14, Marin Cilic dari Kroasia, yang di laga semifinal lainnya, mampu meredam unggulan kedua asal Swiss, Roger Federer 6-3, 6-4, 6-4.
(nug)