Persegres Minim Striker Lokal, Dzumafo Terpaksa Dipanggil
Selasa, 18 Agustus 2015 - 14:20 WIB
Persegres Minim Striker Lokal, Dzumafo Terpaksa Dipanggil
A
A
A
GRESIK - Persegres Gresik United mengubah rencana tanpa pemain asing di Piala Presiden 2015. Herman Dzumafo Epandi terpaksa dipanggil karena Persegres minim striker berpengalaman jika hanya mengandalkan murni pemain lokal.
Herman Dzumafo merupakan striker utama yang diandalkan di tiap pertandingan QNB League 2015. Performanya kala itu jauh lebih menjanjikan dibanding dua skuad impor lainnya yakni Shohei Matsunaga dan Sasa Zecevic.
Shohei dan Sasa sendiri tidak dipanggil ke tim karena telah pulang kampung ke negaranya masing-masing. "Kebetulan Dzumafo kan berdomisili di Indonesia, yakni di Pekanbaru, jadi relatif lebih mudah dan efisien memanggilnya kembali,"jelas Liestiadi, Pelatih Persegres.
Dia juga tidak menampik bahwa keputusan memanggil Dzumafo dilatari alasan teknis. Persegres sendiri tak memiliki penyerang lokal berpengalaman yang kemampuannya menyamai Herman Dzumafo. Dikhawatirkan itu menjadi titik lemah jika Persegres tak menggunakan pemain asing.
Eks pemain Persib Bandung dan Mitra Kukar tersebut terlihat sudah cocok dengan skema taktik yang dibawa Liestiadi. Memasang satu striker di depan, postur dan power yang dimiliki dia sangat cocok mendukung mobilitas kekuatan dari lini kedua.
Persegres sendiri tetap bakal memanggil 22 pemain dan sudah menjalani latihan sejak Senin (17/8). "Saya rasa jumlah itu masih mencukupi. Kami tak mencari pemain baru, bahkan ada beberapa yang tidak dipanggil untuk Piala Presiden," tambah Liestiadi.
Soal kondisi pemain, dia gembira karena di latihan perdana terlihat pemain dalam kondisi memadai. Dengan begitu pelatih tidak lagi harus memulai dari dasar untuk mengembalikan fisik timnya. "Tinggal adaptasi permainan saja, fisik masih bagus," tandas Liestiadi.
Manager Persegres Bagoes Cahyo Yuwono berharap kekuatan yang dibangun Laskar Jaka Samudra mumpuni untuk bersaing di Makassar. Sebab dengan kekuatan yang ada sekarang, Persegres pernah mencatat performa menjanjikan di QNB League 2015 silam walau hanya memainkan tiga pertandingan.
"Pelatih tetap dan komposisi pemain tidak banyak berubah. Jadi saya berharap Persegres bisa kompetitif lagi karena tim bisa dikatakan sama dengan di QNB League 2015 lalu. Saya percaya sepenuhnya pada Coach Liestiadi," sebut Bagoes.
Herman Dzumafo merupakan striker utama yang diandalkan di tiap pertandingan QNB League 2015. Performanya kala itu jauh lebih menjanjikan dibanding dua skuad impor lainnya yakni Shohei Matsunaga dan Sasa Zecevic.
Shohei dan Sasa sendiri tidak dipanggil ke tim karena telah pulang kampung ke negaranya masing-masing. "Kebetulan Dzumafo kan berdomisili di Indonesia, yakni di Pekanbaru, jadi relatif lebih mudah dan efisien memanggilnya kembali,"jelas Liestiadi, Pelatih Persegres.
Dia juga tidak menampik bahwa keputusan memanggil Dzumafo dilatari alasan teknis. Persegres sendiri tak memiliki penyerang lokal berpengalaman yang kemampuannya menyamai Herman Dzumafo. Dikhawatirkan itu menjadi titik lemah jika Persegres tak menggunakan pemain asing.
Eks pemain Persib Bandung dan Mitra Kukar tersebut terlihat sudah cocok dengan skema taktik yang dibawa Liestiadi. Memasang satu striker di depan, postur dan power yang dimiliki dia sangat cocok mendukung mobilitas kekuatan dari lini kedua.
Persegres sendiri tetap bakal memanggil 22 pemain dan sudah menjalani latihan sejak Senin (17/8). "Saya rasa jumlah itu masih mencukupi. Kami tak mencari pemain baru, bahkan ada beberapa yang tidak dipanggil untuk Piala Presiden," tambah Liestiadi.
Soal kondisi pemain, dia gembira karena di latihan perdana terlihat pemain dalam kondisi memadai. Dengan begitu pelatih tidak lagi harus memulai dari dasar untuk mengembalikan fisik timnya. "Tinggal adaptasi permainan saja, fisik masih bagus," tandas Liestiadi.
Manager Persegres Bagoes Cahyo Yuwono berharap kekuatan yang dibangun Laskar Jaka Samudra mumpuni untuk bersaing di Makassar. Sebab dengan kekuatan yang ada sekarang, Persegres pernah mencatat performa menjanjikan di QNB League 2015 silam walau hanya memainkan tiga pertandingan.
"Pelatih tetap dan komposisi pemain tidak banyak berubah. Jadi saya berharap Persegres bisa kompetitif lagi karena tim bisa dikatakan sama dengan di QNB League 2015 lalu. Saya percaya sepenuhnya pada Coach Liestiadi," sebut Bagoes.
(aww)