Soal Kasus Doping, Seluruh Anggota Tim Povetkin Jalani Tes Kebohongan

Rabu, 21 Desember 2016 - 11:33 WIB
Soal Kasus Doping, Seluruh...
Soal Kasus Doping, Seluruh Anggota Tim Povetkin Jalani Tes Kebohongan
A A A
KURSK - Seluruh anggota tim petinju kelas berat Rusia Alexander Povetkin dijadwalkan menjalani polygraph test alias tes kebohongan. Hal itu dikonfirmasi langsung sang promotor Andrei Ryabinksy.

Povetkin baru saja menumbangkan Johann Duhaupas dengan kemenangan KO di ronde keenam dalam pertarungan yang berlangsung di IEC Expo, Yekaterinburg, Rusia, Minggu (18/12/2016). Duel tersebut sejatinya jadi duel altenatif setelah Povetkin batal menghadapi Bermane Stiverne.

Povetkin tersandung kasus doping keduanya tahun ini jelang menghadapi Stiverne. Eks pemilik sabuk WBA itu disebut gagal melewati tes doping yang mana terindikasi positif menggunakan Ostarin pada 6 Desember lalu.

WBC sendiri mengatakan bakal mengusut kasus tersebut. Jika terbukti menggunakannya, petinju berjuluk White Lion itu terancam sanksi larangan bertarung.

Dan seperti dikutip Boxing Scene, Rabu (21/12/2016), tindak lanjut dari dugaan WBC adalah bakal menggelar pemeriksaan kepada semua anggota tim Povetkin. Tes kebohongan jadi metode yang akan diterapkan. "Semua anggota tim Povetkin akan menjalani tes polygraph pekan ini," ucap Ryabinsky.

Kasus Ostarin ini jadi skandal doping kedua yang menimpa Povetkin di tahun 2016. Tujuh bulan lalu, Povetkin juga terindikasi menggunakan meldonium yang mana membuat duel melawan Deontay Wilder batal digelar.

Ryabinsky memberikan pembelaan soal petarungnya. Ia menyebut ada indikasi Povetkin memakan daging yang telah tercemar Ostarin, yang mana kasus serupa pernah menimpa petinju Meksiko Erik Morales dan Francisco Vargas.

"Ada kemungkinan bahwa ostarin bisa masuk ke tubuh Alexander melalui daging. Kami tidak sedang membangun teori konspirasi, tapi itu sangat mungkin terjadi karena beberapa produsen pakan ternak menggunakan jenis obat tersebut," jelasnya.

Ostarin sendiri merupakan zat terlarang bagi atlet yang masuk daftar hitam Badan Anti-Doping Dunia (WADA) sejak 2008. Efek zat tersebut memberi peningkatan daya tahan tubuh secara drastis, mirip dengan steroid.
(mir)
Berita Terkait
Deontay Wilder Kehilangan...
Deontay Wilder Kehilangan Kepercayaan Diri: Aku Comeback!
5 Kehebatan Deontay...
5 Kehebatan Deontay Wilder yang Ditakuti Petinju Kelas Berat
5 Lawan Deontay Wilder...
5 Lawan Deontay Wilder Berikutnya, Nomor 3 Musuh Bebuyutannya
5 Kehebatan Deontay...
5 Kehebatan Deontay Wilder yang Menakutkan Petinju Kelas Berat
Dambakan Ketenangan,...
Dambakan Ketenangan, Wilder Bikin Rumah di Tepi Danau Tuscaloosa
Transformasi Tubuh Deontay...
Transformasi Tubuh Deontay Wilder yang Mencengangkan
Berita Terkini
Latihan Rahasia Korea...
Latihan Rahasia Korea Selatan Disusupi Drone Jelang Hadapi Meksiko
19 menit yang lalu
Rahasia Emblem Emas...
Rahasia Emblem Emas Harry Kane di Jersey Piala Dunia 2026
2 jam yang lalu
YouTuber Korea Korban...
YouTuber Korea Korban Rasis Dapat Undangan Istimewa FIFA
2 jam yang lalu
Roberto Martinez: Tak...
Roberto Martinez: Tak Masuk Akal Tarik Ronaldo saat Portugal Butuh Gol
4 jam yang lalu
1,2 Juta Suporter Datang,...
1,2 Juta Suporter Datang, NYPD Khawatir Perdagangan Seks Meledak di Piala Dunia 2026
5 jam yang lalu
Kisah Yoane Wissa: Hampir...
Kisah Yoane Wissa: Hampir Buta dan Gol Bersejarah di Piala Dunia 2026
5 jam yang lalu
Infografis
18 Negara dengan Gaji...
18 Negara dengan Gaji Anggota DPR Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved