Pandemi Virus Corona Membuat 177 Juta Pounds Menguap dari Liga Primer

Rabu, 15 April 2020 - 11:25 WIB
loading...
Pandemi Virus Corona...
Tidak adanya kompetisi membuat klub-klub menghadapi kerugian gabungan hingga 177 juta poundsterling dari tiket musiman dan hotel. Foto/Ilustrasi
A A A
LONDON - Pandemi Covid-19 benar-benar menampar perekonomian sepak bola Inggris, terutama Liga Primer. Tidak adanya kompetisi membuat klub-klub menghadapi kerugian gabungan hingga 177 juta poundsterling dari tiket musiman dan hotel.

Analisis yang dilakukan Sportsmail mengungkapkan bahwa 20 klub papan atas memproyeksikan pendapatan pertandingan sekitar 708 juta musim ini. Namun, hampir seperempat dari yang ditetapkan tersebut akan hilang sebagai akibat terhentinya kompetisi.

Untuk menghindari risiko kerugian besar, berbagai rencana diberlakukan untuk memulai kembali musim ini, Juli nanti, dengan menggelar pertandingan secara tertutup. Skenario ini membuat klub bertanggung jawab untuk menawarkan pengembalian uang kepada penggemar dan klien-klien yang tidak dapat hadir ke stadion.

Solusi lainnya adalah klub berusaha mempertahankan tingkat kas mereka dalam jangka pendek dengan menawarkan diskon seperti tiket musim depan, dengan harapan penggemar dapat kembali menyaksikan pertandingan di stadion. Namun, apa pun yang terjadi, klub-klub ingin mengambil manfaat yang signifikan.

Analisis Liga Primer sendiri telah menginformasikan kepada kapten masing-masing tim pada conference call pekan lalu, bahwa klub berpotensi kehilangan 1,137miliar poundsterling secara keseluruhan akibat dampak pandemi Covid-19. Namun, sebagian besar dari angka itu berasal dari liga yakni 762 juta poundsterling yang diklaim akan jatuh tempo untuk pemegang hak siar jika musim dibatalkan.

Memang, Sky Sports telah mengindikasikan bahwa mereka tidak akan meminta pengembalian uang atas pertandingan senilai 371 juta poundsterling yang sejauh ini telah ditunda bahkan jika musim dibatalkan, seperti yang dilaporkan Sportsmail akhir pekan lalu.

Namun, prospek untuk mengembalikan uang tiket kepada penggemar adalah kekhawatiran nyata untuk semua klub. Sebagian besar bahkan semua klub sudah mengalami kerugian karena penangguhan tiket musim dan koorporasi penjualan untuk musim depan.

Alarm waspada jelas menyelimuti klub-klub besar. Meskipun memiliki aliran pendapatan lain, mereka akan terkena dampak paling besar akibat hilangnya pendapatan tiket. Manchester United (MU) misalnya. The Red Devils yang menghasilkan lebih dari 110 juta poundsterling pada hari-hari pertandingan musim lalu, setidaknya seperempatnya kini dalam bahaya.

Selain itu, Arsenal, Liverpool, dan Tottenham yang semuanya menghasilkan lebih dari 80 juta poundsterling dalam penjualan tiket dan hotel, dengan kerugian langsung sekitar 20 juta poundsterling. Hal itu menjadi alasan mengapa Liverpool dan Tottenham mengambil keputusan kontroversial dengan mengorbankan staf nonpemain, walaupun akhirnya dibatalkan.

Terbaru, Tottenham membatalkan menggunakan skema pemotongan gaji pemerintah terhadap staf nonpemainnya setelah mendapatkan kritikan dari fans, Senin (13/4). Sebuah pernyataan Spurs bahwa staf nonpemain akan menerima 100% dari gaji mereka untuk April dan Mei. Hanya, anggota dewan sekarang akan mendapatkan pengurangan gaji, termasuk ketua The Lilywhites, Daniel Levy, yang mendapatkan penghasilan 7 juta poundsterling tahun lalu.

“Kami menyesali kekhawatiran yang disebabkan selama krisis dan berharap pekerjaan ini yang akan dilihat pendukung kami dalam beberapa minggu mendatang, karena stadion kami memiliki tujuan yang sama sekali baru. Pendukung akan bangga dengan klub mereka,” ungkap Levy dilansir bbc.

Keputusan klub membatalkan pemotongan gaji staf nonpemain mendapatkan sambutan positif dari fans yang tergabung dalam Tottenham Hotspur Supporters' Club (THST). Mereka mengucapkan terima kasih kepada jajaran direksi yang telah mendengarkan aspirasi orang-orang yang mencintai klub.

“Ini adalah langkah pertama, tetapi langkah besar dalam memulihkan hubungan antara penggemar dan klub. Kami berterima kasih kepada klub karena telah menemukan solusi terbaik,” terang THST.

Sementara itu, klub-klub yang lebih kecil cenderung memiliki lebih sedikit kehilangan dalam hal penerimaan pendapatan dan jauh lebih bergantung pada pendapatan siaran sehingga dapat terus beroperasi relatif aman asalkan kompetisi bisa dilanjutkan.

AFC Bournemouth, Burnley, dan Watford, misalnya, mereka hanya mendapatkan kurang dari 10 juta poundsterling dalam penjualan tiket musim lalu. Jauh lebih kecil dibandingkan dari pendapatan hak siar televisi, yakni 100 juta poundsterling.

Beberapa biaya siaran pertandingan diberikan sesuai dengan posisi kompetisi dan penampilan di televisi, tetapi distribusi tetap relatif adil dan kesenjangan dalam tingkat pendapatan antara tim jauh lebih sedikit daripada angka yang sesuai untuk tiket dan pendapatan komersial.

Manchester City (Man City) menerima paling banyak keuntungan dari hak siar televisi dan hadiah uang musim lalu 147,5 juta poundsterling. Namun, klub terbawah Huddersfield Town, juga dibayar 93,6 juta poundsterling oleh pemegang hak siar.

Ketakutan terbesar bagi semua klub adalah bahwa masalah penjualan tiket akan memburuk, karena tidak ada jaminan bahwa penggemar akan diizinkan masuk ke dalam stadion musim berikutnya dan banyak yang mungkin memilih untuk menjauh karena alasan kesehatan atau keuangan.

Itu artinya, kebanggaan Liga Primer memperjuangkan terisinya stadion lebih dari 95% selama beberapa tahun terakhir harus bersiap, karena kapasitas sebesar itu tidak lagi dapat dijamin. (Alimansyah)
(yuds)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Conor Benn Marah Cuma...
Conor Benn Marah Cuma Draw Lawan Eks Bintang Liga Primer Inggris
Tampil di Laga ke-100,...
Tampil di Laga ke-100, Gol Diogo Jota Amankan Liverpool di Puncak Klasemen
Arne Slot Singgung Masalah...
Arne Slot Singgung Masalah Kontrak, Mohamed Salah Makin Menyala Bersama Liverpool
Jadwal Liga Inggris...
Jadwal Liga Inggris Sabtu 5 Oktober 2024: Liverpool, Man City dan Arsenal Berebut Puncak
Liverpool Hancurkan...
Liverpool Hancurkan Bournemouth 3-0, Kuasai Puncak Klasemen Liga Inggris
Derby London Utara,...
Derby London Utara, Arsenal Sikat Tottenham Hotspurs 1-0
Sempat Dirawat Intensif,...
Sempat Dirawat Intensif, 2 Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dunia
Aston Villa Gebuk Arsenal,...
Aston Villa Gebuk Arsenal, Toreh Rekor Kandang Fantastis !
Sayur ! Man United Keok...
Sayur ! Man United Keok Dibantai Bournemouth 0-3 di Old Trafford
Special Bola
Bracket Mudah, Timnas...
Bola Dunia
Bracket Mudah, Timnas Argentina Dibantu FIFA agar Juara Piala Dunia 2026?
Hong Myung-bo Mundur...
Bola Dunia
Hong Myung-bo Mundur dari Jabatan Pelatih Timnas Korea Selatan Usai Gagal Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026, Langsung Dikritik Presiden!
Baru 21 Tahun, Victor...
Liga Indonesia
Baru 21 Tahun, Victor Dethan Dijadikan Andalan Shin Tae-yong di Persija Jakarta?
Rekomendasi
Soroti Kematian Dokter...
Soroti Kematian Dokter Icha, DPR Minta Kemenkes dan Polisi Usut Tuntas
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Berita Terkini
Saat Negeri Hoki Demam...
Saat Negeri Hoki Demam Sepak Bola
HKBP 165 Padel Series...
HKBP 165 Padel Series III Bekasi Tarik Antusias 140 Peserta, Siap Berlanjut ke Bandung
Pelatih Korea Selatan...
Pelatih Korea Selatan Hong Myung-bo Mundur usai Negaranya Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Kontroversi Warnai Laga...
Kontroversi Warnai Laga Perdana Babak 32 Besar, Pakar Wasit Sebut Kanada Seharusnya Dapat Penalti
5 Fakta Kanada Lolos...
5 Fakta Kanada Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 usai Singkirkan Afrika Selatan
Afrika Selatan Tersingkir,...
Afrika Selatan Tersingkir, Kanada Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Infografis
Lebih dari 1 Juta Tentara...
Lebih dari 1 Juta Tentara Ukraina Tewas dan Terluka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved