Novak Djokovic Ancam Rekor Rod Laver

Selasa, 03 Maret 2015 - 00:25 WIB
Novak Djokovic Ancam...
Novak Djokovic Ancam Rekor Rod Laver
A A A
LAS VEGAS - Penampilan mengesankan Novak Djokovic di ajang Australia Terbuka lalu belum tuntas pembahasannya. Legenda tenis Amerika Serikat Andre Agassi mengatakan petenis Serbia itu berpeluang mengancam rekor legenda tenis Australia Rod Laver musim ini.

Rod Laver adalah mantan pria petenis terbaik yang tercatat dalam sejarah. Petenis yang meninggal pada 2012 lalu itu menjadi satu-satunya petenis pria di era terbuka yang mampu meraih seluruh gelar turnamen Grand Slam (Australia Terbuka, Prancis Terbuka, Wimbledon dan AS Terbuka) dalam satu musim.

Petenis yang namanya kini diabadikan jadi nama stadion tenis di Negeri Kangguru membuat rekor mustahil tersebut pada musim 1962 dan 1969. Dengan kata lain, pencapaian petenis bernama lengkap Rodney George Laver itu sudah berlangsung selama 46 tahun hingga sekarang.

Banyak petenis hebat saat ini, mulai dari Roger Federer sebagai pemilik gelar Grand Slam terbanyak dengan 17, atau Rafael Nadal yang meraih gelar grand slam Prancis Terbuka lima musim beruntun. Namun satu pun dari mereka tidak ada yang mampu menyabet seluruh gelar Grand Slam bersamaan dalam semusim. Terakhir Nadal yang mendekati rekor tersebut dengan meraih tiga juara Grand Slam (Prancis Terbuka, Wimbledon, dan AS Terbuka) 2010 lalu.

Nama Djokovic pun muncul dalam benak Agassi yang disebut bakal mengancam rekor Rod Laver. Agassi menyebut petenis berusia 27 tahun itu berpeluang menyamai pencapaian mustahil Rod Laver setelah melihat penampilannya di ajang Australia Terbuka lalu.

"Saya tidak ingin memberi tekanan pada dia (Djokovic) dalam sekali wawancara, tapi sebelum ia memenangkan Australia Terbuka 2015, saya mengatakan akan ada kesempatan kita bisa melihat pertama kalinya sejak Rod Laver yang bisa memenangkan semua grand slam di tahun yang sama. Saya pikir dia benar-benar mampu melakukannya," ucap Agassi dilansir Ibtimes, Selasa (3/3/2015).

"Dia bermain di level teratas dari semua orang saat ini. Saya pikir dia punya banyak waktu untuk memperbaiki penampilan dan jika Nadal tidak mampu berbuat banyak di Paris, saya pikir dia akan menatap tahun yang cukup mendominasi," pungkasnya

Djokovic menjuarai Australia Terbuka 2015 seusai mengalahkan Andy Murray di final. Gelar tersebut menjadi trofi Grand Slam yang ke-10 bagi petenis beranak satu itu, atau tinggal beda satu trofi dari milik Rod Laver yang 11 kali jadi juara grand slam.
(rus)
Berita Terkait
Rebut Gelar Prancis...
Rebut Gelar Prancis Terbuka ke-14, Rafael Nadal: Kaki Saya Mati Rasa Selama Bertanding
Sejarah Jannik Sinner,...
Sejarah Jannik Sinner, Petenis Italia Pertama Rebut Gelar Tunggal Grand Slam Wimbledon
Hasil Prancis Open 2022:...
Hasil Prancis Open 2022: Coco Gauff Cetak Rekor Petenis Termuda Tampil di Final Grand Slam
Ons Jabeur Bangga Jadi...
Ons Jabeur Bangga Jadi Petenis dari Jazirah Arab Pertama yang Tembus Final Wimbledon
Kisah Marketa Vondrousova,...
Kisah Marketa Vondrousova, Juara Wimbledon 2023 dan Obsesinya tentang Tato
Tanpa Vaksin, Tenis...
Tanpa Vaksin, Tenis AS dan Prancis Terbuka Sulit Terealisasi Tahun Ini
Berita Terkini
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
48 menit yang lalu
Polygon Beri Beasiswa...
Polygon Beri Beasiswa Juara BMX Usia Dini
1 jam yang lalu
Ketum dan Bendahara...
Ketum dan Bendahara Federasi Sepak Bola Argentina Ditangkap FBI?
2 jam yang lalu
10 Pemain Tercepat di...
10 Pemain Tercepat di Piala Dunia 2026: Mbappe Top Sprinter Kalahkan Haaland
4 jam yang lalu
Timnas Putri Indonesia...
Timnas Putri Indonesia Juara Piala AFF 2026 usai Sikat Laos 5-0
11 jam yang lalu
ASEAN Hyundai Cup 2026...
ASEAN Hyundai Cup 2026 Tayang di VISION+: Simak Jadwal Pertandingan Minggu Ini!
18 jam yang lalu
Infografis
Kapal Induk Kedua Tiba...
Kapal Induk Kedua Tiba di Timur Tengah, AS Serius Ancam Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved