alexametrics

Jelang Olimpiade Tokyo 2020

Virus Corona Timbulkan Kepanikan dan Dampak Ekonomi

loading...
Virus Corona Timbulkan Kepanikan dan Dampak Ekonomi
Panitia Olimpiade Tokyo 2020 sudah bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menghadapi kemungkinan penularan mematikan terkait munculnya wabah virus corona di China / Foto: Olympic
A+ A-
TOKYO - Panitia Olimpiade Tokyo 2020 sudah bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menghadapi kemungkinan penularan mematikan terkait munculnya wabah virus corona di China telah menimbulkan kekhawatiran akan pandemi global. Dalam pernyataan resminya seperti dikutip dari New Straits Times, Sabtu (25/1), ini merupakan salah satu upaya untuk menyelenggarakan pertandingan yang aman dan terjamin.

"Penanggulangan terhadap penyakit menular merupakan bagian penting dari rencana kami untuk menyelenggarakan pertandingan yang aman dan terjamin," kata Tokyo 2020 dalam sebuah pernyataan.

Sekadar informasi, China telah menutup 18 kota ketika negara itu berjuang untuk membendung dan mengatasi virus corona jenis baru, 2019-nCoV, yang hingga hari ini sudah menewaskan 41 orang. Lebih dari 1.300 temuan kasus virus telah dikonfirmasi di China dan beberapa negara. (Baca juga: Kronologi Teror Maut Virus Corona: Dari Buruk Menjadi Lebih Buruk)



Akibat wabah virus Corona ini, pertandingan kualifikasi Olimpiade 2020 untuk cabang olahraga tinju yang seharusnya berlangsung di Wuhan pada awal Ferbruari mendatang terpaksa dibatalkan. Selain itu, kualifikasi untuk cabang olahraga sepak bola wanita juga akhirnya dipindahkan ke Nanjing.

"Kita harus sangat berhati-hati tentang penyakit menular seperti apa yang akan muncul di Olimpiade Tokyo. Pada pertemuan massal semacam ini, risiko meningkat yang dapat ditularkan melalui penyakit menular dan bakteri resisten," jelas Kazuhiro Tateda selaku Presiden Asosiasi Penyakit Menular Jepang.

Bahaya kepanikan publik dan dampak ekonomi yang diakibatkan virus Corona mungkin lebih besar daripada penyakit itu sendiri. Itu sebagaimana disampaikan Profesor mikrobiologi dari Universitas Kindai, Ikuo Tsunoda.

Dia membandingkannya dengan ketakutan terhadap penyakit sapi gila di awal tahun 2000-an yang mendorong Jepang untuk melarang impor daging sapi dari Amerika Serikat dan negara-negara lain meskipun sedikit bukti penularan manusia. "Virus corona ini, tentu saja agak mematikan, tetapi informasi yang tidak pasti atau tidak akurat menyebar begitu cepat," kata Tsunoda.

"Daripada virus itu sendiri, rumor membuat publik panik, dan itu menyebabkan kekacauan," pungkas Tsunoda.

Ini bukan kali pertama, virus mengganggu persiapan Olimpiade. Empat tahun lalu atau tepat saat Brasil menjadi tuan rumah Olimpiade Rio de Janeiro 2016, persiapan mereka juga terganggu lantaran adanya virus Zika.

Pejabat kesehatan AS menyatakan bahwa virus Zika dapat tertular melalui hubungan seks tanpa kondom dengan orang yang terinfeksi. Virus ini dapat menyebabkan microcephaly, sebuah kondisi cacat lahir yang ditandai dengan ukuran kepala mengecil. Virus ini juga menyebabkan kelainan otak yang parah dan masalah perkembangan bayi.

Beberapa pejabat kesehatan meminta penundaan atau pemindahan Olimpiade di Brasil. Namun, panitia akhirnya tetap menjalankan event empat tahunan ini sesuai jadwal.
(bbk)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak