Tinggalkan Barca saat Krisis, Messi Dicap Miskin Rasa Hormat
Rabu, 26 Agustus 2020 - 21:04 WIB
loading...
Lionel Messi dinilai tak memiliki rasa hormat karena ingin meninggalkan klub saat dalam situasi krisis/Foto/Marca.com
A
A
A
BARCELONA - Kandidat Presiden Barcelona Toni Freixa menilai Lionel Messi tak memiliki rasa hormat karena ingin meninggalkan klub saat dalam situasi krisis. Namun, Freixa, mantan direktur Barcelona, tak khawatir jika Messi meninggalkan Camp Nou.
Messi mengejutkan dunia sepak bola dengan keputusannya menyudahi kontrak dengan Barcelona. Bintang Argentina itu menyampaikan keputusannnya, Selasa (25/8/2020). (Baca juga: Beckham Manfaatkan Situasi Sulit Messi dan Suarez di Barcelona ).
Kontrak pemain berusia 33 tahun itu berakhir Juni 2021, namun dia punya klausul dalam kontrak yang memungkinkan dia hengkang dengan status bebas transfer pada akhir musim 2019/2020.
Tapi, Freixa mengklaim Messi tidak menghormati klub raksasa La Liga tersebut. Freixa, mantan direktur Barcelona , percaya bahwa kehilangan Messi tidak akan menjadi akhir dunia. Messi bisa dijual dengan baik. (Baca juga: Pemain Barcelona Tak Terkejut Lionel Messi Tinggalkan Camp Nou ).
"Saya tidak terlalu khawatir dengan kepergian Messi karena semuanya akan berakhir," kata Freixa kepada Radio Marca. "Yang perlu mendapat sorotan adalah dia melakukannya dengan cara yang tidak menguntungkan dan tanpa menghormati klub."
Messi bermaksud mengaktifkan klausul dalam kontraknya yang akan memungkinkannya pindah ke klub lain secara gratis. Namun, Barcelona percaya bahwa tanggal kedaluwarsa untuk opsi itu telah berakhir pada bulan Juni. Artinya, klub yang menginginkan Messi harus memenuhi klausul pelepasan senilai 700 juta euro atau Rp12,1 triliun. (Baca juga: Lionel Messi Resign, Suporter Desak Direksi Barcelona Mundur ).
Dengan demikian, ini bisa berarti kisah terbesar dalam sejarah sepak bola bisa berakhir dengan sengketa hukum antara salah satu pemain terhebat sepanjang masa melawan klub yang selalu dia wakili. (Baca juga: Lionel Messi Dapat Dukungan untuk Tinggalkan Barcelona ).
Messi mengejutkan dunia sepak bola dengan keputusannya menyudahi kontrak dengan Barcelona. Bintang Argentina itu menyampaikan keputusannnya, Selasa (25/8/2020). (Baca juga: Beckham Manfaatkan Situasi Sulit Messi dan Suarez di Barcelona ).
Kontrak pemain berusia 33 tahun itu berakhir Juni 2021, namun dia punya klausul dalam kontrak yang memungkinkan dia hengkang dengan status bebas transfer pada akhir musim 2019/2020.
Tapi, Freixa mengklaim Messi tidak menghormati klub raksasa La Liga tersebut. Freixa, mantan direktur Barcelona , percaya bahwa kehilangan Messi tidak akan menjadi akhir dunia. Messi bisa dijual dengan baik. (Baca juga: Pemain Barcelona Tak Terkejut Lionel Messi Tinggalkan Camp Nou ).
"Saya tidak terlalu khawatir dengan kepergian Messi karena semuanya akan berakhir," kata Freixa kepada Radio Marca. "Yang perlu mendapat sorotan adalah dia melakukannya dengan cara yang tidak menguntungkan dan tanpa menghormati klub."
Messi bermaksud mengaktifkan klausul dalam kontraknya yang akan memungkinkannya pindah ke klub lain secara gratis. Namun, Barcelona percaya bahwa tanggal kedaluwarsa untuk opsi itu telah berakhir pada bulan Juni. Artinya, klub yang menginginkan Messi harus memenuhi klausul pelepasan senilai 700 juta euro atau Rp12,1 triliun. (Baca juga: Lionel Messi Resign, Suporter Desak Direksi Barcelona Mundur ).
Dengan demikian, ini bisa berarti kisah terbesar dalam sejarah sepak bola bisa berakhir dengan sengketa hukum antara salah satu pemain terhebat sepanjang masa melawan klub yang selalu dia wakili. (Baca juga: Lionel Messi Dapat Dukungan untuk Tinggalkan Barcelona ).
Lihat Juga :