alexametrics

Federer Lebih Pilih Berada di Puncak Saat Akhir Musim

loading...
Federer Lebih Pilih Berada di Puncak Saat Akhir Musim
Rafael Nadal dan Roger Federer akan saling berebut singgasana pemain terbaik dunia menggantikan Andy Murray. / Foto/US Open Tennis
A+ A-
CINCINNATI - Roger Federer akhirnya memilih meninggalkan persaingan dengan Rafael Nadal untuk memperebutkan singgasana pemain terbaik dunia ketika sang penguasa tahta, Andy Murray tengah menepi dari lapangan tenis karena cedera.

Sebelumnya, dua mantan petenis nomor satu dunia itu sama-sama memiliki peluang untuk menjadi yang terbaik di dunia, apabila mampu meraih catatan positif ketika tampil di turnamen lapangan keras Cincinnati Masters di Cincinnati, Amerika Serikat, pekan ini.

Federer, yang kini berada di peringkat ketiga, menggerus ketertinggalan menjadi 320 poin dari penghuni nomor dua, Nadal. Petenis asal Swiss itu menambah poin menjadi 7.145, setelah finis di posisi kedua di Piala Rogers 2017, dia kalah dari Alexander Zverev Jr di partai pamungkas, Senin (14/8). Sementara, Murray berada di paling atas dengan koleksi 7.750 poin.



Sudah sekitar 13 tahun sejak pertemuan pertamanya, Nadal dan Federer kerap terlibat pertempuran merebut tampuk singgasana raja tenis dunia. Akan tetapi, Federer saat ini lebih memilih untuk mengembalikan kebugarannya, setelah kehilangan cukup banyak tenaga di Piala Rogers di Montreal, Kanada.

"Saya merasa semuanya baik-baik saja sepanjang pekan. Sedikit sakit otot, sakit dan nyeri di sana sini, karena kembali ke lapangan pertandingan, di lapangan keras. Setelah liburan dan latihan, selalu sedikit kejutan untuk tubuh," keluh Federer usai bertanding dengan Zverev, dikutip laman resmi ATP.

"Kami harus menunggu dan melihat sekarang bagaimana yang saya rasakan dalam beberapa hari ke depan," tambah petenis kelahiran 8 Agustus 1981.

Di saat ingin kembali ke nomor satu setelah Cincinnati, Federer berpikir jangka panjang untuk menyamai rekor mengakhiri enam tahun sebagai pemain nomor satu. Apabila boleh memilih, Federer berkeinginan untuk berada di puncak pada akhir musim ini ketimbang sebelum menyambut AS Terbuka.

"Akhir tahun jika saya bisa memilih, ya. Itu berarti lebih banyak," harapnya. "Kemudian, saya bisa liburan dengan status nomor satu, bukan hal yang buruk," sambung Federer seraya tersenyum.

Selama kariernya, Federer pernah menghabiskan waktu sepanjang 302 minggu di puncak pemain dunia, sejak Februari 2004 hingga Agustus 2008. Kali terakhir dia menduduki peringkat teratas pada 4 November 2012, setelah Juli 2009-Mei 2010 sempat berkuasa juga.

Sepanjang tahun ini, Federer sudah memenangkan lima gelar, termasuk rekor gelar Wimbledon kedelapan dan trofi Halle kesembilan. Dia mengawali tahun ini dengan memenangkan Australia Terbuka, sebelum mengklaim gelar Masters 1000 di Indian Wells dan Miami.

Sementara, Nadal pernah menghabiskan waktu selama 141 minggu di peringkat teratas, dan terakhir berada di puncak pada Juli 2014. Petenis Spanyol ini juga tiga kali menyelesaikan musim dengan nomor satu, terakhir pada 2013.

Nadal, yang lahir 3 Juni 1986, sejauh musim ini berjalan, sudah empat kali mengangkat trofi juara, termasuk gelar ke-10 yang bersejarah di Roland Garros, lalu Monte-Carlo dan Barcelona. Dia juga sudah mencapai tiga final lain, termasuk Australia Terbuka dan Miami.
(nug)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak