Tolak Peluru Dihapus dari SEA Games 2021 Rugikan Indonesia, Begini Penjelasan CdM
Kamis, 05 Mei 2022 - 14:40 WIB
loading...
Tolak Peluru Dihapus dari SEA Games 2021 Rugikan Indonesia, Begini Penjelasan CdM. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
A
A
A
JAKARTA - Chief de mission (CdM) Indonesia untuk SEA Games 2021 , Ferry Kono, buka suara terkait rencana penghapusan nomor tolak peluru putri. Kata Ferry, kebijakan yang merugikan Indonesia itu belum final sehingga masih bisa diperjuangkan.
Ferry menjelaskan mengenai status nomor tolak peluru putri yang terancam terhapus karena kekurangan peserta. Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal NOC Indonesia itu menyebutkan untuk tolak peluru putri masih dalam tahap pembahasan dengan pihak penyelenggara.
Baca Juga: Selandia Baru Mundur, Amerika Serikat Tampil di Grup D Piala Thomas 2022
“Dalam aturan SEAGF, tolak peluru putri itu bisa dimainkan jika ada tiga atlet. Namun, technical handbook (THB) tertulis tiga negara. Dalam DRM (Delegation Registration Meeting) kemarin ada 3 atlet dari dua negara, yaitu Thailand dan Indonesia untuk tolak peluru putri, sehingga ini masih dalam tahap pembahasan,” jelas Ferry.
Lebih lanjut, Ferry menegaskan saat ini pihaknya tengah memaksimalkan jalur diplomasi, baik ke SEAGF serta NOC Vietnam. Ini dilakukan sebagai upaya mempertahankan nomor tolak peluru putri di SEA Games 2021.
Indonesia sendiri sudah memiliki atlet yang dipersiapkan di nomor tolak peluru putri. Adalah Eki Erawati Febri, pemegang rekor nasional di Kejuaraan Nasional 2017 dengan Catatan waktu 15,60 meter. Dia juga merupakan peraih medali emas SEA Games 2017 Kuala Lumpur dan pemilik perak di SEA Games 2019 Manila.
“NOC Indonesia masih berjuang karena hingga saat ini kami dan Thailand juga belum menerima surat resmi. Kami meminta tolak peluru putri tetap dimainkan karena secara regulasi sudah ada tiga atlet telah berlatih dan siap berlaga, sehingga atas dasar sportmanship nomor ini tetap harus dimainkan,” ujar Ferry.
Ferry menjelaskan mengenai status nomor tolak peluru putri yang terancam terhapus karena kekurangan peserta. Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal NOC Indonesia itu menyebutkan untuk tolak peluru putri masih dalam tahap pembahasan dengan pihak penyelenggara.
Baca Juga: Selandia Baru Mundur, Amerika Serikat Tampil di Grup D Piala Thomas 2022
“Dalam aturan SEAGF, tolak peluru putri itu bisa dimainkan jika ada tiga atlet. Namun, technical handbook (THB) tertulis tiga negara. Dalam DRM (Delegation Registration Meeting) kemarin ada 3 atlet dari dua negara, yaitu Thailand dan Indonesia untuk tolak peluru putri, sehingga ini masih dalam tahap pembahasan,” jelas Ferry.
Lebih lanjut, Ferry menegaskan saat ini pihaknya tengah memaksimalkan jalur diplomasi, baik ke SEAGF serta NOC Vietnam. Ini dilakukan sebagai upaya mempertahankan nomor tolak peluru putri di SEA Games 2021.
Indonesia sendiri sudah memiliki atlet yang dipersiapkan di nomor tolak peluru putri. Adalah Eki Erawati Febri, pemegang rekor nasional di Kejuaraan Nasional 2017 dengan Catatan waktu 15,60 meter. Dia juga merupakan peraih medali emas SEA Games 2017 Kuala Lumpur dan pemilik perak di SEA Games 2019 Manila.
“NOC Indonesia masih berjuang karena hingga saat ini kami dan Thailand juga belum menerima surat resmi. Kami meminta tolak peluru putri tetap dimainkan karena secara regulasi sudah ada tiga atlet telah berlatih dan siap berlaga, sehingga atas dasar sportmanship nomor ini tetap harus dimainkan,” ujar Ferry.
Lihat Juga :