Deportivo terancam gulung tikar
Jum'at, 09 November 2012 - 09:57 WIB
Deportivo terancam gulung tikar
A
A
A
Sindonews.com - Krisis ekonomi yang belum juga bersedia menjauhi Spanyol berpotensi membuat klub-klub menengah dan bawah Primera Liga mengalami kebangkrutan.
Terbukti,Kantor Pajak Spanyol mengumumkan sejumlah klub di kompetisi kasta tertinggi Negeri Matador berutang pajak yang nilai totalnya mencapai hampir 1 miliar euro. Harian La Vozyang berbasis Galicia menyatakan bahwa salah satu klub yang disebut Kantor Pajak Spanyol itu adalah Deportivo La Coruna.Nilai pajak klub berjuluk Super Deportersebut tahun ini mencapai lebih dari 30 juta euro.Ditambah total utang pajak,maka nilai yang harus dibayar Deportivo mencapai sekitar 96 juta euro.
Bila dalam waktu dekat tidak mampu mengatasi masalah tersebut,Deportivo berpotensi masuk pengadilan dan dinyatakan bangkrut. “Kami harus tenang.Lakukan pekerjaan yang benar dan tetap mempertahankan bendera tim.Saya percaya,kami akan segera mendapatkan bantuan untuk mengatasi masalah ini.Tapi,kami harus tenang.
Situasinya tidak serumit yang diberitakan.Kami akan bisa mengatasinya,”ujar Presiden Augusto Cesar Lendoiro. Ungkapan Presiden Lendoiro dibenarkan juru bicara Deportivo,Rafael Carpacho.Menurut dia,klub yang baru kembali ke Primera Liga itu akan bisa mengatasi masalah keuangan yang saat ini melanda.
Penyitaan pendapatan dari kontrak sponsor,televisi,maupun tiket yang dilakukan Kantor Pajak Spanyol untuk menutupi utang pajak dianggap Carpacho tidak akan memengaruhi aktivitas klub.Dia tetap optimistis Deportivo tidak akan dinyatakan bangkrut maupun dicoret dari Primera Liga. “Kami sangat yakin dengan masa depan tim.
Tapi,saya tidak ingin menjelaskan langkah-langkah yang akan dan telah ditempuh klub.Bagi kami,keuangan adalah masalah internal klub yang tidak perlu diketahui pihak luar.Yang harus dicatat, suporter tidak perlu cemas,”kata Carpacho.
Masalah pajak menjadi topik utama di Spanyol akhir-akhir ini setelah krisis ekonomi melanda.Pasalnya,untuk memangkas defisit anggaran,pemerintah telah mencabut kemudahan-kemudahan yang didapat klub sepak bola.
Pemerintah juga menaikkan pajak.Akibatnya,banyak klub yang mengajukan keberatan. Mayoritas kesulitan membayar pajak besar karena tidak mendapatkan cukup pemasukan dari aktivitas klub akibat krisis ekonomi di Benua Biru.
“Tidak ada lagi yang diistimewakan. Klub-klub sepak bola harus tetap membayar pajak seperti entitas-entitas bisnis lainnya.Tidak peduli apakah mereka menyumbangkan pemain yang membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia,mereka tetap harus membayar,”ujar Perdana Menteri (PM) Mariano Rajoy,kepada Cadena Cope Radio,beberapa waktu lalu.
Selain Deportivo,beberapa waktu lalu masalah pajak juga sempat membuat para petinggi Atletico Madrid pusing.Pasalnya, manajemen Los Colchonerosdiharuskan membayar pajak 15 juta euro per tahun plus utang pajak 115 juta euro.Kasus tersebut sempat dibahas di Komisi Eropa (Uni Eropa) untuk dicarikan solusi.Bahkan, Atletico sempat mendapat ancaman dicoret dari Liga Europa bila gagal membayar pajak.
“Atletico bukan satu-satunya tim yang terancam dengan kebijakan pajak Pemerintah Spanyol.Saya berani bertaruh akan ada banyak tim Primera Liga yang mengalami kesulitan keuangan.Sebab, kondisi ekonomi secara umum di kawasan ini sedang tidak bersahabat,”ujar CEO Atletico,Miguel Angel Gil,ketika itu
Terbukti,Kantor Pajak Spanyol mengumumkan sejumlah klub di kompetisi kasta tertinggi Negeri Matador berutang pajak yang nilai totalnya mencapai hampir 1 miliar euro. Harian La Vozyang berbasis Galicia menyatakan bahwa salah satu klub yang disebut Kantor Pajak Spanyol itu adalah Deportivo La Coruna.Nilai pajak klub berjuluk Super Deportersebut tahun ini mencapai lebih dari 30 juta euro.Ditambah total utang pajak,maka nilai yang harus dibayar Deportivo mencapai sekitar 96 juta euro.
Bila dalam waktu dekat tidak mampu mengatasi masalah tersebut,Deportivo berpotensi masuk pengadilan dan dinyatakan bangkrut. “Kami harus tenang.Lakukan pekerjaan yang benar dan tetap mempertahankan bendera tim.Saya percaya,kami akan segera mendapatkan bantuan untuk mengatasi masalah ini.Tapi,kami harus tenang.
Situasinya tidak serumit yang diberitakan.Kami akan bisa mengatasinya,”ujar Presiden Augusto Cesar Lendoiro. Ungkapan Presiden Lendoiro dibenarkan juru bicara Deportivo,Rafael Carpacho.Menurut dia,klub yang baru kembali ke Primera Liga itu akan bisa mengatasi masalah keuangan yang saat ini melanda.
Penyitaan pendapatan dari kontrak sponsor,televisi,maupun tiket yang dilakukan Kantor Pajak Spanyol untuk menutupi utang pajak dianggap Carpacho tidak akan memengaruhi aktivitas klub.Dia tetap optimistis Deportivo tidak akan dinyatakan bangkrut maupun dicoret dari Primera Liga. “Kami sangat yakin dengan masa depan tim.
Tapi,saya tidak ingin menjelaskan langkah-langkah yang akan dan telah ditempuh klub.Bagi kami,keuangan adalah masalah internal klub yang tidak perlu diketahui pihak luar.Yang harus dicatat, suporter tidak perlu cemas,”kata Carpacho.
Masalah pajak menjadi topik utama di Spanyol akhir-akhir ini setelah krisis ekonomi melanda.Pasalnya,untuk memangkas defisit anggaran,pemerintah telah mencabut kemudahan-kemudahan yang didapat klub sepak bola.
Pemerintah juga menaikkan pajak.Akibatnya,banyak klub yang mengajukan keberatan. Mayoritas kesulitan membayar pajak besar karena tidak mendapatkan cukup pemasukan dari aktivitas klub akibat krisis ekonomi di Benua Biru.
“Tidak ada lagi yang diistimewakan. Klub-klub sepak bola harus tetap membayar pajak seperti entitas-entitas bisnis lainnya.Tidak peduli apakah mereka menyumbangkan pemain yang membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia,mereka tetap harus membayar,”ujar Perdana Menteri (PM) Mariano Rajoy,kepada Cadena Cope Radio,beberapa waktu lalu.
Selain Deportivo,beberapa waktu lalu masalah pajak juga sempat membuat para petinggi Atletico Madrid pusing.Pasalnya, manajemen Los Colchonerosdiharuskan membayar pajak 15 juta euro per tahun plus utang pajak 115 juta euro.Kasus tersebut sempat dibahas di Komisi Eropa (Uni Eropa) untuk dicarikan solusi.Bahkan, Atletico sempat mendapat ancaman dicoret dari Liga Europa bila gagal membayar pajak.
“Atletico bukan satu-satunya tim yang terancam dengan kebijakan pajak Pemerintah Spanyol.Saya berani bertaruh akan ada banyak tim Primera Liga yang mengalami kesulitan keuangan.Sebab, kondisi ekonomi secara umum di kawasan ini sedang tidak bersahabat,”ujar CEO Atletico,Miguel Angel Gil,ketika itu
(wbs)