Rivalitas klasik benua Eropa
Sabtu, 06 Oktober 2012 - 09:44 WIB
Rivalitas klasik benua Eropa
A
A
A
Sindonews.com - Pencinta sepakbola dunia akan dimanja tontonan berkualitas pada Minggu 7 Oktober 2012 besok. Sebab, tiga pertandingan klasik domestik Eropa siap menghibur mereka. Mulai dari laga El Clasico di Spanyol, derby Milan di Italia hingga gelaran Le Classique pada liga Prancis, ketiganya akan menyuguhkan laga seru penuh rivalitas.
Pada El Clasico, laga yang mempertemukan dua musuh bebuyutan Barcelona dan Real Madrid. Digelar di Camp Nou, Pelatih Barcelona Tito Vilanova bakal mencoba mencatat rekor sebagai nakhoda dengan start terbaik sepanjang sejarah klub.
Sebelumnya dia sudah menyamai prestasi James Bellamy, Johan Cruyff dan Louis van Gaal berbekal kemenangan pada enam laga awal Primera Liga 2012/2013. Kebetulan, tambahan hasil positif itu juga mempertegas posisi El Azulgrana, julukan Barcelona sebagai favorit juara. Torehan 100 persen membawa Lionel Messi dkk unggul delapan nilai di atas Madrid, yang sudah menderita 2 kekalahan dan 1 kali imbang.
Kesuksesan memukul Madrid di hadapan pendukung sendiri jelas akan memperlapang jalan Barcelona menuju takhta Spanyol ke-22. Namun, Vilanova tidak ingin sekadar memetik tiga nilai. Nakhoda berusia 44 tahun itu tentu ingin merasakan kenikmatan maksimal berupa pesta gol. Dia bertekad mengikuti jejak Rinus Michels dan Pep Guardiola yang pernah memimpin Barcelona mempermalukan rivalnya. Michel membantu Barcelona membekuk Madrid 5-0 di Santiago Bernabeu pada 1974. Sementara Guardiola mempersembahkan hasil 6-2 (Bernabeu) dan 5-0 (Camp Nou).
Kubu tim tamu pasti berusaha menghindari skenario tersebut. Di bawah instruksi Jose Mourinho, El Merengues, julukan Madrid berambisi memperkecil jarak demi mempertahankan mahkota Negeri Matador. Mereka memiliki amunisi besar dalam diri Cristiano Ronaldo. Selalu mencetak hattrick pada dua partai terakhir, Ronaldo siap memaksimalkan krisis lini belakang Barcelona untuk membawa Madrid memetik hasil positif.
Barcelona dipastikan tidak diperkuat kapten Carles Puyol pada el clasico edisi kali ini,dan Gerard Pique sangat meragukan. Laporan terakhir menyatakan rencana Vilanova memaksa Pique turun, meski kondisinya belum 100 persen. “Mari meraih kemenangan di Camp Nou,” kata Ronaldo, dilansir El Mundo Deportivo.
Patut ditunggu bagaimana kelangsungan duel nanti. Madrid boleh percaya diri berkat kemenangan agregat pada Supercopa de Espana dan mengoleksi gelar lebih banyak ketimbang Barcelona. Namun, tuan rumah memiliki rekor pertemuan bagus atas Madrid. Dari 252 pertandingan resmi, El Azulgrana memetik 106 hasil positif berbanding 91. Statistik produktivitas turut mendukung Barcelona lewat catatan 444-411.
Tidak kalah menarik dari el clasico adalah Derby della Madonnina. Berlangsung di San Siro, dua tetangga AC dan Inter Milan bertekad memenangkan pertemuan kali ini demi melupakan performa buruk pada awal 2012/2013. Kedua klub tersebut memang sama-sama membukukan hasil mengecewakan yang membuat mereka sudah tercecer pada persaingan Seri A.
Milan tertinggal sembilan poin di belakang pemimpin klasemen Juventus akibat 3 kekalahan dan 1 kali imbang. Sementara meski lebih baik, torehan dua hasil negatif menunjukkan I Nerazzurri, julukan Inter masih dalam proses rehabilitasi. Sejarah menunjukkan, keunggulan Milan atas adiknya. I Rossoneri, julukan Milan menorehkan 81 kemenangan dari 219 pertemuan resmi, dengan Inter mencatat 76 hasil positif. Milan juga berada di atas angin lewat produktivitas gol 315-298.
Dampak Derby della Madonnina kali ini kemungkinan bukan sekadar prestise atau prospek kedua klub di tabel, melainkan pula status sang pelatih. Posisi Allenatore Milan Massimiliano Allegri sedang goyah akibat start mengecewakan tim. Dia mampu membeli waktu berkat dua kemenangan pada tiga partai terakhir. Namun, kekalahan di derby berpotensi memunculkan kembali tekanan pemecatan yang tengah mereda.
Duel besar terakhir adalah Le Classique di Ligue 1. Dimodali kekuatan modal Nasser al- Khelaifi, Paris St Germain (PSG) berambisi mengandaskan musuh bebuyutan Olympique Marseille di depan pendukungnya sendiri. Pertaruhan puncak klasemen pun jadi pertaruhannya. Saat ini,Marseille memimpin tiga angka tapi PSG unggul produktivitas gol.
Situasi moral kedua tim dapat jadi penentu hasil pertarungan di Stade Velodrome ini. PSG baru saja menderita kekalahan perdana pada 2012/2013, setelah dibekuk FC Porto 0-1 di Liga Champions. Kepiawaian Pelatih Carlo Ancelotti dalam membangkitkan moral Zlatan Ibrahimovic dkk akan sangat diperlukan. Sebaliknya, Marseille telah menunjukkan karakter mereka. Walau dipermalukan Valenciennes 1-4,akhir pekan lalu, pasukan Elie Baup sukses menghancurkan AEL Limassol 5-1 di Liga Europa. “Kami mesti mempersiapkan diri sebaik mungkin menghadapi Marseille,” tandas Ancelotti.
