Jaga Kekompakan, Tim Futsal Maluku Utara Gelar Game Ringan

loading...
Jaga Kekompakan, Tim Futsal Maluku Utara Gelar Game Ringan
Tim PON Futsal Maluku Utara (Malut) menyiasati persiapan di masa masa pandemi Covid-19 dengan memodifikasi ritme latihan/Foto/SINDOnews
JAKARTA - Tim PON Futsal Maluku Utara (Malut) menyiasati persiapan di masa masa pandemi Covid-19 dengan memodifikasi ritme latihan. Selama pandemi tim bisa dibilang tidak melakukan latihan rutin karena situasi daerah yang termasuk zona merah penyebaran Covid-19.

Perubahan ritme latihan pun harus dilakukan tim. Menurut Manager Tim PON Futsal Maluku Utara Firman Jayadilaga, tim beberapa kali melakukan game-game ringan untuk menjaga kekompakan dan fisik pemain.

Baca juga: Persiapan Terganjal Covid-19, Tim Futsal Papua Incar Emas di PON 2021 .Dalam perispan menuju PON Papua yang dihelat pada Oktober 2021, Firman berpendapat lawan terberat adalah tim tuan rumah Papua yang diperkuat beberapa pemain timnas, juga tim Jawa Barat yang berstatus juara bertahan.

Pada Babak Kualifikasi PON XX Papua yang di selenggarakan di GOR ITB Jatinangor, Tim PON Futsal Maluku Utara tergabung di Grup H bersama Papua Barat, Maluku, serta Sulawesi Utara. Maluku Utara kembali meraih tiket ke Papua dengan raihan 7 poin berkat 2 Kemenangan dan 1 hasil Seri.



Baca juga: Guardiola Beberkan Kunci Sukses Man City Hancurkan Everton ."Melihat kekuatan tim lain pada Pra-PON kemarin, Malut optimistis bisa mempertahankan Medali Perak yang di raih sebelumnya atau minimal masuk empat besar, tentunya dengan kerja keras dan upaya maksimal," kata Firman.

Untuk program training center selama periode Maret–Juni 2021, pihaknya akan fokus di Ternate, sambil melihat perkembangan kondisi situasi pandemi. Tetapi, training center selanjutnya direncanakan dilanjutkan ke Jakarta sambil melatih uji tanding dengan beberapa klub pro yang ada di Jakarta.
Baca juga: Atletico Gagal Kalahkan Levante, Simeone Salahkan Pertahanan Lawan .

Ketua Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Maluku Utara, Aldhy Ali menambahkan, tim masih melaksanakan latihan mandiri di daerah, direncanakan setelah Lebaran akan melaksanakan training center di Bandung dan Yogyakarta.



"Selain itu, waktu latihan yang biasa dilaksanakan tiap sore sekarang diubah menjadi seminggu hanya tiga atau empat kali latihan. Kendala yang dihadapai saat ini adalah kurang maksimalnya persiapan di karenakan adanya pembatasan sosial," beber Aldhy.
halaman ke-1 dari 3
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top