Lanjutan Dongeng Leipzig Jadi Tim Elite Eropa dalam Kurun 10 Tahun

Kamis, 13 Agustus 2020 - 11:33 WIB
loading...
Lanjutan Dongeng Leipzig...
RB Leipzig membangun reputasi sebagai tim elite di domestik dan Eropa hanya dalam hitungan 10 tahun. Foto/dok
A A A
LISABON - RB Leipzig adalah dongeng tentang sebuah klub yang mungkin akan sulit diikuti oleh sebagian besar tim di muka bumi. Mereka membangun reputasi sebagai tim elite di domestik dan Eropa hanya dalam hitungan 10 tahun.

Sejak kelahirannya, perjalanan Leipzig seperti sebuah dongeng yang akan dipenuhi keindahan. Lahir di tahun 2009/2010 dan memulai perjalanan dari level lima kompetisi Jerman, mereka kemudian sudah menjadi runner-up Bundesliga tujuh tahun kemudian atau hanya satu musim setelah promosi dari 2 Bundesliga.

Mereka juga hanya butuh waktu dua tahun untuk menjejakkan kaki di perempat final Liga Champions, setelah untuk pertama kali dalam sejarah klub ambil bagian di kompetisi tertinggi Benua Biru tersebut pada musim 2017/2018.

Lebih hebat lagi, mereka melakukannya tidak dengan uang besar, seperti dilakukan Chelsea dan Manchester City yang memotong era ketertinggalan mereka di Liga Primer dengan jorjoran di pasar belanja pemain. Leipzig juga tetap stabil meski mereka kehilangan pemain bintang dalam setiap musim. (Baca: RB Leipzig Belum rela Lepas Timo Warmer)

Kisah ini yang mungkin membuat tak semua suka dengan tim berjuluk Die Rotten Bullen. Pro dan kontra mengiringi perjalanan mereka menjadi salah satu klub potensial di Jerman. Mereka bahkan sangat dibenci di Jerman. Penyebabnya adalah klub tersebut besar di bawah kepemilikan Red Bull GmbH yang merupakan perusahaan minuman berenergi asal Austria.

Kisah itu dimulai saat Red Bull mempertimbangkan beberapa klub seperti Hamburg, TSV 1860 Munich, dan Fortuna Dusserldorf, namun gagal lantaran mendapatkan protes keras dari fans. Bisa dipahami karena mereka khawatir Red Bull menghapus identitas klub, seperti halnya saat mengakuisisi klub papan atas Austria SV Austria Salzburg pada 2005.

Klub tersebut berubah nama menjadi Red Bull Salzburg plus perubahan lambang klub, staf, dan warna kostum. Setelah bertahun-tahun melakukan penelitian dan negosiasi, Red Bull memutuskan memulai segalanya dari bawah. Sebagai langkah pertama, Red Bull membeli lisensi bermain klub Divisi V SSV Markranstadt yang berada di Leipzig pada 2009.

Totalitas Red Bull begitu terasa. Mereka membeli lisensi klub, mengganti nama, lambang, dan perlengkapannya, serta menjanjikan anggaran transfer sebesar 100 juta euro. Itu dilakukan karena sejarah sepak bola di Leipzig rumit, dengan sejumlah klub telah dibentuk dan dibubarkan sejak berdirinya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Paris Mencekam, Ratusan...
Paris Mencekam, Ratusan Suporter PSG Diamankan Polisi dalam Perayaan Gelar Liga Champions
PSG Juara Liga Champions...
PSG Juara Liga Champions 2026, Bawa Pulang Hadiah Rp447 Miliar
Daftar Juara Liga Champions:...
Daftar Juara Liga Champions: PSG Ukir Sejarah dengan Gelar Beruntun
PSG Juara Liga Champions...
PSG Juara Liga Champions 2026 usai Kalahkan Arsenal Lewat Adu Penalti
PSG vs Arsenal Imbang...
PSG vs Arsenal Imbang 1-1, Final Liga Champions Berlanjut ke Extra Time
Arsenal Ungguli PSG...
Arsenal Ungguli PSG 1-0 di Babak Pertama Final Liga Champions
Final Liga Champions...
Final Liga Champions 2026: Head to Head Arsenal vs PSG
Wasit Jerman Daniel...
Wasit Jerman Daniel Siebert Pimpin Final Liga Champions PSG vs Arsenal
Semifinal Liga Champions:...
Semifinal Liga Champions: Arsenal vs Atletico Madrid, PSG Bentrok Bayern Munich
Special Bola
Damian Bobadilla Jadi...
Bola Dunia
Damian Bobadilla Jadi Pemain Pertama yang Cetak Gol Bunuh Diri di Piala Dunia 2026!
Jadi Saksi Pernikahan...
Bola Dunia
Jadi Saksi Pernikahan Justin Hubner dan Jennifer Coppen, Erick Thohir: Selamat Berbahagia
Ajax Amsterdam Incar...
Bola Dunia
Ajax Amsterdam Incar Kiper Inter Milan hingga Mantan Bintang Barcelona, Posisi Maarten Paes Terancam!
Rekomendasi
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Kemenag Buka Beasiswa...
Kemenag Buka Beasiswa INSIGHT Scholarship bagi Mahasiswa Internasional yang Ingin Kuliah di PTKIN
Berita Terkini
Kursi Suporter Kosong...
Kursi Suporter Kosong Melompong di Piala Dunia 2026, FIFA Ngeles Manipulasi Jumlah Penonton
Amerika Serikat Permak...
Amerika Serikat Permak Paraguay 4-1: Folarin Balogun Cetak Brace
Piala Dunia 2026 Berpotensi...
Piala Dunia 2026 Berpotensi Jadi Panggung Terakhir Luka Modric
Michael Oliver Mendadak...
Michael Oliver Mendadak Dicoret di Laga Pertama Piala Dunia 2026, Ada Apa?
AS vs Paraguay: Tuan...
AS vs Paraguay: Tuan Rumah Unggul Tipis
Perbandingan Harga Tiket...
Perbandingan Harga Tiket Piala Dunia 2022 vs 2026 Bikin Melongo: Final Tembus Rp113 Juta
Infografis
10 Tokoh Dianugerahi...
10 Tokoh Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved