Raket

Indonesia Open 2013

Lolos karena pantang menyerah

Kamis,  13 Juni 2013  −  09:19 WIB
Lolos karena pantang menyerah
Dionysius Hayom Rumbaka / PBSI

Sindonews.com - Pantang menyerah menjadi kunci kemenangan pebulu tangkis Indonesia di Djarum Indonesia Open Super Series Premier (DIOSSP) 2013. Semangat itu yang membuat mereka masih bisa merasakan atmosfer pertandingan di babak berikutnya.

Di tunggal putra, misalnya. Dionysius Hayom Rumbaka harus mengerahkan kemampuan terbaik ketika menghadapi wakil Rusia Vladimir Ivanov di babak pertama. Sempat tertinggal 17-21 di game pertama, pemain yang akrab disapa Hayom ini harus membalikkan keadaan dua gameberikutnya.

Beruntung ketekunan dan semangat pantang menyerah yang ditunjukkan pebulu tangkis kelahiran Kulon Progo, Yogyakarta, 22 Oktober 1988, itu membuahkan hasil positif. Pebulu tangkis peringkat 26 BWF itu akhirnya menyudahi perlawanan Ivanov dua gameberikutnya 21-6, 21-18. Kendati melaju ke babak berikut, Hayom mendapat wejangan dari pelatihnya, Joko Supriyanto. Joko memintanya lebih agresif lagi saat menjalani babak kedua ketika berhadapan dengan pebulu tangkis Jepang Takuma Euda. Wakil Negeri Sakura itu berhak menjadi lawan Hayom di babak kedua setelah mengatasi Hu Yun (Hong Kong) 21-13,12-21, 21-19.

“Pelatih (Joko Supriyanto) mengevaluasi saya bahwa saya kurang bermain agresif. Pelatih juga meminta saya harus jaga poin,” ujar Hayom kepada KORAN SINDO, kemarin. Hayom membenarkan permainannya kurang efektif di game pertama. Itu lantaran dirinya masih harus mengimbangi permainan Ivanov yang memiliki postur jangkung. Selain itu, Hayom masih ragu-ragu dalam mengambil keputusan. “Sering nyangkut, meski bola pengembalian Ivanov tanggung. Saya merasa berbeda menghadapi pemain jangkung. Intinya, saya tak ingin pengembalian bola saya nyangkutlagi saat menjalani pertandingan selanjutnya,” kata Hayom.

Semangat tak kenal lelah juga diperagakan ganda putra Andrei Adistia/Gideon Markus Fernaldi. Mereka melaju ke babak kedua setelah mengatasi perlawanan pasangan Malaysia Hoon Thien How/Tan Wee Kiong melalui pertarungan rubber game, 10-21, 21- 18, 21-15. Andrei mengaku sempat kaget ketika pasangan negeri jiran itu tampil menekan sejak gamepertama, tapi pihaknya mampu mengimbangi mereka pada dua gameberikutnya. “Semangat ingin terus berprestasi di turnamen ini yang membuat kami bisa mengalahkan mereka,” kata Andrei, kemarin.

Pasangan Alvent Yulianto/Markis Kido pun tak mau kalah. Mereka menunjukkan arti semangat sesungguhnya ketika mengalahkan junior mereka, Wijaya Rendra/Rian Sukmawan, melalui pertarungan rubber game18-21, 21-14, 21-14. Markis berharap determinasi yang diperagakan pihaknya di babak pertama nomor ganda putra dapat ditingkatkan. Mereka pantas melakukan itu kembali karena akan berhadapan dengan unggulan ketiga asal Malaysia Koo Kien Keat/Tan Boon Heong di babak kedua. “Rintangan terjal, tentunya. Tapi, kami akan berupaya keras mendapatkan hasil terbaik,” kata Markis.

Di nomor ganda putri, Pia Zebadiah Bernadeth/Rizki Amelia Pradipta tak menyangka melaju ke babak kedua cukup mudah. Mereka berhak tampil di putaran berikut setelah menyudahi perlawanan pasangan Inggris Hether Olver/Kate Robertshaw 21-13, 21-14.


(wbs)

views: 1.403x
shadow