Ini 5 Alasan Ronaldo Siap Tinggalkan Real Madrid
Senin, 22 Juni 2015 - 15:53 WIB
Ini 5 Alasan Ronaldo Siap Tinggalkan Real Madrid
A
A
A
MADRID - Dalam sepekan ini, kabar Cristiano Ronaldo siap kembali ke Manchester United dari Real Madrid, merebak. Penyebabnya, soal kedatangan bos baru Madrid Rafael Benitez, yang akan memberi peran berbeda di musim 2015/2016. Tapi, itu hanya satu dari sekian banyak problem yang membuat Ronaldo mulai tak betah lagi di Santiago Bernabeu.
Ronaldo saat tengah bersantai di Bahamas. Namun, media Spanyol AS memahami bahwa peraih tiga kali trofi Ballon d'Or itu tidak sepenuhnya senang dengan kejadian baru-baru di Bernabeu. Fakta teranyar adalah soal keinginannya yang tidak didengarkan manajemen klub soal pelatih.
Ronaldo tidak merahasiakan fakta bahwa dia ingin Carlo Ancelotti tetap di Real Madrid. Namun, Madrid tetap memecat Don Carlo. Madrid menggaet Benitez yang terkesan lebih memperhatikan Gareth Bale ketimbang dirinya.
Ini kesempatan buat MU jika ingin kembali menggunakan tenaganya. Dikabarkan, The Red Devils berani membayar 66,5 juta pounds (sekitar Rp1,4 triliun) untuk Ronaldo, yang telah mencetak 225 gol dalam 200 pertandingan sejak bergabung dengan Real pada 2009. Tapi MU juga harus bersaing dengan Manchester City dan Paris Saint-Germain yang menginginkannya.
Berikut lima hal yang membuat Ronaldo galau dan dalam situasi gamang untuk melanjutkan kontraknya dengan Real Madrid.
1. Kedatangan Benitez
Menurut AS, Ronaldo mutung karena Pelatih anyar Rafael Benitez akan mengubah posisinya untuk musim 2015/2016. CR7 akan diposisikan sebagai penyerang tengah atau posisi No.9, sejak awal musim depan, dan memberikan posisi sayap untuk Gareth Bale. Celakanya, kabar itu didapatkan Ronaldo dari media massa, bukan dari mulut Benitez sendiri. Dengan Ancelotti tidak lagi di bangku Bernabeu, Cristiano juga merasa dia telah kehilangan sekutu penting di klub.
2. Perlakuan Istimewa untuk Bale
Ronaldo kesal karena Benitez mengambil kesempatan mengunjungi Bale di Cardiff, jelang tampil di laga Kualifikasi Piala Eropa 2018, awal bulan ini. Mantan pelatih Napoli itu tidak mau menemui CR7. Padahal, Real Madrid selalu menjadi klub yang menghormati struktur hirarki di ruang ganti. Benitez sepertinya lupa bahwa Cristiano lebih senior dan punya gaji tertinggi di klub.
3. Pesta Ulang Tahun Ronaldo
Selain Benitez, Ronaldo juga tidak senang dengan Real Madrid karena gagal melindunginya dari hujatan setelah pesta ulang tahunnya yang kontroversial, pada 30 Februari 2015. Ronaldo dikritik karena tetap berpesta, beberapa jam setelah Madrid dilumat Atletico Madrid 0-4.
Puncak kritikan itu dilontarkan bek Barcelona Gerard Pique saat pesta treble winners, pada 7 Juni. "Terima kasih Kevin Roldan, semuanya dimulai dengan Anda," teriak Pique mengarah pesta Ronaldo yang mengundang penyanyi Kevin Rodan. Ronaldo merasa bahwa ini bukanlah serangan terhadap Real Madrid tetapi hinaan pribadinya.
4. Dokter Tim
Alasan keempat Ronaldo kesal karena dia tidak ingin Jesus Olmo sebagai dokter utama di Bernabeu. Cristiano dan rekan-rekannya tidak suka dengan metode pemulihan cedera dokter itu, namun klub justru baru saja mengonfirmasi perpanjangan kontraknya. Ini belum diterima baik oleh Ronaldo dkk. Mereka lebih suka dengan Pedro Chueca untuk kembali sebagai dokter tim.
