Impian Tak Tertahankan Timea Bachsinszky

Kamis, 04 Juni 2015 - 17:37 WIB
Impian Tak Tertahankan...
Impian Tak Tertahankan Timea Bachsinszky
A A A
PARIS - Tidak semua stadion di Roland Garros itu wah dan glamor seperti yang sering dipamerkan di layar televisi. Court 17 salah satunya. Tempat duduknya dari kursi plastik nan keras. Penonton, pelatih, dan pencatat skor duduk bersebelahan dan berhimpitan.

Karena berbatasan langsung dengan jalan raya, suara wasit kadang harus bersaing dengan desing kenalpot kendaraan yang lalu lalang. Di stadion sederhana semacam itulah, Timea Bachsinszky memulai pertandingan babak pertamanya, melawan L. Arrubarruena, disaksikan 100an penonton.

KORAN SINDO duduk di antara penonton yang renggang, bersama beberapa wartawan Swiss, sambil sesekali menoleh ke lapangan sebelah, Court 15, ketika Ana Ivanovic, sedang menyelesaikan latihannya.

Timea, meski merupakan petenis terbaik Swiss, masuk dalam urutan 24 di turnamen ini, tidak banyak memantik perhatian pubik. Jumpa pers setelah pertandingan usai, juga tak ada. Kemenangan partai perdananya itu, oleh media Swiss pun, hanya menghiasi kolom-kolom kecil koran di Helvetialand.

Semua berubah ketika berhasil menaklukkan Petra Kvitova, urutan ke empat, perengkuh dua kali Wimbledon. Tidak hanya tempat pertandingan berikutnya yang menempatkan dirinya di Stade Suzanne Langlen, stadion terbesar kedua di komplek ini, tapi juga mengubah semuanya di press center.

Di hadapan wartawan, Timea kini menempati Main Interview Room, yang biasanya hanya dikuasai Roger Federer dan Stan Wawrinka. Timea, apalagi setelah masuk babak semi final, kini menjadi incaran wartawan internasional. Dan Main Interview Room, yang dilengkapi pencatat stenografi, penerjemah, dan tentu saja kamera televisi, menjadi miliknya. ''Kalau yakin kita mampu, tak akan ada lagi batasnya,''katanya dalam bahasa Perancis.
Nyaris Putus Asa

Timea sebenarnya sudah gantung raket, karena putus asa dengan kemampuan bertennisnya. Bahkan, Timea sudah menjalani praktik kerja di Hotel Chalet Royal di Swiss, ketika undangan ke Roland Garros, tiga tahun silam, datang. ''Karena ngirit biaya, saya nyetir sendiri ke Paris,''kenangnya.

Dalam babak kualifikasi, Timea gagal total. Tapi kekalahan itu, membuatnya kembali mempertimbangkan untuk mengayun raket. Jika dulunya bermain tennis karena desakan Igor, ayahnya. Kali ini, lantaran kemauannya sendiri. Syukurlah, ibunya sangat mendukungnya.

Sisa-sisa tabungannya diberikan Timea untuk terus melanjutkan mimpinya sebagai petenis profesional. Tidak berlebihan jika Timea kemudian menuliskan kalimat Merci Mami, di kaca kamera televisi yang mewancarainya, seusai pertandingan.

Lambat laun, di antara belitan cedera sekalipun, Timea yang tiga tahun lalu berperingkat 211, lalu merambat ke 112 dan kini 24, mulai diperhitungkan. Keberhasilannya masuk semi final, juga mengangkat peringkatnya hingga urutan ke 12.

Serena Williams pun, calon lawan di semifinal Jumat (5/6) siang ini, harus siap menghadapi tenis ala Timea, yakni power, speed, dan power. ''Saya tidak lagi takut, kalah juga tak apa apa,''katanya.

Penampilan Serena Williams yang kurang meyakinkan di Roland Garros kali ini, bisa jadi menjadi jembatan Timea Bachsinszky melenggang hingga babak final.
(aww)
Berita Terkait
Ladeni Wartawan, Naomi...
Ladeni Wartawan, Naomi Osaka Umbar Senyum Meski Tersingkir Dini di Prancis Terbuka 2022
Rebut Gelar Prancis...
Rebut Gelar Prancis Terbuka ke-14, Rafael Nadal: Kaki Saya Mati Rasa Selama Bertanding
AS Terbuka 2021; Melaju...
AS Terbuka 2021; Melaju ke putaran Ketiga, Novak Djokovic Puji Penonton
Hasil Prancis Open 2022:...
Hasil Prancis Open 2022: Coco Gauff Cetak Rekor Petenis Termuda Tampil di Final Grand Slam
Hadapi Busta di Perempat...
Hadapi Busta di Perempat Final, Djokovic Dibayangi Trauma
Depresi, Naomi Osaka...
Depresi, Naomi Osaka Mundur dari Prancis Terbuka 2021
Berita Terkini
10 Kontroversi Argentina...
10 Kontroversi Argentina di Piala Dunia 2026: Tuduhan Dibantu Wasit hingga Pukul Pemain Spanyol
14 menit yang lalu
Ranking FIFA usai Piala...
Ranking FIFA usai Piala Dunia 2026: Spanyol Gusur Argentina dari Takhta, Norwegia Meroket 12 Tingkat
3 jam yang lalu
Legenda Liverpool Kevin...
Legenda Liverpool Kevin Keegan Meninggal Dunia di Usia 75 tahun
6 jam yang lalu
Jalanan Memerah, 2 Juta...
Jalanan Memerah, 2 Juta Suporter Spanyol Turun ke Jalan Rayakan Gelar Piala Dunia 2026
7 jam yang lalu
Nico Williams Hadiahkan...
Nico Williams Hadiahkan Medali Emas Piala Dunia 2026 untuk Sang Ibunda
7 jam yang lalu
Argentina Terancam Sanksi...
Argentina Terancam Sanksi FIFA, Hukuman Berat Menanti usai Ricuh di Final Piala Dunia 2026
12 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved