Mengintip Perombakan Teknologi Mesin McLaren-Honda

Sabtu, 07 Maret 2015 - 15:04 WIB
Mengintip Perombakan...
Mengintip Perombakan Teknologi Mesin McLaren-Honda
A A A
LONDON - Beberapa saat pasca musim balap Formula 1 (F1) 2014 berakhir, McLaren mengejutkan beberapa paddock pesaing dengan menggandeng produsen mesin asal Jepang Honda. Banyak diramal kolaborasi teknologi keduanya yang tertuang dalam mobil MP4-30H menjanjikan dominasi selama tes pramusim berlangsung.

Tapi, alih-alih membuat kejutan, selama tiga kali pengujian di Jerez dan Barcelona, Fernando Alonso dkk malah banyak mendapat masalah. Pada tes pertama di Jerez, masalah kecepatan jadi rapor merah tim asal Inggris tersebut. Selanjutnya di Barcelona, kebocoran hidrolik memaksa McLaren tidak melanjutkan sesi pengujian pertama di tanah Catalan itu akhir Februari lalu.

Masalah belum usai menerpa McLaren setelah pembalapnya Alonso menabrak dinding pinggir Sirkuit de Catalunya. Kerugian yang didapat selain masih banyak pekerjaan rumah bagi McLaren, mereka kehilangan pembalap andalannya jelang seri balap pertama di Australia dimulai yang mesti menjalani masa penyembuhan.

Sederet kasus di atas jelas menimbulkan banyak masalah baru di tubuh McLaren. Pertanyaan pun muncul sebab kejadian tersebut malah menimpa tim pimpinan Eric Boullier pasca bergabung dengan Honda.

Dilansir situs Formula 1, Sabtu (7/3/2015), tim yang sempat bermitra pada era 1988-1992 itu bertekad mengatasi masalah di atas. Salah satu caranya adalah dengan membenahi tampilan unit daya RA615H atau kode dari mesin Honda V6 yang punya kapasitas 1.6 liter (1.600 cc).

Mengintip Perombakan Teknologi Mesin McLaren-Honda


Tampilan unit daya mesin Honda V6 RA615H. Letak kompresor dan turbin mobil McLaren MP4-30H dibedakan dengan tim Mercedes dan Renault dan Ferrari.

Ket: kompresor (biru), turbin (merah), MGU-H dan MGU-K (hijau)

Honda coba mengikuti kesuksesan Mercedes dari sisi posisi kompresor dan turbin yang terletak di kedua ujung mesin pembakaran internal dengan MGU-H (motor generator unit head) dengan sedikit merubahnya. Keuntungan dari posisi tersebut adalah tata letak yang bertentangan dengan tim Renault dan Ferrari.

Honda memilih pendekatan yang berbeda dari ketiga produsen yakni dengan menempatkan posisi MGU-H di antara kompresor dan turbin di bagian belakang mesin dan menempatkan MGU-K di bagian depan. Dengan kata lain, kinerja mesin bakal lebih optimal sebab kedua generator mesin saling berada di tengah-tengah kipas dan kompresor untuk menghasilkan energi tambahan dan listrik.

Menarik ditunggu hasil teknologi kolaborasi McLaren dan Honda. Mengingat banyaknya masalah, semoga saja perubahan di mesin tersebut bisa memberikan dampak positif di musim balap Formula 1 kali ini.
(sha)
Berita Terkait
Hasil Buruk Pengaruhi...
Hasil Buruk Pengaruhi Mental Stroll di Ajang Formula 1
Perebutan Juara Dunia...
Perebutan Juara Dunia Formula 1 Masih Tetap Panas
F1 Batalkan Seluruh...
F1 Batalkan Seluruh Race di Luar Eropa, Publik Brasil Kecewa
Penonton Bisa Hadir...
Penonton Bisa Hadir di GP Portugal
Akhir Pahit Pengabdian...
Akhir Pahit Pengabdian Grosjean di Haas
Teka-Teki Tandem Verstappen...
Teka-Teki Tandem Verstappen di Tim Red Bull Racing
Berita Terkini
Kanada vs Maroko: Mampukah...
Kanada vs Maroko: Mampukah The Canucks Akhiri Kutukan?
5 jam yang lalu
Hydroplus Soccer League...
Hydroplus Soccer League All-Stars 2025/2026 Digelar di Kudus, 16 Tim Putri Berebut Gelar Musim Perdana
6 jam yang lalu
Paraguay vs Prancis:...
Paraguay vs Prancis: Les Bleus Target Berikutnya La Albirroja?
8 jam yang lalu
Piala Dunia 2026 Ternoda,...
Piala Dunia 2026 Ternoda, Tim Mesir Keluhkan Aksi Polisi Dallas
10 jam yang lalu
4 Suporter Tewas, Meksiko...
4 Suporter Tewas, Meksiko Perketat Pengamanan Jelang Lawan Inggris
11 jam yang lalu
Deretan Rekor Bersejarah...
Deretan Rekor Bersejarah Lionel Messi di Piala Dunia 2026
12 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 10...
Kaleidoskop 2025: 10 Peristiwa Teknologi Paling Menonjol di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved