Quartararo Digadang-gadang Jadi The Next Marc Marquez
Selasa, 12 Januari 2021 - 17:02 WIB
loading...
Fabio Quartararo dipandang sebagai pembalap muda potensial di MotoGP/Foto/yamaha
A
A
A
BRNO - Fabio Quartararo dipandang sebagai pembalap muda potensial di MotoGP. Mantan pembalap Karel Abraham menilai masa depan pembalap asal Prancis itu sangat cerah. Abraham bahkan meramalkan Quartararo bisa menjadi the next Marc Marquez dan Valentino Rossi .
Penilaian Abraham tidak sembarangan, sebab Quartararo terus menyuguhkan penampilan apik di MotoGP. Sejak debut pada 2019, aksi pembalap berusia 21 tahun itu bisa langsung gemilang. (Baca juga: Nahasnya Pierre Cherpin Korban Pertama Keganasan Reli Dakar ).
El Diablo -julukan Quartararo- bahkan bisa bersaing memperebutkan melawan Marc Marquez di sejumlah seri. Meski pada akhirnya, dia gagal memetik kemenangan perdananya di kelas MotoGP pada musim debutnya.
Baru pada 2020, Quartararo meraih kemenangan di seri pembuka. Tak hanya sekali, dia total mendapatkan tiga kemenangan di gelaran MotoGP 2020. (Baca juga: Konsistensi Kunci Keberhasilan Joan Mir Juara Dunia MotoGP ).
Namun, hasil ini belum cukup membawanya merebut gelar juara perdana di kelas MotoGP. Hal itu terjadi karena dia gagal menjaga konsistensi hingga akhir musim.
Penilaian Abraham tidak sembarangan, sebab Quartararo terus menyuguhkan penampilan apik di MotoGP. Sejak debut pada 2019, aksi pembalap berusia 21 tahun itu bisa langsung gemilang. (Baca juga: Nahasnya Pierre Cherpin Korban Pertama Keganasan Reli Dakar ).
El Diablo -julukan Quartararo- bahkan bisa bersaing memperebutkan melawan Marc Marquez di sejumlah seri. Meski pada akhirnya, dia gagal memetik kemenangan perdananya di kelas MotoGP pada musim debutnya.
Baru pada 2020, Quartararo meraih kemenangan di seri pembuka. Tak hanya sekali, dia total mendapatkan tiga kemenangan di gelaran MotoGP 2020. (Baca juga: Konsistensi Kunci Keberhasilan Joan Mir Juara Dunia MotoGP ).
Namun, hasil ini belum cukup membawanya merebut gelar juara perdana di kelas MotoGP. Hal itu terjadi karena dia gagal menjaga konsistensi hingga akhir musim.
Lihat Juga :