CEO ONE Champhionship Chatri Sityodtong Raih Sabuk Cokelat Brazilian Jiu-Jitsu
Kamis, 23 September 2021 - 01:34 WIB
loading...
Sityodtong membagikan berita tersebut melalui akun Facebook resminya. Dia sangat bangga menjadi seniman bela diri sejati dan percaya bahwa itulah yang membedakannya dari para pemimpin besar lainnya di dunia MMA / Foto: ONE Champhionships
A
A
A
SINGAPURA - Tak hanya pandai mengelola organisasi Mix Martial Art (MMA) level dunia, Chairman dan CEO ONE Championship Chatri Sityodtong ternyata juga jago dalam hal bela diri. Itu terbukti dengan mendapatkan sabuk coklat di Brazilian Jiu-Jitsu.
Sityodtong membagikan berita tersebut melalui akun Facebook resminya. Dia sangat bangga menjadi seniman bela diri sejati dan percaya bahwa itulah yang membedakannya dari para pemimpin besar lainnya di dunia MMA.
"Dengan perhitungan kasar saya, saya telah menghabiskan setidaknya 2.400 jam di atas matras (mungkin lebih). Ini adalah perjalanan panjang dengan banyak pasang surut (dan cedera), tetapi saya tidak akan mengubahnya," tulis Chatri dalam postingannya.
BACA JUGA: Priscilla Jagokan Itsuki Hirata Menang di Grand Prix ONE Championship
"Saya telah dijatuhkan lebih dari yang saya ingat. Saya pulang ke rumah dengan putus asa lebih dari yang saya dapat akui, dan saya ingin menyerah lebih dari yang saya dapat hitung. Tentu saja, saya bukanlah seorang murid jiu-jitsu yang paling berbakat, tetapi kecintaan saya pada seni yang lembut tidak dapat dipatahkan.”
CEO organisasi seni bela diri terbesar di dunia ini mulai berlatih BJJ pada tahun 2005, di Renzo Gracie Academy di New York City. Dua tahun kemduian, dia meraih sabuk birunya, tepat sebelum pindah ke Singapura untuk mendirikan ONE Championship dan Evolve MMA.
Setelah berada di Singapura, dan bertanggung jawab untuk menjalankan pertunjukan di ONE dan Evolve, Sityodtong melanjutkan pelatihan meskipun jadwal kerjanya yang padat, dan pada tahun 2019, dia dianugerahi sabuk ungu.
Sityodtong membagikan berita tersebut melalui akun Facebook resminya. Dia sangat bangga menjadi seniman bela diri sejati dan percaya bahwa itulah yang membedakannya dari para pemimpin besar lainnya di dunia MMA.
"Dengan perhitungan kasar saya, saya telah menghabiskan setidaknya 2.400 jam di atas matras (mungkin lebih). Ini adalah perjalanan panjang dengan banyak pasang surut (dan cedera), tetapi saya tidak akan mengubahnya," tulis Chatri dalam postingannya.
BACA JUGA: Priscilla Jagokan Itsuki Hirata Menang di Grand Prix ONE Championship
"Saya telah dijatuhkan lebih dari yang saya ingat. Saya pulang ke rumah dengan putus asa lebih dari yang saya dapat akui, dan saya ingin menyerah lebih dari yang saya dapat hitung. Tentu saja, saya bukanlah seorang murid jiu-jitsu yang paling berbakat, tetapi kecintaan saya pada seni yang lembut tidak dapat dipatahkan.”
CEO organisasi seni bela diri terbesar di dunia ini mulai berlatih BJJ pada tahun 2005, di Renzo Gracie Academy di New York City. Dua tahun kemduian, dia meraih sabuk birunya, tepat sebelum pindah ke Singapura untuk mendirikan ONE Championship dan Evolve MMA.
Setelah berada di Singapura, dan bertanggung jawab untuk menjalankan pertunjukan di ONE dan Evolve, Sityodtong melanjutkan pelatihan meskipun jadwal kerjanya yang padat, dan pada tahun 2019, dia dianugerahi sabuk ungu.
Lihat Juga :