Terbuang, Balo Hanya Bisa Meratap
Jum'at, 01 April 2016 - 15:45 WIB
Terbuang, Balo Hanya Bisa Meratap
A
A
A
MILAN - Mario Balotelli belum menyerah untuk mendapatkan tempat di lapangan hijau. Super Mario akan berusaha menyelamatkan karirnya yang mendekati kehancuran.
Penyesalan. Mungkin itu yang sekarang menyelimuti Balotelli. Akibat hobi bikin ulah dan melanggar disiplin, masa depannya jadi suram. Talenta yang dulu sempat diperebutkan, kini tidak lagi diinginkan.
Itu terlihat dari perlakuan AC Milan pada Balotelli. Pemain berusia 25 tahun itu nyaris tidak pernah dilirik pelatih Sinisa Mihajlovic. Padahal, awalnya Balotelli setuju dipinjamkan dari Liverpool pada 7 Agustus 2015 dengan harapan bisa memulihkan reputasinya.
Liverpool “menghibahkan” Balotelli pada Milan lantaran terbuang di Anfield. Terlebih dia kerap terlibat skandal, seperti memposting foto berbau anti-Semitic. Aksi yang membuatnya menerima denda 25 ribu pounds.
Selama membela The Reds (2014/2015), Balotelli tampil 16 kali di Liga Inggris dan cuma mencetak satu gol. Dia lebih sering jadi pengganti, dan selama empat laga terakhir hanya jadi penonton.
Kisah itu terulang ketika Balotelli hadir di San Siro untuk kedua kalinya. Datang dengan harapan dapat menyelamatkan karirnya, pemain asal Italia itu malah tersingkir. Mario hanya merumput total 401 menit di Liga Italia, dimana hanya dua kali tampil penuh. Dia lebih sering diturunkan jelang akhir laga.
Parahnya lagi Balotelli sempat terkena cedera kaki cukup parah. Itu memaksanya menjalani operasi dan harus istirahat tiga bulan. Sejauh ini sosok kelahiran Palermo itu baru mencatat satu gol di Liga Italia, dan menerima tiga kartu kuning.
Jeleknya rapor Balotelli membuat Milan akan melepasnya. I Rossoneri ingin mengembalikannya ke Liverpool pada akhir musim. Ironisnya, pelatih Liverpool, Juergen Klop, juga mengklaim tidak membutuhkannya.
Uniknya, Balotelli mengaku belum menyerah. Dia menegaskan akan berjuang meraih kembali simpati publik.“Masih ada delapan pertandingan (sebelum Liga Italia) berakhir. Pada periode itu saya akan yakinkan AC Milan untuk membeli saya secara permanen, dan berusaha mendapatkan tempat di Piala Eropa 2016,” ucap Balotelli, dilansir football-italia.
Meksi demikian, Balotelli siap menerima kenyataan. Dia hampir dipastikan tidak akan mendapat tempat baik di Milan maupun Liverpool. Cuma ada satu cara baginya dalam situasi seperti ini, yaitu hijrah ke benua lain. Balotelli bisa menerima tawaran klub China, Jiangsu Suning.
Penyesalan. Mungkin itu yang sekarang menyelimuti Balotelli. Akibat hobi bikin ulah dan melanggar disiplin, masa depannya jadi suram. Talenta yang dulu sempat diperebutkan, kini tidak lagi diinginkan.
Itu terlihat dari perlakuan AC Milan pada Balotelli. Pemain berusia 25 tahun itu nyaris tidak pernah dilirik pelatih Sinisa Mihajlovic. Padahal, awalnya Balotelli setuju dipinjamkan dari Liverpool pada 7 Agustus 2015 dengan harapan bisa memulihkan reputasinya.
Liverpool “menghibahkan” Balotelli pada Milan lantaran terbuang di Anfield. Terlebih dia kerap terlibat skandal, seperti memposting foto berbau anti-Semitic. Aksi yang membuatnya menerima denda 25 ribu pounds.
Selama membela The Reds (2014/2015), Balotelli tampil 16 kali di Liga Inggris dan cuma mencetak satu gol. Dia lebih sering jadi pengganti, dan selama empat laga terakhir hanya jadi penonton.
Kisah itu terulang ketika Balotelli hadir di San Siro untuk kedua kalinya. Datang dengan harapan dapat menyelamatkan karirnya, pemain asal Italia itu malah tersingkir. Mario hanya merumput total 401 menit di Liga Italia, dimana hanya dua kali tampil penuh. Dia lebih sering diturunkan jelang akhir laga.
Parahnya lagi Balotelli sempat terkena cedera kaki cukup parah. Itu memaksanya menjalani operasi dan harus istirahat tiga bulan. Sejauh ini sosok kelahiran Palermo itu baru mencatat satu gol di Liga Italia, dan menerima tiga kartu kuning.
Jeleknya rapor Balotelli membuat Milan akan melepasnya. I Rossoneri ingin mengembalikannya ke Liverpool pada akhir musim. Ironisnya, pelatih Liverpool, Juergen Klop, juga mengklaim tidak membutuhkannya.
Uniknya, Balotelli mengaku belum menyerah. Dia menegaskan akan berjuang meraih kembali simpati publik.“Masih ada delapan pertandingan (sebelum Liga Italia) berakhir. Pada periode itu saya akan yakinkan AC Milan untuk membeli saya secara permanen, dan berusaha mendapatkan tempat di Piala Eropa 2016,” ucap Balotelli, dilansir football-italia.
Meksi demikian, Balotelli siap menerima kenyataan. Dia hampir dipastikan tidak akan mendapat tempat baik di Milan maupun Liverpool. Cuma ada satu cara baginya dalam situasi seperti ini, yaitu hijrah ke benua lain. Balotelli bisa menerima tawaran klub China, Jiangsu Suning.
(mir)