Kecewa Pengaruhi Keputusan Dovizioso Pamit dari Ducati dan MotoGP
Jum'at, 27 November 2020 - 17:01 WIB
loading...
Kolaborasi Andrea Dovizioso dan tim Ducati berakhir di musim ini, setelah delapan tahun yang panjang. Pembalap berjuluk Little Dragon itu juga pamit dari kejuaraan dunia MotoGP lantaran tidak mendapatkan tawaran dari tim lain / Foto: Corsedimoto
A
A
A
BOLOGNA - Kolaborasi Andrea Dovizioso dan tim Ducati berakhir di musim ini, setelah delapan tahun yang panjang. Pembalap berjuluk Little Dragon itu juga pamit dari kejuaraan dunia MotoGP lantaran tidak mendapatkan tawaran dari tim lain untuk mengendarai kuda besi pada tahun depan.
Selama bersama Ducato, Tiga kali runner up MotoGP sudah mengumpulkan 14 kemenangan dan enam posisi terdepan. Tapi kekecewaan yang begitu besar membuat Dovi memutuskan untuk tidak melanjutkan masa depannya bersama Ducati.
Di musim ini, Dovizioso hanya mampu menempati posisi keempat pada klasemen sementara MotoGP. Terlepas dari pengalaman Dovi dan chief engineernya Alberto Giribuola, tak ada yang bisa dilakukan untuk memanfaatkan semua potensi pengereman, kelebihan dari pembalap kelahiran 1986 itu. (Baca juga: Tak Ada yang Abadi di Dunia, Termasuk Valentino Rossi )
Ada ketidaksesuaian yang harus diikuti dalam evolusi Merah. Ketika Dovi mengajukan permintaan, dia mendapati dirinya berada di depan tembok yang tidak bisa dilewati, ia tidak pernah merasa cukup dimanjakan setelah delapan tahun mengabdi pada tim asal Italia tersebut. (Baca juga: Cuti dari MotoGP, Dovizioso Tekuni Hobi Motorcross )
"Sulit untuk mengingat situasi delapan dan tujuh tahun lalu. Tapi saya bisa mengingatnya dengan baik. Makanya saya bisa bilang saya sangat senang. Kami tidak berhasil memenangkan gelar, tetapi kami memiliki peluang yang sempurna," ungkap Dovizioso dikutip dari Corsedimoto, Jumat (27/11/2020).
Selama bersama Ducato, Tiga kali runner up MotoGP sudah mengumpulkan 14 kemenangan dan enam posisi terdepan. Tapi kekecewaan yang begitu besar membuat Dovi memutuskan untuk tidak melanjutkan masa depannya bersama Ducati.
Di musim ini, Dovizioso hanya mampu menempati posisi keempat pada klasemen sementara MotoGP. Terlepas dari pengalaman Dovi dan chief engineernya Alberto Giribuola, tak ada yang bisa dilakukan untuk memanfaatkan semua potensi pengereman, kelebihan dari pembalap kelahiran 1986 itu. (Baca juga: Tak Ada yang Abadi di Dunia, Termasuk Valentino Rossi )
Ada ketidaksesuaian yang harus diikuti dalam evolusi Merah. Ketika Dovi mengajukan permintaan, dia mendapati dirinya berada di depan tembok yang tidak bisa dilewati, ia tidak pernah merasa cukup dimanjakan setelah delapan tahun mengabdi pada tim asal Italia tersebut. (Baca juga: Cuti dari MotoGP, Dovizioso Tekuni Hobi Motorcross )
"Sulit untuk mengingat situasi delapan dan tujuh tahun lalu. Tapi saya bisa mengingatnya dengan baik. Makanya saya bisa bilang saya sangat senang. Kami tidak berhasil memenangkan gelar, tetapi kami memiliki peluang yang sempurna," ungkap Dovizioso dikutip dari Corsedimoto, Jumat (27/11/2020).
Lihat Juga :