Jelang Paralimpiade Tokyo 2020, Pandemi Covid-19 Memburuk di Jepang
Minggu, 22 Agustus 2021 - 18:02 WIB
loading...
A
A
A
Sama seperti Olimpiade Tokyo 2020, pesta olahraga terbesar bagi penyandang disabilitas ini juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Para atlet hanya dapat memasuki Wisma Atlet Paralimpiade tak lama sebelum kompetisi mereka dimulai dan harus pergi dalam waktu 48 jam setelah kompetisi berakhir.
Para peserta dan juga tim ofisial akan diuji setiap hari untuk mengetahui terinfeksi covid-19 atau tidak. Selain itu, mereka juga dibatasi untuk berkeliling antara tempat pelatihan, lokasi pertandingan dan wisma atlet.
Langkah-langkah itu dimaksudkan untuk mencegah Paralimpiade menjadi ajang penyebaran virus besar-besaran. Jika berkaca dari penyelenggaraan Olimpiade kemarin, para pejabat mengatakan penerapan protokol kesehatan yang ketat itu berhasil.
Panitia penyelenggara juga tidak membolehkan penonton untuk hadir di venue-venue Paralimpiade sama seperti Olimpiade kemarin. Meski begitu, Ketua Komite Paralimpiade Internasinal (IPC), Andrew Parsons, mengatakan ajang ini akan tetap bisa menyerap banyak penonton lewat penyiaran di televisi dan berbagai media penyiaran lainnya.
"Tentu saja fakta bahwa kami tidak akan punya penonton di venue adalah sebuah tantangan. Tapi kami yakin kami akan menjangkau lebih dari empat miliar orang melalui penyiaran,” pungkas Parsons.
Para peserta dan juga tim ofisial akan diuji setiap hari untuk mengetahui terinfeksi covid-19 atau tidak. Selain itu, mereka juga dibatasi untuk berkeliling antara tempat pelatihan, lokasi pertandingan dan wisma atlet.
Langkah-langkah itu dimaksudkan untuk mencegah Paralimpiade menjadi ajang penyebaran virus besar-besaran. Jika berkaca dari penyelenggaraan Olimpiade kemarin, para pejabat mengatakan penerapan protokol kesehatan yang ketat itu berhasil.
Panitia penyelenggara juga tidak membolehkan penonton untuk hadir di venue-venue Paralimpiade sama seperti Olimpiade kemarin. Meski begitu, Ketua Komite Paralimpiade Internasinal (IPC), Andrew Parsons, mengatakan ajang ini akan tetap bisa menyerap banyak penonton lewat penyiaran di televisi dan berbagai media penyiaran lainnya.
"Tentu saja fakta bahwa kami tidak akan punya penonton di venue adalah sebuah tantangan. Tapi kami yakin kami akan menjangkau lebih dari empat miliar orang melalui penyiaran,” pungkas Parsons.
(sha)
Lihat Juga :