PSM Makassar vs PSIS: Momentum Juku Eja Kembali ke Jalur Kemenangan
Senin, 22 November 2021 - 13:22 WIB
loading...
Pemain PSM Makassar selebrasi usai mencetak gol ke gawang PSS Sleman, beberapa waktu lalu. Foto: Liga Indonesia Baru
A
A
A
MAKASSAR - PSM harus menyudahi inkonsistensinya di Liga 1 . Menghadapi PSIS Semarang pada pekan 13 di Stadion Maguwoharjo, Sleman malam ini, bisa menjadi momentum Juku Eja kembali ke jalur kemenangan.
Pada lima laga terakhir, pasukan Milomir Seslija memang inkonsisten. PSM awalnya kalah 2-1 dari Borneo FC, lalu imbang 0-0 dengan Persikabo 1973. Selanjutnya Juku Eja menang meyakinkan 3-0 dari Persita, lalu kembali keok 2-0 dari Bhayangkara dan imbang lagi 2-2 dari PSS.
Baca juga:Jelang Persipura vs Persikabo di Liga 1: Tiga Poin, Laskar Padjajaran
Tak hanya itu, kemenangan juga bisa membuat PSM bisa mendekat ke papan atas. Sebab saat ini, Juku Eja bertengger di posisi 9 dengan raihan 17 poin.
Malahan jika kalah dari PSIS, PSM berpotensi tersingkir dari papan tengah ke papan bawah. Sebab Borneo FC dan PSS yang berada di bawahnya, hanya selisih 1 dan 2 poin saja dari Juku Eja.
Pelatih PSM , Milomir Seslija meminta anak asuhnya bisa fokus 90 menit. Selain mampu memanfaatkan berbagai peluang sekecil apa pun, juga tak melakukan kesalahan yang malah merugikan tim.
Apalagi di laga sebelumnya saat imbang dengan PSS, kesalahan pemain membuat PSM gagal menang. "Kita selalu maksimalkan peluang yang ada dan meminimalisir kesalahan yang kita dibuat,” kata Milo sapaannya dalam sesi konferensi pers jelang laga, kemarin.
Baca juga:Jadwal Liga 1 2021/2022 Pekan ke-13: Big Match Persija Kontra Bali United
Juru taktik asal Bosnia tersebut mengaku sudah mencermati permainan PSIS sejauh ini. Milo menilai Laskar Mahesa Jenar punya kelebihan dalam situasi serangan balik. Makanya, dia meminta timnya untuk waspada.
“Saya kira mereka (PSIS) sangat kuat dalam counter attack, mereka sangat tajam. Tiga tahun tim ini sudah bersama. Saya prediksi pertandingan besok akan keras dan sengit,” ujarnya.
Sayangnya, PSM harus kehilangan dua pilar utamanya yakni Abdul Rachman dan M Arfan. Keduanya tak bisa dimainkan pada laga nanti malam, karena terkena akumulasi kartu kuning.
“Tim kita harus siapkan energi untuk ini dan kita berusaha maksimal. Memberikan yang terbaik dan berharap dapat hasil maksimal,” terang pelatih berusia 57 tahun ini.
Baca juga:Rekor Persib Dikotori Persija, Robert Alberts Meradang
Di sisi lain, lini depan Juku Eja sedang bermasalah. Pada empat pertandingan terakhir, tak ada pemain depan PSM yang berhasil mencetak gol. Malahan yang lebih produktif ialah pemain tengah dan belakang.
Bagi Milo, hal tersebut sejatinya bukan menjadi persoalan. Terpenting ialah PSM bisa mencetak gol oleh pemain manapun dan memenangkan pertandingan.
"Bagi saya, tidak peduli siapa pun yang mencetak gol. Yang penting kami membuat peluang, memainkan sepak bola dan build up yang bagus," ungkapnya.
Pemain PSM, Sutanto Tan tak sabar menghadapi laga melawan PSIS, apalagi ia dipastikan starter. Dia pun berjanji akan memberikan performa terbaiknya, karena di laga sebelumnya tak main akibat akumulasi kartu.
Baca juga:Gagal Tuntaskan Dendam, Penggawa Persib Ancam Persija di Pertemuan Kedua
“Sebelumnya sempat akumulasi dan besok lawan PSIS sangat bersemangat karena bisa bermain lagi. Saya percaya dengan teman-teman dan ingin raih poin penuh besok. Semoga kita dapat kemenangan,” tuturnya.
Sementara itu, PSIS juga bernasib sama dengan PSM . Laskar Mahesa Jenar turut dalam suasana yang inkonsisten.
Pada lima laga terakhir, mereka juga hanya meraih sekali kemenangan yakni saat menekuk Barito 1-0. Sisanya hanya dua kali imbang dan dua kali kekalahan.
Melawan PSM, PSIS juga akan menjadikan laga ini sebagai momentum kebangkitan. Apalagi mereka berstatus sebagai tuan rumah, meski main di tempat netral.
Baca juga:Hasil Liga 1 2021/2022: Jadi Pahlawan Persija, Marko Simic Rusak Rekor Persib
“Persiapan PSIS sejauh ini sangat baik. Jelang laga lawan PSM kita selalu evaluasi. Alhamdulillah pemain sudah melupakan pertandingan kemarin dan semua fokus laga besok,” sebut Pelatih PSIS, Imran Nahumarury dalam sesi konferensi pers jelang laga, kemarin.
Raihan tiga poin akan membuat Laskar Mahesa Jenar juga tetap bersaing di papan atas. Sebab jika kalah, mereka berpotensi terhempas ke papan tengah.
Menurut Imran, PSM juga kerap melakukan serangan balik. “Ini sudah kita antisipasi dengan latihan kemarin. Hari ini terakhir kita menyiapkan pola apa saja akan diterapkan besok,” tuturnya.
Baca juga:Hasil Liga 1 2021-2022: Persebaya Penguasa Derby Suramadu
Pelatih berusia 43 tahun ini tak menampik, akan meminta anak asuhnya mewaspadai Wiljan Pluim sebagai pemain kunci Juku Eja. Sehingga bisa mematikan permainan PSM .
“Bicara PSM pasti yang diwaspadai marque playernya, Pluim. Tapi saya selalu katakan kepada pemain, PSM bukan hanya Pluim, semua pemainnya berbahaya,” tandasnya.
Pada lima laga terakhir, pasukan Milomir Seslija memang inkonsisten. PSM awalnya kalah 2-1 dari Borneo FC, lalu imbang 0-0 dengan Persikabo 1973. Selanjutnya Juku Eja menang meyakinkan 3-0 dari Persita, lalu kembali keok 2-0 dari Bhayangkara dan imbang lagi 2-2 dari PSS.
Baca juga:Jelang Persipura vs Persikabo di Liga 1: Tiga Poin, Laskar Padjajaran
Tak hanya itu, kemenangan juga bisa membuat PSM bisa mendekat ke papan atas. Sebab saat ini, Juku Eja bertengger di posisi 9 dengan raihan 17 poin.
Malahan jika kalah dari PSIS, PSM berpotensi tersingkir dari papan tengah ke papan bawah. Sebab Borneo FC dan PSS yang berada di bawahnya, hanya selisih 1 dan 2 poin saja dari Juku Eja.
Pelatih PSM , Milomir Seslija meminta anak asuhnya bisa fokus 90 menit. Selain mampu memanfaatkan berbagai peluang sekecil apa pun, juga tak melakukan kesalahan yang malah merugikan tim.
Apalagi di laga sebelumnya saat imbang dengan PSS, kesalahan pemain membuat PSM gagal menang. "Kita selalu maksimalkan peluang yang ada dan meminimalisir kesalahan yang kita dibuat,” kata Milo sapaannya dalam sesi konferensi pers jelang laga, kemarin.
Baca juga:Jadwal Liga 1 2021/2022 Pekan ke-13: Big Match Persija Kontra Bali United
Juru taktik asal Bosnia tersebut mengaku sudah mencermati permainan PSIS sejauh ini. Milo menilai Laskar Mahesa Jenar punya kelebihan dalam situasi serangan balik. Makanya, dia meminta timnya untuk waspada.
“Saya kira mereka (PSIS) sangat kuat dalam counter attack, mereka sangat tajam. Tiga tahun tim ini sudah bersama. Saya prediksi pertandingan besok akan keras dan sengit,” ujarnya.
Sayangnya, PSM harus kehilangan dua pilar utamanya yakni Abdul Rachman dan M Arfan. Keduanya tak bisa dimainkan pada laga nanti malam, karena terkena akumulasi kartu kuning.
“Tim kita harus siapkan energi untuk ini dan kita berusaha maksimal. Memberikan yang terbaik dan berharap dapat hasil maksimal,” terang pelatih berusia 57 tahun ini.
Baca juga:Rekor Persib Dikotori Persija, Robert Alberts Meradang
Di sisi lain, lini depan Juku Eja sedang bermasalah. Pada empat pertandingan terakhir, tak ada pemain depan PSM yang berhasil mencetak gol. Malahan yang lebih produktif ialah pemain tengah dan belakang.
Bagi Milo, hal tersebut sejatinya bukan menjadi persoalan. Terpenting ialah PSM bisa mencetak gol oleh pemain manapun dan memenangkan pertandingan.
"Bagi saya, tidak peduli siapa pun yang mencetak gol. Yang penting kami membuat peluang, memainkan sepak bola dan build up yang bagus," ungkapnya.
Pemain PSM, Sutanto Tan tak sabar menghadapi laga melawan PSIS, apalagi ia dipastikan starter. Dia pun berjanji akan memberikan performa terbaiknya, karena di laga sebelumnya tak main akibat akumulasi kartu.
Baca juga:Gagal Tuntaskan Dendam, Penggawa Persib Ancam Persija di Pertemuan Kedua
“Sebelumnya sempat akumulasi dan besok lawan PSIS sangat bersemangat karena bisa bermain lagi. Saya percaya dengan teman-teman dan ingin raih poin penuh besok. Semoga kita dapat kemenangan,” tuturnya.
Sementara itu, PSIS juga bernasib sama dengan PSM . Laskar Mahesa Jenar turut dalam suasana yang inkonsisten.
Pada lima laga terakhir, mereka juga hanya meraih sekali kemenangan yakni saat menekuk Barito 1-0. Sisanya hanya dua kali imbang dan dua kali kekalahan.
Melawan PSM, PSIS juga akan menjadikan laga ini sebagai momentum kebangkitan. Apalagi mereka berstatus sebagai tuan rumah, meski main di tempat netral.
Baca juga:Hasil Liga 1 2021/2022: Jadi Pahlawan Persija, Marko Simic Rusak Rekor Persib
“Persiapan PSIS sejauh ini sangat baik. Jelang laga lawan PSM kita selalu evaluasi. Alhamdulillah pemain sudah melupakan pertandingan kemarin dan semua fokus laga besok,” sebut Pelatih PSIS, Imran Nahumarury dalam sesi konferensi pers jelang laga, kemarin.
Raihan tiga poin akan membuat Laskar Mahesa Jenar juga tetap bersaing di papan atas. Sebab jika kalah, mereka berpotensi terhempas ke papan tengah.
Menurut Imran, PSM juga kerap melakukan serangan balik. “Ini sudah kita antisipasi dengan latihan kemarin. Hari ini terakhir kita menyiapkan pola apa saja akan diterapkan besok,” tuturnya.
Baca juga:Hasil Liga 1 2021-2022: Persebaya Penguasa Derby Suramadu
Pelatih berusia 43 tahun ini tak menampik, akan meminta anak asuhnya mewaspadai Wiljan Pluim sebagai pemain kunci Juku Eja. Sehingga bisa mematikan permainan PSM .
“Bicara PSM pasti yang diwaspadai marque playernya, Pluim. Tapi saya selalu katakan kepada pemain, PSM bukan hanya Pluim, semua pemainnya berbahaya,” tandasnya.
(luq)
Lihat Juga :