alexametrics

Petinggi Yakin Man City Lolos dari Tuduhan FFP

loading...
Petinggi Yakin Man City Lolos dari Tuduhan FFP
CEO Manchester City, Khaldoon Al Mubarak, meyakini pihaknya akan memenangkan dalam penyelidikan UEFA terkait tuduhan pelanggaran Financial Fair Play (FFP) / Istimewa
A+ A-
MANCHESTER - CEO Manchester City, Khaldoon Al Mubarak, meyakini pihaknya akan memenangkan dalam penyelidikan UEFA terkait tuduhan pelanggaran Financial Fair Play (FFP), yang dilaporkan surat kabar Jerman, Der Spiegel, tahun lalu. Dikatakannya, jika prosesnya dinilai berdasarkan fakta, maka The Citizens bakal terhindar dari sanksi larangan tampil di Liga Champions musim depan.

"Apakah saya tidak nyaman? Tidak. Saya menghormati badan pengawas yang melakukan pekerjaan mereka dan setiap proses pengaturan yang mengajukan pertanyaan. Kita harus merespons secara profesional, apa yang telah kita lakukan. Kita berurusan dengan masing-masing entitas ini sesuai prosesnya, kita punya jawaban yang jelas," kata Al Mubarak dikutip dari Sky Sports, Senin (27/5/2019).

"Saya percaya, jika prosesnya dinilai berdasarkan fakta maka tidak diragukan lagi kita akan menang. Jika ini bukan tentang fakta dan ini tentang hal-hal lain, maka itu adalah percakapan yang berbeda."



City sebelumnya dilaporkan terancam batal tampil di Liga Champions jika UEFA memutuskan klub berjuluk The Citizens tersebut bersalah. Namun, klub yang bermarkas di Etihad itu masih punya waktu untuk mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga untuk melakukan pembelaan atas tuduhan tersebut.

Tak hanya mengomentari perihal hasil investigasi yang bakal diumumkan UEFA saja. Al Mubarak juga merasa terganggu dengan tuduhan yang disampaikan Presiden La Liga Spanyol, Javier Tebas, yang mengatakan bahwa City telah menghancurkan sepak bola Eropa.

Sebelumnya, Tebas sempat menyindir dua klub kaya Eropa, yakni City dan Paris Saint Germain (PSG) telah mencapai kesuksesan dalam beberapa tahun terakhir berkat pengeluaran finansial yang tidak masuk akal. Dua kesebelasan top Eropa ini bahkan beberapa kali dinilai Tebas lolos dari aturan FFP.

"Ada kemunafikan dalam pernyataan yang ironis. Saya pikir ada sesuatu yang sangat salah membawa etnisitas ke dalam perbincangan ini," ujar Al Mubarak. "Ini buruk. Saya pikir caranya (Tebas) menggabungkan permasalahan tim (City dan PSG) karena etnisitas. Sejujurnya itu sangat mengganggu."

Menanggapi komentar Tebas tentang pengeluaran, Al Mubarak menambahkan: "Nomor satu, mari kita lihat liga Spanyol, saat memecahkan rekor akuisisi pemain, maksud saya, siapa yang memulai itu? Mari kita kembali ke catatan dunia, Figo, Zidane. Anda tahu, sejarah, Anda harus melihat kembali sejarah La Liga, liga yang didominasi oleh dua klub dan Tuan Tebas harus melihat kembali sejarah liga itu dan bagaimana distorsi telah terjadi sepanjang zaman."

"Dan kemudian Anda melihat kembali transfer. Dalam 10 transfer teratas sepanjang masa, Manchester City tidak memiliki satu pemain pun, tidak satu pun. Jadi saya tidak terlalu menganggapnya serius dan saya meminta para penggemar kami untuk selalu menempatkan itu dalam konteks. Saya pikir orang-orang dengan rumah kaca tidak boleh melempar batu. Saya senang berbicara dengan siapa pun asalkan percakapan itu tentang fakta, tetapi begitu kita mulai berbicara tentang sindiran dan berbicara tentang teori, saya tidak punya waktu untuk itu," pungkas Al Mubarak.
(bbk)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak