Dikira Bawa Pesan LGBT, Aremania Ini Ternyata Suarakan Tragedi Kanjuruhan di Piala Dunia 2022

Jum'at, 25 November 2022 - 15:37 WIB
loading...
Dikira Bawa Pesan LGBT, Aremania Ini Ternyata Suarakan Tragedi Kanjuruhan di Piala Dunia 2022
Harie Pandiono punya kisah yang menarik sebelum menyaksikan pertandingan Swiss versus Kamerun pada laga pembuka Grup G Piala Dunia 2022 di Stadion Al Janoub, Kamis (24/11/2022) malam WIB / Foto: Twitter Harie Pandiono Arema (@arema_98)
A A A
AL- WAKRAH - Harie Pandiono punya kisah yang menarik sebelum menyaksikan pertandingan Swiss versus Kamerun pada laga pembuka Grup G Piala Dunia 2022 di Stadion Al Janoub, Kamis (24/11/2022) malam WIB. Pria yang diketahui Aremania julukan dari fans Arema FC itu sempat bersitegang dengan pihak keamanan stadion lantaran ia membentangkan poster dan baju bertuliskan '#USUTTUNTAS TRAGEDI KANJURUHAN.'

Saat itu, keamanan stadion mengira tulisan berbahasa Indonesia itu berisikan tentang LGBT yang sempat dilarang oleh FIFA. Namun setelah berdebat selama 40 menit, ia akhirnya diizinkan masuk.

"Mosok tulisan kaos/banner Iki mengandung: LGBT, hate speach, politik, atau rasisme? statuta FIFA yg mana saya langgar? Debat dengan Security Officer tadi pagi. Akhirnya saya direlease setelah 40menit "diajak ngopi"," tulis Harie Pandiono pada akun media sosial Twitter pribadinya (@arema_98).

BACA JUGA: Sikap FIFA Melunak, Atribut LGBT Diizinkan Masuk Stadion di Sisa Pertandingan Piala Dunia 2022

"Release clearance diberikan oleh Tournament Officer Security Police FIFA Match diStadion Al Janoub. Mereka juga meminta maaf atas ketidak nyamanan ini. Tidak ada unsur LGBT, hate speach, rasisme atau politik dalam banner," tambah Harie.

Sementara itu, dalam laporan WeAremania, Harie mengaku terbang dari tempat kerjanya di Kenya, Afrika, dan tiba di Qatar pada 22 November 2022. Sedangkan atribut kaos dan spanduk yang dibawanya dikirim langsung dari Malang.

Kaos dan poster berwarna hitam itu dijadikan sebagai media untuk menyuarakan keadilan untuk para korban Tragedi Kanjuruhan. "Apa yang saya lakukan ini mewakili suara seluruh korban, baik yang korban nyawa maupun yang luka-luka dan selamat. Semoga tetap semangat memperjuangkan keadilan," tutur Harie.

BACA JUGA: Dunia Richarlison dan Pembuktian Kualitas

Sekadar informasi, Tragedi Kanjuruhan terjadi pada 1 Oktober 2022 saat Arema menjamu Persebaya. Tercatat, dalam peristiwa tersebut menewaskan 135 nyawa dan ratusan orang luka-uka.

(yov)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1818 seconds (11.252#12.26)