5. Perlakuan pada Casillas dan Ramos
Ronaldo prihatin atas perlakuan klub terhadap Iker Casillas dan Sergio Ramos, dua dari pemain senior di Real Madrid. Ronaldo gagal paham soal cara klub memperlakukan dua pemain ikonik yang telah menghabiskan masing-masing 16 dan 10 tahun di Real Madrid. Dia sadar bahwa perlakuan yang sama bisa terjadi padanya sebagai perpanjangan atau kelanjutan akan didasarkan murni pada aspek ekonomi.
Ronaldo saat tengah bersantai di Bahamas. Namun, media Spanyol AS memahami bahwa peraih tiga kali trofi Ballon d'Or itu tidak sepenuhnya senang dengan kejadian baru-baru di Bernabeu. Fakta teranyar adalah soal keinginannya yang tidak didengarkan manajemen klub soal pelatih.
Ronaldo tidak merahasiakan fakta bahwa dia ingin Carlo Ancelotti tetap di Real Madrid. Namun, Madrid tetap memecat Don Carlo. Madrid menggaet Benitez yang terkesan lebih memperhatikan Gareth Bale ketimbang dirinya.
Ini kesempatan buat MU jika ingin kembali menggunakan tenaganya. Dikabarkan, The Red Devils berani membayar 66,5 juta pounds (sekitar Rp1,4 triliun) untuk Ronaldo, yang telah mencetak 225 gol dalam 200 pertandingan sejak bergabung dengan Real pada 2009. Tapi MU juga harus bersaing dengan Manchester City dan Paris Saint-Germain yang menginginkannya.
Berikut lima hal yang membuat Ronaldo galau dan dalam situasi gamang untuk melanjutkan kontraknya dengan Real Madrid.
1. Kedatangan Benitez
Menurut AS, Ronaldo mutung karena Pelatih anyar Rafael Benitez akan mengubah posisinya untuk musim 2015/2016. CR7 akan diposisikan sebagai penyerang tengah atau posisi No.9, sejak awal musim depan, dan memberikan posisi sayap untuk Gareth Bale. Celakanya, kabar itu didapatkan Ronaldo dari media massa, bukan dari mulut Benitez sendiri. Dengan Ancelotti tidak lagi di bangku Bernabeu, Cristiano juga merasa dia telah kehilangan sekutu penting di klub.
2. Perlakuan Istimewa untuk Bale
Ronaldo kesal karena Benitez mengambil kesempatan mengunjungi Bale di Cardiff, jelang tampil di laga Kualifikasi Piala Eropa 2018, awal bulan ini. Mantan pelatih Napoli itu tidak mau menemui CR7. Padahal, Real Madrid selalu menjadi klub yang menghormati struktur hirarki di ruang ganti. Benitez sepertinya lupa bahwa Cristiano lebih senior dan punya gaji tertinggi di klub.
3. Pesta Ulang Tahun Ronaldo
Selain Benitez, Ronaldo juga tidak senang dengan Real Madrid karena gagal melindunginya dari hujatan setelah pesta ulang tahunnya yang kontroversial, pada 30 Februari 2015. Ronaldo dikritik karena tetap berpesta, beberapa jam setelah Madrid dilumat Atletico Madrid 0-4.
Puncak kritikan itu dilontarkan bek Barcelona Gerard Pique saat pesta treble winners, pada 7 Juni. "Terima kasih Kevin Roldan, semuanya dimulai dengan Anda," teriak Pique mengarah pesta Ronaldo yang mengundang penyanyi Kevin Rodan. Ronaldo merasa bahwa ini bukanlah serangan terhadap Real Madrid tetapi hinaan pribadinya.
4. Dokter Tim
Alasan keempat Ronaldo kesal karena dia tidak ingin Jesus Olmo sebagai dokter utama di Bernabeu. Cristiano dan rekan-rekannya tidak suka dengan metode pemulihan cedera dokter itu, namun klub justru baru saja mengonfirmasi perpanjangan kontraknya. Ini belum diterima baik oleh Ronaldo dkk. Mereka lebih suka dengan Pedro Chueca untuk kembali sebagai dokter tim.
5. Perlakuan pada Casillas dan Ramos
Ronaldo prihatin atas perlakuan klub terhadap Iker Casillas dan Sergio Ramos, dua dari pemain senior di Real Madrid. Ronaldo gagal paham soal cara klub memperlakukan dua pemain ikonik yang telah menghabiskan masing-masing 16 dan 10 tahun di Real Madrid. Dia sadar bahwa perlakuan yang sama bisa terjadi padanya sebagai perpanjangan atau kelanjutan akan didasarkan murni pada aspek ekonomi.
(sha)