Arema pasang jurus penakluk Hanoi
Kamis, 06 Maret 2014 - 14:44 WIB
Arema pasang jurus penakluk Hanoi
A
A
A
Sindonews.com - Arema Cronous tengah mempersiapkan sejumlah jurus untuk mendapat hasil absolut kala menjamu Hanoi T&T di Stadion Kanjuruhan, pekan depan. Laga kedua AFC Cup tersebut diprediksi bakal tidak mudah bagi tuan rumah.
Arema memang memiliki rekor memukau di kandang sendiri. Sepanjang pramusim maupun Indonesia Super League (ISL), Singo Edan belum terkalahkan tahun ini. Rekor gol juga mendekati sempurna di kompetisi domestik karena hanya kemasukan satu gol dari tiga laga.
Tapi Hanoi T&T bukanlah tim semenjana. Peraih gelar Liga Vietnam dua kali tersebut tengah bersemangat mempertahankan posisi di puncak klasemen Grup F. Menang atas Maziya 5-1 di laga perdana menunjukkan tim juara Liga Vietnam 2013 ini memiliki potensi menjadi ancaman serius.
Dari pengamatan staf pelatih Arema Cronus melalui rekaman video maupun situs Youtube, Hanoi T&T adalah tim yang agresif. Nyaris sama dengam Arema, mereka mendewakan kecepatan dalam menyerang dengan komposisi pemain yang cukup baik.
"Tim ini (Hanoi) bukan tim sembarangan. Saya sudah lihat bagaimana mereka bermain dan akan ada pertarungan ketat di Kanjuruhan nanti. Sama halnya seperti Arema, mereka terlihat tidak gentar ketika bertanding di kandang lawan," beber Pelatih Arema Suharno.
Tim yang bermarkas di Hang Day Stadium biasanya memakai formasi 4-3-3 dengan memasang tiga pemain berkecepatan tinggi di depan. Ada dua winger atau striker sayap tim nasional Vietnam, yakni Nguyen Van Quyet dan Pham Tanh Luong.
Keduanya mengapit striker Samson Kayode, pemain naturalisasi Vietnam kelahiran Nigeria. Dari tiga pemain itu saja sudah bisa diambil kesimpulan bahwa tuan rumah harus mempersiapkan segala lini, termasuk pertahanan untuk mengantisipasi kejutan lawan.
"Semuanya saya persiapkan dengan baik. Pertandingan nanti kemungkinan bukan hanya sepihak seperti yang sering dimainkan Arema di kandang. Kami boleh menguasai pertandingan, tapi harus tetap ingat kemungkinan kejutan dari lawan," urai Suharno.
Konsentrasi di pertahanan memang perlu ditekankan. Sebab, Singo Edan selama ini sering mempertontonkan strategi superofensif di kandang, hingga pemain bertahan macam Benny Wahyudi,
Johan Alfarizi dan Thierry Gathuessy kerap naik dan terlambat turun.
Sedangkan untuk posisi depan, Arema bisa percaya diri dalam beradu kecepatan. Stadion Kanjuruhan memiliki winger-striker seperti Beto Goncalves, Samsul Arif, Irsyad Maulana, Dendi Santoso, dan Sunarto. Mereka sangat beringas di kandang.
Sementara, untuk menstabilkan kondisi fisik pemain, pada Rabu (5/3) digelar ujioba kontra tim lokal PS UMM di Stadion Gajayana. Uji coba ini sekaligus juga sebagai ajang simulasi strategi sebelum meladeni tantangan Hanoi T&T pada 11 Maret mendatang
Arema memang memiliki rekor memukau di kandang sendiri. Sepanjang pramusim maupun Indonesia Super League (ISL), Singo Edan belum terkalahkan tahun ini. Rekor gol juga mendekati sempurna di kompetisi domestik karena hanya kemasukan satu gol dari tiga laga.
Tapi Hanoi T&T bukanlah tim semenjana. Peraih gelar Liga Vietnam dua kali tersebut tengah bersemangat mempertahankan posisi di puncak klasemen Grup F. Menang atas Maziya 5-1 di laga perdana menunjukkan tim juara Liga Vietnam 2013 ini memiliki potensi menjadi ancaman serius.
Dari pengamatan staf pelatih Arema Cronus melalui rekaman video maupun situs Youtube, Hanoi T&T adalah tim yang agresif. Nyaris sama dengam Arema, mereka mendewakan kecepatan dalam menyerang dengan komposisi pemain yang cukup baik.
"Tim ini (Hanoi) bukan tim sembarangan. Saya sudah lihat bagaimana mereka bermain dan akan ada pertarungan ketat di Kanjuruhan nanti. Sama halnya seperti Arema, mereka terlihat tidak gentar ketika bertanding di kandang lawan," beber Pelatih Arema Suharno.
Tim yang bermarkas di Hang Day Stadium biasanya memakai formasi 4-3-3 dengan memasang tiga pemain berkecepatan tinggi di depan. Ada dua winger atau striker sayap tim nasional Vietnam, yakni Nguyen Van Quyet dan Pham Tanh Luong.
Keduanya mengapit striker Samson Kayode, pemain naturalisasi Vietnam kelahiran Nigeria. Dari tiga pemain itu saja sudah bisa diambil kesimpulan bahwa tuan rumah harus mempersiapkan segala lini, termasuk pertahanan untuk mengantisipasi kejutan lawan.
"Semuanya saya persiapkan dengan baik. Pertandingan nanti kemungkinan bukan hanya sepihak seperti yang sering dimainkan Arema di kandang. Kami boleh menguasai pertandingan, tapi harus tetap ingat kemungkinan kejutan dari lawan," urai Suharno.
Konsentrasi di pertahanan memang perlu ditekankan. Sebab, Singo Edan selama ini sering mempertontonkan strategi superofensif di kandang, hingga pemain bertahan macam Benny Wahyudi,
Johan Alfarizi dan Thierry Gathuessy kerap naik dan terlambat turun.
Sedangkan untuk posisi depan, Arema bisa percaya diri dalam beradu kecepatan. Stadion Kanjuruhan memiliki winger-striker seperti Beto Goncalves, Samsul Arif, Irsyad Maulana, Dendi Santoso, dan Sunarto. Mereka sangat beringas di kandang.
Sementara, untuk menstabilkan kondisi fisik pemain, pada Rabu (5/3) digelar ujioba kontra tim lokal PS UMM di Stadion Gajayana. Uji coba ini sekaligus juga sebagai ajang simulasi strategi sebelum meladeni tantangan Hanoi T&T pada 11 Maret mendatang
(aww)