Ngotot Gelar Olimpiade, IOC Jadi Bulan-bulanan Netizen Jepang
Selasa, 25 Mei 2021 - 06:03 WIB
loading...
A
A
A
"Apakah dia mengatakan bahwa keselamatan, kesehatan, dan kehidupan orang Jepang harus dikorbankan untuk Olimpiade?" kata salah satu pengguna Twitter dikutip dari laman Guardian, Senin (24/5/2021).
“Mengapa orang di Jepang harus berkorban untuk Olimpiade selama pandemi? Ini jelas tidak bisa diterima,” ucap akun lain.
Bukan hanya itu, kritik juga datang dari Kepala Eksekutif SoftBank Group, Masayoshi Son. Dalam postingan Twitter-nya, Son menanggapi perihal denda yang dimungkinkan dikenakan bila olimpiade dibatalkan.
Menurutnya, denda tersebut masih jauh lebih murah dibanding kerugian bila terjadinya persebaran Covid-19 yang lebih luas selama pergelaran olimpiade. Bukan hanya berdampak buruk bagi keuangan negara, namun hilangnya nyawa bisa semakin mungkin terjadi.
“Ada pembicaraan tentang penalti besar (jika Olimpiade dibatalkan). Tetapi jika 100.000 orang dari 200 negara turun ke Jepang yang lamban vaksin dan varian mutan menyebar, nyawa bisa hilang. Subsidi dapat terjadi jika keadaan darurat dipanggil, dan produk domestik bruto bisa turun. Jika kita mempertimbangkan apa yang harus ditanggung publik, saya pikir kita bisa memiliki lebih banyak kerugian,” ucap miliarder telekomunikasi ini.
“Mengapa orang di Jepang harus berkorban untuk Olimpiade selama pandemi? Ini jelas tidak bisa diterima,” ucap akun lain.
Bukan hanya itu, kritik juga datang dari Kepala Eksekutif SoftBank Group, Masayoshi Son. Dalam postingan Twitter-nya, Son menanggapi perihal denda yang dimungkinkan dikenakan bila olimpiade dibatalkan.
Menurutnya, denda tersebut masih jauh lebih murah dibanding kerugian bila terjadinya persebaran Covid-19 yang lebih luas selama pergelaran olimpiade. Bukan hanya berdampak buruk bagi keuangan negara, namun hilangnya nyawa bisa semakin mungkin terjadi.
“Ada pembicaraan tentang penalti besar (jika Olimpiade dibatalkan). Tetapi jika 100.000 orang dari 200 negara turun ke Jepang yang lamban vaksin dan varian mutan menyebar, nyawa bisa hilang. Subsidi dapat terjadi jika keadaan darurat dipanggil, dan produk domestik bruto bisa turun. Jika kita mempertimbangkan apa yang harus ditanggung publik, saya pikir kita bisa memiliki lebih banyak kerugian,” ucap miliarder telekomunikasi ini.
(sha)
Lihat Juga :