Pada El Clasico, laga yang mempertemukan dua musuh bebuyutan Barcelona dan Real Madrid. Digelar di Camp Nou, Pelatih Barcelona Tito Vilanova bakal mencoba mencatat rekor sebagai nakhoda dengan start terbaik sepanjang sejarah klub.
Sebelumnya dia sudah menyamai prestasi James Bellamy, Johan Cruyff dan Louis van Gaal berbekal kemenangan pada enam laga awal Primera Liga 2012/2013. Kebetulan, tambahan hasil positif itu juga mempertegas posisi El Azulgrana, julukan Barcelona sebagai favorit juara. Torehan 100 persen membawa Lionel Messi dkk unggul delapan nilai di atas Madrid, yang sudah menderita 2 kekalahan dan 1 kali imbang.
Kesuksesan memukul Madrid di hadapan pendukung sendiri jelas akan memperlapang jalan Barcelona menuju takhta Spanyol ke-22. Namun, Vilanova tidak ingin sekadar memetik tiga nilai. Nakhoda berusia 44 tahun itu tentu ingin merasakan kenikmatan maksimal berupa pesta gol. Dia bertekad mengikuti jejak Rinus Michels dan Pep Guardiola yang pernah memimpin Barcelona mempermalukan rivalnya. Michel membantu Barcelona membekuk Madrid 5-0 di Santiago Bernabeu pada 1974. Sementara Guardiola mempersembahkan hasil 6-2 (Bernabeu) dan 5-0 (Camp Nou).
Kubu tim tamu pasti berusaha menghindari skenario tersebut. Di bawah instruksi Jose Mourinho, El Merengues, julukan Madrid berambisi memperkecil jarak demi mempertahankan mahkota Negeri Matador. Mereka memiliki amunisi besar dalam diri Cristiano Ronaldo. Selalu mencetak hattrick pada dua partai terakhir, Ronaldo siap memaksimalkan krisis lini belakang Barcelona untuk membawa Madrid memetik hasil positif.
Barcelona dipastikan tidak diperkuat kapten Carles Puyol pada el clasico edisi kali ini,dan Gerard Pique sangat meragukan. Laporan terakhir menyatakan rencana Vilanova memaksa Pique turun, meski kondisinya belum 100 persen. “Mari meraih kemenangan di Camp Nou,” kata Ronaldo, dilansir El Mundo Deportivo.
Patut ditunggu bagaimana kelangsungan duel nanti. Madrid boleh percaya diri berkat kemenangan agregat pada Supercopa de Espana dan mengoleksi gelar lebih banyak ketimbang Barcelona. Namun, tuan rumah memiliki rekor pertemuan bagus atas Madrid. Dari 252 pertandingan resmi, El Azulgrana memetik 106 hasil positif berbanding 91. Statistik produktivitas turut mendukung Barcelona lewat catatan 444-411.
Tidak kalah menarik dari el clasico adalah Derby della Madonnina. Berlangsung di San Siro, dua tetangga AC dan Inter Milan bertekad memenangkan pertemuan kali ini demi melupakan performa buruk pada awal 2012/2013. Kedua klub tersebut memang sama-sama membukukan hasil mengecewakan yang membuat mereka sudah tercecer pada persaingan Seri A.
Milan tertinggal sembilan poin di belakang pemimpin klasemen Juventus akibat 3 kekalahan dan 1 kali imbang. Sementara meski lebih baik, torehan dua hasil negatif menunjukkan I Nerazzurri, julukan Inter masih dalam proses rehabilitasi. Sejarah menunjukkan, keunggulan Milan atas adiknya. I Rossoneri, julukan Milan menorehkan 81 kemenangan dari 219 pertemuan resmi, dengan Inter mencatat 76 hasil positif. Milan juga berada di atas angin lewat produktivitas gol 315-298.
Dampak Derby della Madonnina kali ini kemungkinan bukan sekadar prestise atau prospek kedua klub di tabel, melainkan pula status sang pelatih. Posisi Allenatore Milan Massimiliano Allegri sedang goyah akibat start mengecewakan tim. Dia mampu membeli waktu berkat dua kemenangan pada tiga partai terakhir. Namun, kekalahan di derby berpotensi memunculkan kembali tekanan pemecatan yang tengah mereda.
Duel besar terakhir adalah Le Classique di Ligue 1. Dimodali kekuatan modal Nasser al- Khelaifi, Paris St Germain (PSG) berambisi mengandaskan musuh bebuyutan Olympique Marseille di depan pendukungnya sendiri. Pertaruhan puncak klasemen pun jadi pertaruhannya. Saat ini,Marseille memimpin tiga angka tapi PSG unggul produktivitas gol.
Situasi moral kedua tim dapat jadi penentu hasil pertarungan di Stade Velodrome ini. PSG baru saja menderita kekalahan perdana pada 2012/2013, setelah dibekuk FC Porto 0-1 di Liga Champions. Kepiawaian Pelatih Carlo Ancelotti dalam membangkitkan moral Zlatan Ibrahimovic dkk akan sangat diperlukan. Sebaliknya, Marseille telah menunjukkan karakter mereka. Walau dipermalukan Valenciennes 1-4,akhir pekan lalu, pasukan Elie Baup sukses menghancurkan AEL Limassol 5-1 di Liga Europa. “Kami mesti mempersiapkan diri sebaik mungkin menghadapi Marseille,” tandas Ancelotti.
(akr)