Rebut Kemenangan Perdana, Petenis Remaja Kanada Tantang Tsonga
Selasa, 29 Agustus 2017 - 16:36 WIB
Rebut Kemenangan Perdana, Petenis Remaja Kanada Tantang Tsonga
A
A
A
NEW YORK - Petenis remaja dari Kanada, Denis Shapovalov mencetak kemenangan perdananya di ajang tenis grand slam. Remaja 18 tahun itu mencuri kemenangan dalam bentrokan dengan Daniil Medvedev di babak pertama AS Terbuka 2017 di New York, Senin (28/8) waktu setempat.
Shapovalov mencetak keunggulan tiga set langsung 7-5, 6-1, 6-2 dalam pertemuan pertamanya dengan pemain muda Rusia, Medvedev (21 tahun). "Saya pikir saya memainkan pertandingan yang sangat bagus," kata Shapovalov, sebagaimana melansir ATP World Tour.
"Saya tetap sangat solid dari awal sampai akhir. Saya beberapa kali jatuh tersandung, tercerai berai, setelah dia kembali. Saya melakukan pekerjaan dengan bagus untuk tetap solid dalam mental di situasi seperti itu dan mendapatkan jeda saat saya membutuhkannya," jelasnya.
"Saya tidak merasakan tekanan apapun. Pada akhirnya, saya bermain untuk diri saya sendiri, untuk tim saya dan untuk negara saya. Tiga hal yang selalu saya bawa bersama saya di lapangan. Saya bermain dengan hati saya. Pada akhirnya inilah olahraga. Saya bisa menang dan saya bisa kalah," lanjut petenis nomor 69 dunia.
Shapovalov sendiri meraih hasil terbaiknya dengan mengalahkan Rafael Nadal untuk mencapai semifinal Piala Rogers di Montreal, Kanada tiga pekan lalu. Saat itu, dia gagal lanjut ke final, setelah ditumbangkan oleh Alexander Zverev Jr.
Berikutnya di babak kedua AS Terbuka, Shapovalov akan menantang unggulan kedelapan, Jo-Wilfried Tsonga dari Prancis. Tsonga menembus babak kedua berkat kemenangan tiga set langsung 6-3, 6-3, 6-4 atas Marius Copil dari Rumania.
Shapovalov mencetak keunggulan tiga set langsung 7-5, 6-1, 6-2 dalam pertemuan pertamanya dengan pemain muda Rusia, Medvedev (21 tahun). "Saya pikir saya memainkan pertandingan yang sangat bagus," kata Shapovalov, sebagaimana melansir ATP World Tour.
"Saya tetap sangat solid dari awal sampai akhir. Saya beberapa kali jatuh tersandung, tercerai berai, setelah dia kembali. Saya melakukan pekerjaan dengan bagus untuk tetap solid dalam mental di situasi seperti itu dan mendapatkan jeda saat saya membutuhkannya," jelasnya.
"Saya tidak merasakan tekanan apapun. Pada akhirnya, saya bermain untuk diri saya sendiri, untuk tim saya dan untuk negara saya. Tiga hal yang selalu saya bawa bersama saya di lapangan. Saya bermain dengan hati saya. Pada akhirnya inilah olahraga. Saya bisa menang dan saya bisa kalah," lanjut petenis nomor 69 dunia.
Shapovalov sendiri meraih hasil terbaiknya dengan mengalahkan Rafael Nadal untuk mencapai semifinal Piala Rogers di Montreal, Kanada tiga pekan lalu. Saat itu, dia gagal lanjut ke final, setelah ditumbangkan oleh Alexander Zverev Jr.
Berikutnya di babak kedua AS Terbuka, Shapovalov akan menantang unggulan kedelapan, Jo-Wilfried Tsonga dari Prancis. Tsonga menembus babak kedua berkat kemenangan tiga set langsung 6-3, 6-3, 6-4 atas Marius Copil dari Rumania.
(nug)