Skuat Arema Terpukul Insiden Kerusuhan di Laga Kontra Persib

Selasa, 17 April 2018 - 15:36 WIB
Skuat Arema Terpukul...
Skuat Arema Terpukul Insiden Kerusuhan di Laga Kontra Persib
A A A
MALANG - Kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada Minggu (15/4/2018) malam berdampak pada kondisi tim. Pasalnya, Arema dibayang-bayangi sanksi Komdis PSSI.

Selain dibayangi oleh adanya ancaman sanksi dari Komisi Disiplin PSSI. Kerusuhan tersebut, berdampak besar kepada psikologis para pemain. Apalagi, dari empat laga yang sudah dijalani, belum sekalipun Arema FC mampu meraih kemenangan.

Dua kali bermain di kandang sendiri, mereka harus berbagi angka dengan tamunya. Sementara, dari dua kali laga tandang, semuanya memiliki hasil buruk. Tim kebanggaan Aremania ini, harus terpuruk di dasar kelasemen sementara Liga 1 dengan hanya dua poin dari empat laga.

Media Officer Arema FC, Sudarmaji mengakui, kondisi tim masih sedih dan kecewa atas kerusuhan yang terjadi.

"Semuanya pastinya masih sedih dan kecewa. Tetapi kompetisi terus berjalan. Sehingga tim harus tetap fokus, dan segera melakukan pemulihan kondisi, untuk menatap pertandingan berikutnya," katanya.

Dia berharap, kondisi tim segera bangkit dari kondisi yang terjadi. Bahkan, insiden Minggu (15/4/2018) malam, diharapkan bisa memotivasi tim untuk bisa bangkit dan meraih kemenangan di pertandingam berikutnya.

Sementara terkait penanganan korban kerusuhan, Sudarmaji mengatakan, berangsur-angsur mulai membaik. Aremania yang mengalami luka ringan, sudah kembali ke keluarganya masing-masing. Saat ini, tinggal tujuh orang yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Tujuh korban yang dirawat di rumah sakit tersebut, di antaranya dua orang di rawat di RSUD Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Yakni, Leonardo warga Sawojajar, Kota Malang, mengalami luka di wajah dan tangan. Satu lagi diketahui bernama Nouval, warga Kabupaten Tulungagung.

"Korban Nouval masih diobservasi, karena diduga mengalami gagar otak ringam, dan akaj dirujuk ke RSUD Syaiful Anwar, Kota Malang," ujarnya.

Sebanyak empat orang korban dirawat di RS Wafa Husada, Kepanjen, Kabupaten Malang. Yakni, M. Dimas Arifin, warga Arjowinangun, Kabupaten Malang; Hafidzah Iqbal, warga Kabupaten Tulungagung; Sulastri, warga Kromengan, Kabupaten Malang; dan Nurfatimatul Zahro, warga Turen, Kabupaten Malang.

Satu orang korban lagi, dirawat di RS Hasta Husada, Kabupaten Malang, atas nama Indahna Dian Prianti, warga Pakis, Kabupaten Malang. (Baca juga: Buntut Kericuhan, Manajemen Arema FC Buka Dua Posko Pelaporan )

Kepala Polres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung menegaskan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kejadian kericuhan masal tersebut.

"Kami masih melakukan penyelidikan terhadap dugaan kekerasan, yang mengakibatkan korban pada suporter dan petugas keamanan," kata Yade Setiawan Ujung.
(bbk)
Berita Terkait
Gol Bunuh Diri Menit...
Gol Bunuh Diri Menit Akhir Antarkan Arema Pecundangi Bali United
Sentuhan Ajaib Fernando...
Sentuhan Ajaib Fernando Valente Bikin Arema FC Tampil Beda
Arema FC Resmi Pecat...
Arema FC Resmi Pecat Fernando Valente
Setengah Skuad Arema...
Setengah Skuad Arema FC Dirombak Total Musim Depan
Barito Putera vs Arema...
Barito Putera vs Arema FC: Kerahkan Kekuatan Penuh
Arema FC vs Persib Bandung:...
Arema FC vs Persib Bandung: Panggung Pelatih Anyar
Berita Terkini
Rekor 32 Tahun Tumbang...
Rekor 32 Tahun Tumbang di Piala Dunia 2026
1 jam yang lalu
Belanda vs Swedia: Oranje...
Belanda vs Swedia: Oranje Wajib Menang!
3 jam yang lalu
Turki Catat 62 Tendangan...
Turki Catat 62 Tendangan Tanpa Gol dalam 180 Menit di Piala Dunia 2026
4 jam yang lalu
Brasil Rajai Daftar...
Brasil Rajai Daftar Gol Terbanyak Sepanjang Sejarah Piala Dunia
5 jam yang lalu
Aturan Baru FIFA Makan...
Aturan Baru FIFA Makan Korban Pertama: Almiron Dikartu Merah Gara-Gara Tutup Mulut
6 jam yang lalu
Hasil Turki vs Paraguay...
Hasil Turki vs Paraguay 0-1: Gol 65 Detik Galarza Kubur Mimpi Ay-Yildizlilar ke 32 Besar
7 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved