Rasa Tidak Aman Lorenzo dan Fokus Raih Posisi di Lomba MotoGP Prancis
Minggu, 21 Mei 2017 - 04:00 WIB
Rasa Tidak Aman Lorenzo dan Fokus Raih Posisi di Lomba MotoGP Prancis
A
A
A
LE MANS - Usai tampil gemilang di MotoGP Jerez 2017 dengan meraih finis podium ketiga. Jorge Lorenzo terlihat kesulitan pada dua hari awal akhir pekan MotoGP Prancis 2017. Ia terus berada di luar 10 besar setiap sesi, mulai dari tiga latihan bebas hingga kualifikasi. Ada apa gerangan?
Ya, Jorge Lorenzo mengaku tidak merasa aman ketika melintasi trek Le Mans pada sesi latihan bebas 2 (FP2). Awalnya, ia menempati posisi ke-16 pada sesi latihan pagi hari (FP1), yang berlangsung dalam kondisi trek basah-kering. Ia lalu menutup FP2 pada posisi ke-15, di mana trek sepenuhnya basah.
Kendati hasil FP1 tak memuaskan, pembalap Spanyol itu justru merasa luar biasa ketika mengendarai Desmosedici GP17 pada sesi pagi hari. Namun, ia menambahkan, bahwa kurangnya kepercayaan diri pada grip (daya cengkeram) belakang membuatnya tak nyaman selama menjalani FP2.
“Feeling yang agak berlawanan. Pada pagi hari, saya akan katakan lebih baik dari sebelumnya di trek basah. Kondisinya setengah-setengah. Cukup kering, atau tidak banyak air, dan saya merasa luar biasa bagus di atas motor,” terang Lorenzo seperti dilaporkan Motorsport.
“Faktanya, saya bisa menekan. Sangat mudah untuk di posisi pertama dan kedua. Kami lalu memutuskan tetap mempertahankan set-up untuk sesi siang hari. Tapi banyaknya air (di trek) mungkin membuat kami memerlukan lebih banyak grip belakang, untuk merasa lebih baik saat pengereman dan membuka gas,” urai Lorenzo.
“Saya tidak merasa aman. Saya tidak merasakan grip belakang. Jadi, saya lambat. Saya menempuh banyak lap untuk memanaskan ban. Jika kondisinya seperti ini lagi, tentu kami akan mengubah set-up secara keseluruhan,” imbuhnya.
_pada_akhir_pekan_motogp_prancis_2017._(foto-ducati).jpg)
Dengan balapan Minggu (21/5) yang diperkirakan bakal berlangsung dalam kondisi kering, Lorenzo termotivasi untuk menghadapi MotoGP Prancis 2017. Ini berkaca pada raihan usai sesi FP1. “Saya yakin set-up kami bagus untuk trek dengan kuantitas air yang rendah. Dengan kuantitas air yang rendah, catatan waktu sangat dekat ketika melaju di trek kering. Itu berarti, motor ini bisa sangat bagus pada kondisi kering,” tutur Lorenzo optimis.
Terlepas dari kesulitan pada dua hari awal akhir pekan MotoGP Prancis 2017, pembalap 30 tahun itu juga merasa senang dapat menambah pengalaman mengendarai Ducati di trek basah. Yang mana, ini tentunya akan menambah jarak tempuh di atas motor.
“Ya, ini kesempatan yang hebat untuk belajar dalam kondisi hujan, karena kami hanya bisa satu kali latihan di Jerez. Kami tidak punya banyak informasi tentang set-up, seperti apa set-up bekerja pada trek dengan kuantitas air yang rendah atau tinggi. Jadi, sesi latihan ini adalah pelajaran untuk masa depan,” beber juara dunia MotoGP tiga kali bersama Yamaha itu.
