Duel Pertahankan Gelar Iwasa Berikutnya Digelar Agustus
Minggu, 03 Juni 2018 - 20:01 WIB
Duel Pertahankan Gelar Iwasa Berikutnya Digelar Agustus
A
A
A
TOKYO - Petinju kidal Jepang, Ryosuke Iwasa memastikan bahwa 16 Agustus nanti akan bertarung mempertahankan gelar kelas bantam super IBF untuk kali kedua di Tokyo. Iwasa diagendakan untuk berhadapan dengan lawan wajib dan belum terkalahkan, TJ Doheny alias The Power.
"Duel saya dengan TJ Doheny akan sangat penting bagi saya, sehingga saya akan dapat menunjukkan nilai saya sebagai juara dunia, bahkan lebih dengan kualitas petinju profesional saya menjadi kualitas seorang juara dunia," jelas Iwasa seperti melansir Boxing Scene.
Petinju berusia 28 tahun itu kali pertama merebut mahkota kelas bantam super IBF ketika menang TKO di ronde keenam atas petinju senegaranya, Yukinori Oguni pada September tahun lalu.
Lalu, awal Maret lalu, Iwasa memenangi duel mempertahankan gelar untuk pertamanya. Dia menorehkan kemenangan angka mutlak atas petinju Filipina, Ernesto "Chocolate" Saulong.
Sebelum menjadi juara kelas bantam super IBF, Iwasa sempat mendapat kesempatan untuk merebut gelar interim IBF di kelas bantam, Juni 2015. Sayangnya, duel melawan petinju tuan rumah, Lee Haskins di Bristol, Inggris itu berakhir kekalahan TKO di ronde keenam.
Sementara itu, Doheny, petinju Australia kelahiran Republik Irlandia, belum pernah tersentuh kekalahan dalam 19 pertarungan profesionalnya. Dia mendapatkan status sebagai lawan wajib juara kelas bantam super IBF lewat kemenangan atas Mike Tawatchai alias Pipat Chaiporn di Bangkok, Thailand, Desember 2017.
Apabila petinju 31 tahun ini berhasil mencuri gelar dari Iwasa di Tokyo, maka dia akan menjadi petinju Inggris dan Irlandia kedua yang memenangkan gelar di Jepang. Petinju Inggris-Irlandia, Wayne McCullogh menjadi yang pertama. Dia memenangkan gelar kelas bantam WBC dengan mengalahkan Yasuei Yakushiji di Nagoya pada 1995.
"Duel saya dengan TJ Doheny akan sangat penting bagi saya, sehingga saya akan dapat menunjukkan nilai saya sebagai juara dunia, bahkan lebih dengan kualitas petinju profesional saya menjadi kualitas seorang juara dunia," jelas Iwasa seperti melansir Boxing Scene.
Petinju berusia 28 tahun itu kali pertama merebut mahkota kelas bantam super IBF ketika menang TKO di ronde keenam atas petinju senegaranya, Yukinori Oguni pada September tahun lalu.
Lalu, awal Maret lalu, Iwasa memenangi duel mempertahankan gelar untuk pertamanya. Dia menorehkan kemenangan angka mutlak atas petinju Filipina, Ernesto "Chocolate" Saulong.
Sebelum menjadi juara kelas bantam super IBF, Iwasa sempat mendapat kesempatan untuk merebut gelar interim IBF di kelas bantam, Juni 2015. Sayangnya, duel melawan petinju tuan rumah, Lee Haskins di Bristol, Inggris itu berakhir kekalahan TKO di ronde keenam.
Sementara itu, Doheny, petinju Australia kelahiran Republik Irlandia, belum pernah tersentuh kekalahan dalam 19 pertarungan profesionalnya. Dia mendapatkan status sebagai lawan wajib juara kelas bantam super IBF lewat kemenangan atas Mike Tawatchai alias Pipat Chaiporn di Bangkok, Thailand, Desember 2017.
Apabila petinju 31 tahun ini berhasil mencuri gelar dari Iwasa di Tokyo, maka dia akan menjadi petinju Inggris dan Irlandia kedua yang memenangkan gelar di Jepang. Petinju Inggris-Irlandia, Wayne McCullogh menjadi yang pertama. Dia memenangkan gelar kelas bantam WBC dengan mengalahkan Yasuei Yakushiji di Nagoya pada 1995.
| Tale of The Tape | ||
| Ryosuke Iwasa | vs | TJ Doheny |
| 26 Desember 1989 | Lahir | 02 November 1986 |
| Jepang | Asal | Australia |
| 171cm | Tinggi | 168cm |
| 180cm | Jangkauan | 168cm |
| - | Julukan | The Power |
| Southpaw | Stance | Southpaw |
| 25 (16KO) | Menang | 19 (14KO) |
| 2 | Kalah | - |
| - | Seri | - |
(nug)