Lulus uji mental
Sabtu, 22 Maret 2014 - 13:16 WIB
Lulus uji mental
A
A
A
Sindonews.com -- Kekalahan biasanya berefek kurang bagus terhadap performa sebuah tim karena menurunnya kepercayaan diri. Tapi situasi tersebut tak berlaku bagi Arema Cronus setelah membuktikan mereka lulus uji mental di kandang Maziya S&RC dengan kemenangan 1-3.
Padahal di pertandingan sebelumnya tim berjuluk Singo Edan tersungkur di kandang sendiri Stadion Kanjuruhan. Rekor tak terkalahkan dalam 29 laga akhirnya runtuh di kaki Hanoi T&T dengan skor 1-3 pada laga kedua AFC Cup. Kekalahan yang sempat menjadi pukulan berat bagi Arema.
Manajemen melontarkan pujian dengan respons positif yang ditunjukkan Ahmad Bustomi dkk di National Stadium, Maladewa. Hasil itu dianggap sebagai bukti penampilan Singo Edan tidak antiklimaks dan masih memiliki mental tebal dalam menghadapi persaingan.
"Pemain Arema memiliki mental bagus. Mereka tahu memiliki kualitas dan bisa bangkit setelah sebelumnya dikecewakan kekalahan di kandang. Saya berharap ini bisa menjadi bekal bagus untuk pertandingan berikutnya," tutur CEO Arema Cronus Iwan Budianto.
Iwan tak menampik permainan di level AFC Cup bisa berpengaruh pada persaingan di kompetisi domestik. Jika mampu melanjutkan kemenangan dan lolos dari Grup F, dirinya sangat yakin tim asuhan Suharno bakal lebih mapan di Indonesia Super League (ISL).
Tim yang dibentuk pada 1987 sejauh ini masih belum pernah kehilangan poin di kompetisi domestik. Memainkan lima laga, Arema meraup angka sempurna yakni 15 angka dan menjadi satu-satunya tim ISL yang menuai hasil sempurna sejauh ini.
Pelatih Arema Suharno mengamini timnya memiliki konfidensi tinggi dalam segala situasi. Dia selalu mengingatkan timnya bahwa akan ada fase sulit dalam setiap kompetisi. Pelatih bertubuh subur ini senang dengan reaksi timnya setelah menerima kekalahan.
"Satu hal yang membuat saya gembira, tim ini tidak hilang semangat walau kecewa karena kalah. Malah sebaliknya, para pemain lebih fokus dan termotivasi untuk kembali ke hasil positif. Semoga pemain bisa seterusnya memberikan respons seperti ini," ungkapnya.
Diakui Suharno, situasi jelang laga lawan Maziya tidaklah semudah yang dibayangkan. Membawa hasil negatif setelah kalah 1-3 dari Hanoi T&T, Arema dituntut bangkit di kandang lawan. Hasilnya mengejutkan karena mampu memetik kemenangan 1-3.
Tak heran jika Suharno menginginkan respons seperti ini akan terus muncul jika suatu saat Arema kembali menghadapi fase kurang menguntungkan. Sebab kompetisi masih sangat panjang dan segala kemungkinan masih bisa terjadi, baik di level AFC Cup maupun ISL.
"Pemain sudah tahu bagaimana memberikan reaksi terhadap kekalahan. Saya semakin yakin mental pemain sudah siap menghadapi berbagai kemungkinan," tandasnya. Laga terdekat Arema adalah menjamu Maziya di Stadion Kanjuruhan, 1 April mendatang.
Padahal di pertandingan sebelumnya tim berjuluk Singo Edan tersungkur di kandang sendiri Stadion Kanjuruhan. Rekor tak terkalahkan dalam 29 laga akhirnya runtuh di kaki Hanoi T&T dengan skor 1-3 pada laga kedua AFC Cup. Kekalahan yang sempat menjadi pukulan berat bagi Arema.
Manajemen melontarkan pujian dengan respons positif yang ditunjukkan Ahmad Bustomi dkk di National Stadium, Maladewa. Hasil itu dianggap sebagai bukti penampilan Singo Edan tidak antiklimaks dan masih memiliki mental tebal dalam menghadapi persaingan.
"Pemain Arema memiliki mental bagus. Mereka tahu memiliki kualitas dan bisa bangkit setelah sebelumnya dikecewakan kekalahan di kandang. Saya berharap ini bisa menjadi bekal bagus untuk pertandingan berikutnya," tutur CEO Arema Cronus Iwan Budianto.
Iwan tak menampik permainan di level AFC Cup bisa berpengaruh pada persaingan di kompetisi domestik. Jika mampu melanjutkan kemenangan dan lolos dari Grup F, dirinya sangat yakin tim asuhan Suharno bakal lebih mapan di Indonesia Super League (ISL).
Tim yang dibentuk pada 1987 sejauh ini masih belum pernah kehilangan poin di kompetisi domestik. Memainkan lima laga, Arema meraup angka sempurna yakni 15 angka dan menjadi satu-satunya tim ISL yang menuai hasil sempurna sejauh ini.
Pelatih Arema Suharno mengamini timnya memiliki konfidensi tinggi dalam segala situasi. Dia selalu mengingatkan timnya bahwa akan ada fase sulit dalam setiap kompetisi. Pelatih bertubuh subur ini senang dengan reaksi timnya setelah menerima kekalahan.
"Satu hal yang membuat saya gembira, tim ini tidak hilang semangat walau kecewa karena kalah. Malah sebaliknya, para pemain lebih fokus dan termotivasi untuk kembali ke hasil positif. Semoga pemain bisa seterusnya memberikan respons seperti ini," ungkapnya.
Diakui Suharno, situasi jelang laga lawan Maziya tidaklah semudah yang dibayangkan. Membawa hasil negatif setelah kalah 1-3 dari Hanoi T&T, Arema dituntut bangkit di kandang lawan. Hasilnya mengejutkan karena mampu memetik kemenangan 1-3.
Tak heran jika Suharno menginginkan respons seperti ini akan terus muncul jika suatu saat Arema kembali menghadapi fase kurang menguntungkan. Sebab kompetisi masih sangat panjang dan segala kemungkinan masih bisa terjadi, baik di level AFC Cup maupun ISL.
"Pemain sudah tahu bagaimana memberikan reaksi terhadap kekalahan. Saya semakin yakin mental pemain sudah siap menghadapi berbagai kemungkinan," tandasnya. Laga terdekat Arema adalah menjamu Maziya di Stadion Kanjuruhan, 1 April mendatang.
(wbs)