Singo Edan mengejar rekor ISL
Selasa, 25 Maret 2014 - 15:25 WIB
Singo Edan mengejar rekor ISL
A
A
A
Sindonews.com - Arema Cronus memiliki statistik cukup meyakinkan musim ini, baik di kompetisi domestik (Indonesia Super League). Secara umum tidak ada yang pantas dikeluhkan Arema hingga saat ini jika bicara angka. Kecuali di level AFC Cup.
Di seluruh ajang, Arema menjadi tim dengan angka produktivitas tinggi, sekaligus tergolong irit kebobolan. Kemasukan tiga gol saat dikalahkan Hanoi T&T merupakan jumlah gol terbesar yang mereka telan. Selebihnya, maksimal Arema hanya kemasukan satu gol di semua laga.
Hanya saja di pentas Asia alias AFC Cup layak menjadi perhatian khusus. Sejauh ini Arema kemasukan lima gol dan mencetak lima gol. Artinya belum ada surplus gol meyakinkan dari Christian Gonzales dkk, mengingat rekor di ISL jauh lebih memukau.
Mengintip perolehan gol di ISL,Singo Edan membolongi jala lawan sebanyak 14 kali dan hanya sekali kemasukan dari lima pertandingan. Dari situ sudah jelas ada perbedaan signifikan antara kompetisi dalam negeri dengan level Asia.
Suharno menyadari timnya harus lebih meyakinkan di AFC Cup agar meniru statistik di ISL. Dirinya pun menargetkan tiga laga di fase grup ke depan, menjadi titik balik bagi Singo Edan untuk mencatat hasil yang lebih fantastis.
"Secara umum kami sebenarnya masih bagus di AFC Cup karena buktinya bisa mencetak gol tiap pertandingan. Hanya saja rekor kemasukan dan memasukkan tak sebaik di ISL. Itu yang menjadi tugas bagi kami untuk memperbaikinya," cetus Suharno, Pelatih Arema Cronus.
Diakuinya bobot lawan juga sangat memengaruhi karena kontestan AFC Cup adalah tim terpilih dari liga di negaranya masing-masing. Hanoi T&T misalnya, adalah jawara Liga Vietnam tahun lalu dan harus bermain di AFC Cup setelah gagal ke Liga Champion Asia.
Hanoi yang masih menjadi pemimpin klasemen Grup F, dikatakannya menjadi contoh bagaimana kekuatan di level AFC Cup. "Jadi kekuatan memang sangat berbeda dan ini membutuhkan kerja keras semua elemem di tim," lanjut Suharno.
Soal lawan berikutnya, yakni Maziya S&RC, pelatih asal Klaten ini tidak mau memandang enteng walau dipertemuan pertama lalu dimenangkan Arema 1-3. Walau Maziya kabarnya juga tidak komplit kekuatannya, dia meyakini laga bakal tidak mudah.
Apalagi skuad pujaan Aremania masih dalam bayang-bayang kekalahan di Stadion Kanjuruhan saat menjamu Hanoi T&T. Staf pelatih pun meminta agar pemain tetap rileks dan tidak canggung karena belum mendapat secuil angka pun di kandang sendiri di pentas AFC Cup.
Di seluruh ajang, Arema menjadi tim dengan angka produktivitas tinggi, sekaligus tergolong irit kebobolan. Kemasukan tiga gol saat dikalahkan Hanoi T&T merupakan jumlah gol terbesar yang mereka telan. Selebihnya, maksimal Arema hanya kemasukan satu gol di semua laga.
Hanya saja di pentas Asia alias AFC Cup layak menjadi perhatian khusus. Sejauh ini Arema kemasukan lima gol dan mencetak lima gol. Artinya belum ada surplus gol meyakinkan dari Christian Gonzales dkk, mengingat rekor di ISL jauh lebih memukau.
Mengintip perolehan gol di ISL,Singo Edan membolongi jala lawan sebanyak 14 kali dan hanya sekali kemasukan dari lima pertandingan. Dari situ sudah jelas ada perbedaan signifikan antara kompetisi dalam negeri dengan level Asia.
Suharno menyadari timnya harus lebih meyakinkan di AFC Cup agar meniru statistik di ISL. Dirinya pun menargetkan tiga laga di fase grup ke depan, menjadi titik balik bagi Singo Edan untuk mencatat hasil yang lebih fantastis.
"Secara umum kami sebenarnya masih bagus di AFC Cup karena buktinya bisa mencetak gol tiap pertandingan. Hanya saja rekor kemasukan dan memasukkan tak sebaik di ISL. Itu yang menjadi tugas bagi kami untuk memperbaikinya," cetus Suharno, Pelatih Arema Cronus.
Diakuinya bobot lawan juga sangat memengaruhi karena kontestan AFC Cup adalah tim terpilih dari liga di negaranya masing-masing. