5 Kesalahan Dugaan Penyebab Tragedi Kanjuruhan yang Memilukan

Senin, 03 Oktober 2022 - 19:42 WIB
loading...
5 Kesalahan Dugaan Penyebab...
Seorang pengendara motor melintas diantara puing batu yang dilemparkan suporter dalam kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Minggu (2/10/2022). Polda Jatim mencatat data sementara korban jiwa dalam kejadian tersebut berjumlah 127 orang dan
A A A
MALANG - Indonesia tengah dirundung duka menyusul tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan usai laga Arema FC versus Persebaya Surabaya. Ratusan orang tewas dalam insiden paling mengenaskan kedua dalam sejarah sepak bola di dunia.

Tragedi kemanusiaan di Kanjuruhan ini tentunya membuat banyak pihak bertanya-tanya bagaimana penanganan saat kerusuhan terjadi. Dunia pun menyoroti hal ini mulai dari FIFA, AFC, hingga bintang sepak bola.

BACA JUGA: Ketum The Jakmania Tuntut Investigasi Terbuka Tragedi Kanjuruhan

Saat ini pemerintah sudah membentuk tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF) yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, untuk mengungkap tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan .

Sebelum mengetahui hasil investigasi yang dilakukan TGIPF, SINDOnews mencoba merangkum lima kesalahan penyebab tragedi Kanjuruhan.

BACA JUGA: LaNyalla Dukung Percepatan Investigasi Tragedi Kanjuruhan

Berikut 5 Kesalahan Penyebab Tragedi Kanjuruhan:

1. Oknum Suporter

Menurut pengakuan salah satu Aremania yang berada di lokasi, Rezqi Wahyu, terdapat beberapa oknum suporter yang melakukan tindakan provokatif. Mereka menaiki pagar dan melempar benda-benda.

Beberapa ada yang berhasil masuk ke stadion. Hal itu sangat mencederai nilai fair play dalam pertandingan olahraga.

Hal itu kemudian memancing beberapa suporter yang lain untuk ikutan melakukan hal yang sama. Tentu tidak semua suporter melakukan hal itu, namun di sanalah awal mula terjadinya kericuhan,

"Kemudian ada lagi beberapa oknum yang ikut masuk untuk meluapkan kekecewaannya kepada pemain Arema, terlihat Johan Al-Farizie mencoba memberi pengertian kepada oknum-oknum tersebut," kata Rezqi melalui Twitter pribadinya, Senin (3/10/2022).

"Namun, semakin banyak mereka berdatangan, semakin ricuh kondisi stadion karena dari berbagai sisi stadion juga ikut masuk untuk meluapkan kekecewaannya ke pemain. Setelah pemain masuk, suporter makin tidak terkendali dan semakin banyak yang masuk ke lapangan," katanya.



2. PT Liga Indonesia Baru

PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) seolah tutup telinga dengan kritikan-kritikan banyak pihak terhadap jadwal pertandingan Liga 1. Mereka beberapa kali diminta untuk mengubah jadwal pertandingan agar tidak terlalu malam.

Pertandingan terlalu malam akan mempersulit proses evakuasi jika terhadi hal diinginkan. Laga Piala Presiden 2022 antara Persib Bandung kontra Persebaya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) sebelum musim ini bergulir sudah menjadi bukti.

Namun PT LIB seolah tidak belajar dari kejadian pilu di GBLA tersebut. Laga dengan risiko tinggi tetap digelar pada malam hari.

3. PSSI

Tragedi Kanjuruhan sebetulnya hanyalah bom waktu karena PSSI tidak pernah mau belajar dari kesalahan. Permasalahan korban tewas di sepak bola Indonesia sudah terjadi sejak beberapa tahun silam.

Selama ini, PSSI selalu memberikan solusi yang itu-itu saja. Sanksi yang tidak jauh berbeda terus ditujukkan kepada klub atau panpel yang terlibat.

Namun alih-alih menimbulkan efek jera, kejadian serupa masih terus berulang di banyak tempat. Bahkan semakin marak, dan semakin besar jumlah korbannya. PSSI seolah enggan memikirkan solusi lain untuk setidaknya mencegah tragedi.

4. Panitia Penyelenggara (Panpel)

Panitia penyelenggara seolah memegang peranan penting. Mereka sebetulnya sadar bahwa pertandingan bertajuk Derby Jawa Timur itu memiliki potensi kericuhan. Karena itu, mereka sempat meminta untuk menggeser jadwal pertandingan.

Namun setelah tahu bahwa permintaan mereka ditolak, panpel tidak memikirkan solusi lebih lanjut atau rencana B. Panpel tetap menggelar pertandingan seperti biasa.

Kesalahan lainnya adalah pencetakan tiket yang tidak sebagaimana mestinya. Kapasitas Stadion Kanjuruhan berjumlah 38 ribu penonton, namun mereka malah mencetak 42 ribu tiket.

5. Pihak Kepolisian

Hal terakhir dan yang paling utama adalah penggunaan gas air mata di dalam stadion. Pihak kepolisian bersikeras bahwa penggunaan gas air mata sudah sesuai prosedur.

Banyak laporan menyebut bahwa para polisi menembakkan gas air mata ke arah tribun. Padahal penggunaan gas air mata di dalam stadion jelas-jelas menyalahi aturan FIFA.
(yov)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Peringatan 3 Tahun Tragedi...
Peringatan 3 Tahun Tragedi Kanjuruhan, Keluarga Korban Masih Tuntut Keadilan
Daftar Pemain Persib...
Daftar Pemain Persib Bandung di Super League 2025-2026
BRI Liga 1 Musim 2024-2025...
BRI Liga 1 Musim 2024-2025 Raja Penonton di Asia Tenggara: Kangkangi Thailand dan Malaysia
Bandung Membiru! Ribuan...
Bandung Membiru! Ribuan Bobotoh Sambut Pawai Juara Persib
Manajemen Arema FC Geram...
Manajemen Arema FC Geram Bus Persik Dilempari Batu: Pertimbangkan Hengkang dari Kanjuruhan!
Bus Persik Kediri Dihujani...
Bus Persik Kediri Dihujani Batu Oknum Suporter Aremania Pasca Laga di Kanjuruhan, Pelatih Terluka
Rekaman CCTV dan Video...
Rekaman CCTV dan Video Jadi Kunci Penangkapan Pelaku Pelemparan Batu ke Bus Persik
7 Fakta Kasus Pelemparan...
7 Fakta Kasus Pelemparan Batu ke Bus Persik di Stadion Kanjuruhan, Nomor 5 Mencekam
Polisi Buru Oknum Suporter...
Polisi Buru Oknum Suporter Arema FC Pelempar Batu ke Bus Persik
Special Bola
Tepis Isu Keretakan,...
Bola Dunia
Tepis Isu Keretakan, Bruno Fernandes Bahagia Cristiano Ronaldo Nyekor buat Portugal
Nasib Apes Timnas Kanada,...
Bola Dunia
Nasib Apes Timnas Kanada, Gagal Main di Kandang Sendiri saat Hadapi Afrika Selatan di 32 Besar Piala Dunia 2026!
Hector Souto Bangga...
Bola Dunia
Hector Souto Bangga Lihat Daya Juang Timnas Futsal Indonesia U-17 meski Dihajar Spanyol 0-4
Rekomendasi
Gita Wirjawan: Integritas...
Gita Wirjawan: Integritas Harus Jadi Prioritas Memilih Pemimpin
IPOT Edukasi Transformasi...
IPOT Edukasi Transformasi AI dan Literasi Finansial ke Generasi Muda eSports
Purbaya dan Kepala BGN...
Purbaya dan Kepala BGN Dijadwalkan Bertemu Hari Ini, Bedah Anggaran?
Berita Terkini
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Bidik Rekor Sempurna
Iran Murka, Mehdi Taremi...
Iran Murka, Mehdi Taremi dan Asisten Pelatih Ditahan AS
Kontroversi Jeda Hidrasi...
Kontroversi Jeda Hidrasi di Piala Dunia 2026, Klopp Punya Pendapat Sendiri
Daftar 10 Tim Lolos...
Daftar 10 Tim Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Afrika Selatan Cetak...
Afrika Selatan Cetak Sejarah Usai Lolos ke Babak 32 Besar
Klasemen Akhir Grup...
Klasemen Akhir Grup A Piala Dunia 2026: Meksiko dan Afsel ke Babak 32 Besar
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved