Merasa Dizolimi, Honda Bakal Temui FIA Pekan Depan
Kamis, 08 Januari 2015 - 14:21 WIB
Merasa Dizolimi, Honda Bakal Temui FIA Pekan Depan
A
A
A
LONDON - Honda berencana bertemu dengan Federasi Balap Internasional (FIA) pada pekan depan guna membahas aturan pengembangan mesin di ajang balap Formula 1 musim depan. Honda telah melayangkan surat audiensi.
Pabrikan Jepang ini menganggap FIA telah memberikan lampu hijau terhadap saingan Mercedes, yakni Ferrari dan Renault untuk bisa mengembangkan teknologi mesin mereka pada musim balap 2015, sementara teknologi mesin yang dipakai Honda sendiri tetap pada spesifikasi yang diajukan FIA pada 28 Februari 2015.
“Tim mitra McLaren (Honda) telah mengirim surat kepada FIA untuk mengemukakan pandangan mereka bahwa regulasi mesin balap F1 tidak adil. Mereka (Honda) akan berbicara dengan Direktur Balap F1 Charlie Whiting” tulis Autosport, Kamis (8/1/2015)
Kendati demikian, pertemuan kedua pihak itu diperkirakan tidak mengubah aturan regulasi mesin. Sumber Autosport mengatakan, Honda telah mendapatkan keleluasaan untuk mengembangkan mesin baru turbo V6 hingga akhir bulan depan. “Mercedes, Ferrari dan Renault harus tetap menjaga banyak karakter mesin mereka yang sesuai dengan yang disodorkan pada Februari lalu,” ungkap sumber.
Sumber tersebut melanjutkan, tidak ada alasan bagi FIA untuk mengubah regulasi pengembangan teknologi mesin balap F1 yang telah dirilis jika Federasi balap internasional itu jadi bertemu dengan pihak Honda. “Bagaimanapun juga Honda akan menikmati manfaat dari menggunakan 32 token peningkatan mesin mereka sepanjang tahun 2016, ketika saingan hanya akan dapat menggunakan 25 token,” dia melanjutkan.
Seperti diketahui, FIA mulai mengendurkan pengembangan mesin mulai tahun ini. Nantinya, tim seperti Mercedes, Renault dan Ferrari bakal bisa mengembangkan mesin V6 yang musim ini baru diterapkan. Padahal sebelumnya pengembangan mesin selalu berhenti saat pra-musim berakhir.
Wajar jika sebuah hal yang baru perlu adaptasi dan perbaikan, namun Honda secara terang-terangan menolak dan menawarkan pandangan lain. Mereka menilai jika pengembangan saat musim berjalan hanya menghilangkan persaingan.
Pabrikan Jepang ini menganggap FIA telah memberikan lampu hijau terhadap saingan Mercedes, yakni Ferrari dan Renault untuk bisa mengembangkan teknologi mesin mereka pada musim balap 2015, sementara teknologi mesin yang dipakai Honda sendiri tetap pada spesifikasi yang diajukan FIA pada 28 Februari 2015.
“Tim mitra McLaren (Honda) telah mengirim surat kepada FIA untuk mengemukakan pandangan mereka bahwa regulasi mesin balap F1 tidak adil. Mereka (Honda) akan berbicara dengan Direktur Balap F1 Charlie Whiting” tulis Autosport, Kamis (8/1/2015)
Kendati demikian, pertemuan kedua pihak itu diperkirakan tidak mengubah aturan regulasi mesin. Sumber Autosport mengatakan, Honda telah mendapatkan keleluasaan untuk mengembangkan mesin baru turbo V6 hingga akhir bulan depan. “Mercedes, Ferrari dan Renault harus tetap menjaga banyak karakter mesin mereka yang sesuai dengan yang disodorkan pada Februari lalu,” ungkap sumber.
Sumber tersebut melanjutkan, tidak ada alasan bagi FIA untuk mengubah regulasi pengembangan teknologi mesin balap F1 yang telah dirilis jika Federasi balap internasional itu jadi bertemu dengan pihak Honda. “Bagaimanapun juga Honda akan menikmati manfaat dari menggunakan 32 token peningkatan mesin mereka sepanjang tahun 2016, ketika saingan hanya akan dapat menggunakan 25 token,” dia melanjutkan.
Seperti diketahui, FIA mulai mengendurkan pengembangan mesin mulai tahun ini. Nantinya, tim seperti Mercedes, Renault dan Ferrari bakal bisa mengembangkan mesin V6 yang musim ini baru diterapkan. Padahal sebelumnya pengembangan mesin selalu berhenti saat pra-musim berakhir.
Wajar jika sebuah hal yang baru perlu adaptasi dan perbaikan, namun Honda secara terang-terangan menolak dan menawarkan pandangan lain. Mereka menilai jika pengembangan saat musim berjalan hanya menghilangkan persaingan.
(bbk)