Ramsey belum maafkan Shawcross
Minggu, 26 Agustus 2012 - 14:29 WIB
Ramsey belum maafkan Shawcross
A
A
A
Sindonews.com - Peristiwa kelam itu sudah lewat dua tahun. Namun, dendam Aaron Ramsey terhadap Ryan Shawcross masih membara. Perseteruan keduanya kembali memanas ketika Ramsey kembali mengunjungi tempat dirinya terkena cedera parah, Britania, hari ini.
Penyebabnya adalah penolakan Ramsey menyangkut kemungkinan hadirnya Shawcross di timnas Wales, yang terkuak pekan lalu. Sebagai kapten Wales, The Sun mengabarkan perlawanan Ramsey menuruti permintaan Pelatih Chris Coleman yang berencana merekrut Shawcross untuk memperkuat lini pertahanan timnya. Sebab, Ramsey enggan berada satu kamar ganti dengan pemain yang memaksanya absen selama sembilan bulan.
Sadar dirinya tidak diinginkan, Shawcross pun menolak permintaan Wales, negara tempatnya besar. Dia menegaskan hasrat menunggu panggilan Inggris, negara tempat kelahirannya. Meski peluang direkrut Roy Hodgson lebih kecil akibat ketatnya persaingan, Shawcross sadar dinginnya sikap Ramsey terhadapnya membuat dirinya tidak mungkin membela Wales.
“Shawcross hanya mau membela Inggris. Saya hanya bisa berdoa agar impiannya terwujud,” kata Coleman, dikutip BBC. Kemungkinan terjadinya perpecahan dalam tubuh Wales pun terhindari.
Semua karena dendam Ramsey yang membara. Pelatih Stoke Tony Pulis turut menyayangkan keadaan ini. Dia menilai sebaiknya Ramsey melupakan peristiwa tersebut dan fokus melanjutkan kariernya. “Apa yang terjadi di masa lalu biarkan di masa lalu. Lagi pula Shawcross sama sekali tidak ada niat menyakiti Ramsey. Semuanya tidak disengaja,” tandas Pulis, seperti dilansir The Sun.
Kaki Ramsey patah di enam bagian akibat tekel Ramsey pada duel Liga Primer Februari 2010. Kariernya di lapangan sempat terancam. Namun, Ramsey akhirnya kembali memperkuat The Gunners, julukan Arsenal pada November tahun yang sama.
Sempat menjalani masa pinjaman di Nottingham Forest dan Cardiff City, Ramsey pulang ke Emirates pada paruh kedua 2010/2011. Hingga sekarang dia sudah dua kali mengunjungi Britania dan menghadapi Shawcross. Namun, semuanya berakhir buruk karena Arsenal gagal memetik kemenangan (1-3, 1-1).
Penyebabnya adalah penolakan Ramsey menyangkut kemungkinan hadirnya Shawcross di timnas Wales, yang terkuak pekan lalu. Sebagai kapten Wales, The Sun mengabarkan perlawanan Ramsey menuruti permintaan Pelatih Chris Coleman yang berencana merekrut Shawcross untuk memperkuat lini pertahanan timnya. Sebab, Ramsey enggan berada satu kamar ganti dengan pemain yang memaksanya absen selama sembilan bulan.
Sadar dirinya tidak diinginkan, Shawcross pun menolak permintaan Wales, negara tempatnya besar. Dia menegaskan hasrat menunggu panggilan Inggris, negara tempat kelahirannya. Meski peluang direkrut Roy Hodgson lebih kecil akibat ketatnya persaingan, Shawcross sadar dinginnya sikap Ramsey terhadapnya membuat dirinya tidak mungkin membela Wales.
“Shawcross hanya mau membela Inggris. Saya hanya bisa berdoa agar impiannya terwujud,” kata Coleman, dikutip BBC. Kemungkinan terjadinya perpecahan dalam tubuh Wales pun terhindari.
Semua karena dendam Ramsey yang membara. Pelatih Stoke Tony Pulis turut menyayangkan keadaan ini. Dia menilai sebaiknya Ramsey melupakan peristiwa tersebut dan fokus melanjutkan kariernya. “Apa yang terjadi di masa lalu biarkan di masa lalu. Lagi pula Shawcross sama sekali tidak ada niat menyakiti Ramsey. Semuanya tidak disengaja,” tandas Pulis, seperti dilansir The Sun.
Kaki Ramsey patah di enam bagian akibat tekel Ramsey pada duel Liga Primer Februari 2010. Kariernya di lapangan sempat terancam. Namun, Ramsey akhirnya kembali memperkuat The Gunners, julukan Arsenal pada November tahun yang sama.
Sempat menjalani masa pinjaman di Nottingham Forest dan Cardiff City, Ramsey pulang ke Emirates pada paruh kedua 2010/2011. Hingga sekarang dia sudah dua kali mengunjungi Britania dan menghadapi Shawcross. Namun, semuanya berakhir buruk karena Arsenal gagal memetik kemenangan (1-3, 1-1).
(akr)