Lalu bagaimana strategi Lorenzo di lomba MotoGP Prancis 2017, Minggu (21/5), apalagi ia sempat terjatuh pada sesi Sabtu? “Kami benar-benar harus fokus besok (saat balapan). Kini, satu-satunya yang bisa saya lakukan adalah menggunakan sesi pemanasan di pagi hari buat meningkatkan setelan dari motor saya, dan kemudian mencoba meraih posisi ketika lomba.”
Ya, Jorge Lorenzo mengaku tidak merasa aman ketika melintasi trek Le Mans pada sesi latihan bebas 2 (FP2). Awalnya, ia menempati posisi ke-16 pada sesi latihan pagi hari (FP1), yang berlangsung dalam kondisi trek basah-kering. Ia lalu menutup FP2 pada posisi ke-15, di mana trek sepenuhnya basah.
Kendati hasil FP1 tak memuaskan, pembalap Spanyol itu justru merasa luar biasa ketika mengendarai Desmosedici GP17 pada sesi pagi hari. Namun, ia menambahkan, bahwa kurangnya kepercayaan diri pada grip (daya cengkeram) belakang membuatnya tak nyaman selama menjalani FP2.
“Feeling yang agak berlawanan. Pada pagi hari, saya akan katakan lebih baik dari sebelumnya di trek basah. Kondisinya setengah-setengah. Cukup kering, atau tidak banyak air, dan saya merasa luar biasa bagus di atas motor,” terang Lorenzo seperti dilaporkan Motorsport.
“Faktanya, saya bisa menekan. Sangat mudah untuk di posisi pertama dan kedua. Kami lalu memutuskan tetap mempertahankan set-up untuk sesi siang hari. Tapi banyaknya air (di trek) mungkin membuat kami memerlukan lebih banyak grip belakang, untuk merasa lebih baik saat pengereman dan membuka gas,” urai Lorenzo.
“Saya tidak merasa aman. Saya tidak merasakan grip belakang. Jadi, saya lambat. Saya menempuh banyak lap untuk memanaskan ban. Jika kondisinya seperti ini lagi, tentu kami akan mengubah set-up secara keseluruhan,” imbuhnya.
_pada_akhir_pekan_motogp_prancis_2017._(foto-ducati).jpg)
Dengan balapan Minggu (21/5) yang diperkirakan bakal berlangsung dalam kondisi kering, Lorenzo termotivasi untuk menghadapi MotoGP Prancis 2017. Ini berkaca pada raihan usai sesi FP1. “Saya yakin set-up kami bagus untuk trek dengan kuantitas air yang rendah. Dengan kuantitas air yang rendah, catatan waktu sangat dekat ketika melaju di trek kering. Itu berarti, motor ini bisa sangat bagus pada kondisi kering,” tutur Lorenzo optimis.
Terlepas dari kesulitan pada dua hari awal akhir pekan MotoGP Prancis 2017, pembalap 30 tahun itu juga merasa senang dapat menambah pengalaman mengendarai Ducati di trek basah. Yang mana, ini tentunya akan menambah jarak tempuh di atas motor.
“Ya, ini kesempatan yang hebat untuk belajar dalam kondisi hujan, karena kami hanya bisa satu kali latihan di Jerez. Kami tidak punya banyak informasi tentang set-up, seperti apa set-up bekerja pada trek dengan kuantitas air yang rendah atau tinggi. Jadi, sesi latihan ini adalah pelajaran untuk masa depan,” beber juara dunia MotoGP tiga kali bersama Yamaha itu.
Lalu bagaimana strategi Lorenzo di lomba MotoGP Prancis 2017, Minggu (21/5), apalagi ia sempat terjatuh pada sesi Sabtu? “Kami benar-benar harus fokus besok (saat balapan). Kini, satu-satunya yang bisa saya lakukan adalah menggunakan sesi pemanasan di pagi hari buat meningkatkan setelan dari motor saya, dan kemudian mencoba meraih posisi ketika lomba.”
(sbn)