alexametrics

Hamilton Tak Puas Aksi Tolak Rasisme di Hungaroring

loading...
Hamilton Tak Puas Aksi Tolak Rasisme di Hungaroring
Lewis Hamilton seorang diri berlutut dalam aksi menentang rasisme di GP Hungaria. Foto/Reuters
A+ A-
BUDAPEST - Keseriusan aksi lawan rasisme yang telah digaungkan Formula 1 sejak awal musim tampaknya belum terlalu efektif. Bahkan, aksi tersebut berjalan kacau pada seri ketiga di GP Hungaria, akhir pekan lalu.

Para pembalap masih melanjutkan aksinya untuk menentang rasisme di seluruh dunia. Namun, upaya F1 untuk bersatu melawan rasisme sepertinya mulai goyah. Hal itu terlihat saat situasi berjalan kacau dalam aksi yang digelar sebelum balapan di Sirkuit Hungaroring.

Pada momen ini, para pembalap seharusnya berkumpul sebelum menyanyikan lagu kebangsaan dalam sikap menentang rasisme. Namun, dari 20 pembalap yang berada di line up F1 2020, hanya Lewis Hamilton terlihat paling siap. Pembalap Mercedes AMG Petronas itu memang yang paling vokal dalam menentang rasisme. (Baca: Ada Video Dugaan Penyiksaan Muslim Uighur, China Masih Berkelit)

Saat itu, Hamilton dan beberapa pembalap lain telah berlutut. Namun, beberapa pembalap lainnya justru masih belum muncul untuk melakukan aksi tersebut. Kondisi ini tentu membuatnya sangat kecewa dan mempertanyakan dukungan yang dilakukan beberapa pembalap F1 dalam menentang rasisme di dunia.



“Jelas tidak ada cukup dukungan untuk itu. Itu kurang kepemimpinan. Dari sudut pandang pembalap, banyak yang berpendapat bahwa mereka telah melakukannya dan mereka tidak melakukannya lagi,” kata Hamilton, dilansir The Star.

Bagaimana tidak, Hamilton sangat sedih dengan apa yang dilakukan sebagian pembalap dalam upacara menentang rasisme itu. Sebab, ada beberapa kekacauan yang terjadi seperti saat pembalap Alfa Romeo Racing, Antonio Giovinazzi, lupa mengenakan kaus tema berwarna hitam bertuliskan ‘end racism’ sebagai tanda aksi melawan rasisme. (Lihat videonya: Kecelakaan Ferrari Warnai Kemenangan Perdana Lewis Hamilton)



Tak sampai di situ saja, rekan setim Hamilton, Valtteri Bottas, juga lupa mengenakan masker selama aksi berlangsung. Padahal, ini merupakan aturan wajib bagi setiap orang yang berada di dalam paddock. Para penggemar yang menonton kekacauan itu merasa heran dan melontarkan kicauan di Twitter. Mereka mempertanyakan aksi melawan rasisme yang justru seakan tidak disiapkan dengan baik.

Karena itu, Hamilton mempertanyakan pembalap tim Haas, Romain Grosjean, yang merupakan salah satu dari tiga direktur Asosiasi pembalap F1 (GPDA) bersama Sebastian Vettel (Ferrari), dan mantan pembalap Alex Wurz yang merupakan Ketua GPDA. Dia mengatakan pembalap asal Prancis itu adalah salah satu dari mereka yang tidak menunjukkan cukup dukungan. (Lihat videonya: Miris, Tak Punya HP Anak Pemulung Numpang Belajar di Rumah Tetangga)

“GPDA dijalankan oleh tiga orang, dua yang benar-benar mendukung dan satu yang merupakan salah satu dari mereka yang cenderung tidak menganggap penting untuk melanjutkan. Saya mencoba untuk tidak terlalu bergantung kepada pembalap karena saya tidak ingin mereka merasa saya yang ingin melakukannya. Tapi, saya tidak berpikir itu dianggap serius. Mungkin ada yang belum peka terhadap sekitarnya,” ungkapnya. (Raikhul Amar)
(ysw)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak