Pengacara Mendiang Maradona Tuding Ada Kebodohan Kriminal
Kamis, 26 November 2020 - 21:54 WIB
loading...
A
A
A
Operasi di Klinik Olivos pada 4 November lalu, menurut dia, didasarkan pada pemeriksaan yang tidakbenar sehingga mantan pemain Barcelona dan Napoli itu tidak menerima perawatan seharusnya. "Saya tidak tahu mengapa sangat mendesak dilakukan operasi, saya memiliki banyak keraguan,” tandasnya. (Baca Juga: Kematian Maradona, Kematian Tuhan La Iglesia Maradoniana)
Selain itu, dia menyampaikan jika Maradona memang hidup dalam keadaan depresi parah selama beberapa hari terakhir. "Diego sangat sedih. Psikolognya menelepon saya memberi tahu bahwa semangat mantan pesepak bola itu rendah. Seorang wanita yang dekat dengannya mengatakan kepada saya dia merasa sangat tertekan, tertekan, dan bahwa dia mengklaim bahwa 'dia tidak punya pekerjaan lain dalam hidup,” tambahnya.
Maradona meninggal dunia akibat henti jantung di rumahnya, Rabu (25/11/2020) malam WIB. Mantan pemain Barcelona dan Napoli ini meninggal di usia 60 tahun. Sebagai bentuk penghormatan terhadap Maradona, pemerintah Argentina menetapkan tiga hari berkabung nasional.
Selain itu, dia menyampaikan jika Maradona memang hidup dalam keadaan depresi parah selama beberapa hari terakhir. "Diego sangat sedih. Psikolognya menelepon saya memberi tahu bahwa semangat mantan pesepak bola itu rendah. Seorang wanita yang dekat dengannya mengatakan kepada saya dia merasa sangat tertekan, tertekan, dan bahwa dia mengklaim bahwa 'dia tidak punya pekerjaan lain dalam hidup,” tambahnya.
Maradona meninggal dunia akibat henti jantung di rumahnya, Rabu (25/11/2020) malam WIB. Mantan pemain Barcelona dan Napoli ini meninggal di usia 60 tahun. Sebagai bentuk penghormatan terhadap Maradona, pemerintah Argentina menetapkan tiga hari berkabung nasional.
(ruf)
Lihat Juga :