Transmisi via Hubungan Badan Bukan Doping, Petinju Wanita Olimpiade AS Bebas Tampil
Jum'at, 12 Juni 2020 - 18:04 WIB
loading...
Petinju wanita tim Olimpiade AS Virginia Fuchs lolos dari jeratan hukuman setelah dinyatakan bebas dari pelanggaran doping/Foto/abs-cbn.com
A
A
A
LAS VEGAS - Petinju wanita tim Olimpiade AS Virginia Fuchs lolos dari jeratan hukuman setelah dinyatakan bebas dari pelanggaran doping. Fuchs kini diperkenankan mengikuti kualifikasi untuk tiket ke Olimpiade Tokyo 2020 , tahun depan.
Kasus doping yang menjerat Fuch cukup unik. Sebelumnya, Badan Anti-Doping Amerika Serikat (USADA) dalam sebuah pernyataan menyebut Fuchs dinyatakan positif mengidap dua zat yang dilarang oleh Badan Anti-Doping Dunia (WADA) dalam uji urine di luar kompetisi pada 13 Februari. (Baca juga: Bangkit saat Covid-19, Bulu Tangkis Olahraga Ideal bagi Dunia Arab ).
Saat menyelidiki hasil tes, USADA mengetahui kekasih Fuchs telah menggunakan produk yang termasuk dua zat terlarang tersebut. Zat terlarang yang terkandung dalam urine Fuchs cocok dengan produk yang digunakan partner-nya, dan paparan itu terjadi melalui transmisi seksual.
"Jumlah rendah metabolit letrozole dan metabolit GW1516 yang terdeteksi dalam sampelnya cocok dengan paparan zat baru-baru ini melalui transmisi seksual," demikian pernyataan USADA, Kamis (12/6/2020), dilansir Reuters.
USADA mengatakan partner Fuchs telah menggunakan dosis terapi dari dua zat yang sama yang ada dalam sampel Fuch. Dengan demikian Fuchs tidak menanggung kesalahan atau kelalaian atas temuan zat terlarang yang merugikan yang terdapat dalam sampelnya yang ditransmisikan lewat hubungan badan dengan kekasihnya. Dengan demikian, petinju kelas terbang berusia 32 tahun itu tidak dilarang tampil.
"Kami sangat percaya kasus ini dan yang menyerupai ini, termasuk kontaminasi daging dan kasus kontaminasi obat resep harus dianggap tidak ada pelanggaran," kata kepala USADA Travis Tygart. (Baca juga: Joshua vs Fury Terancam Terusir dari Inggris, Ini Kata Hearn ).
Fuchs, kapten tim Olimpiade AS, kembali ke Colorado Springs pekan ini untuk kamp pelatihan pertamanya sejak awal pandemi virus corona.
Kasus doping yang menjerat Fuch cukup unik. Sebelumnya, Badan Anti-Doping Amerika Serikat (USADA) dalam sebuah pernyataan menyebut Fuchs dinyatakan positif mengidap dua zat yang dilarang oleh Badan Anti-Doping Dunia (WADA) dalam uji urine di luar kompetisi pada 13 Februari. (Baca juga: Bangkit saat Covid-19, Bulu Tangkis Olahraga Ideal bagi Dunia Arab ).
Saat menyelidiki hasil tes, USADA mengetahui kekasih Fuchs telah menggunakan produk yang termasuk dua zat terlarang tersebut. Zat terlarang yang terkandung dalam urine Fuchs cocok dengan produk yang digunakan partner-nya, dan paparan itu terjadi melalui transmisi seksual.
"Jumlah rendah metabolit letrozole dan metabolit GW1516 yang terdeteksi dalam sampelnya cocok dengan paparan zat baru-baru ini melalui transmisi seksual," demikian pernyataan USADA, Kamis (12/6/2020), dilansir Reuters.
USADA mengatakan partner Fuchs telah menggunakan dosis terapi dari dua zat yang sama yang ada dalam sampel Fuch. Dengan demikian Fuchs tidak menanggung kesalahan atau kelalaian atas temuan zat terlarang yang merugikan yang terdapat dalam sampelnya yang ditransmisikan lewat hubungan badan dengan kekasihnya. Dengan demikian, petinju kelas terbang berusia 32 tahun itu tidak dilarang tampil.
"Kami sangat percaya kasus ini dan yang menyerupai ini, termasuk kontaminasi daging dan kasus kontaminasi obat resep harus dianggap tidak ada pelanggaran," kata kepala USADA Travis Tygart. (Baca juga: Joshua vs Fury Terancam Terusir dari Inggris, Ini Kata Hearn ).
Fuchs, kapten tim Olimpiade AS, kembali ke Colorado Springs pekan ini untuk kamp pelatihan pertamanya sejak awal pandemi virus corona.
Lihat Juga :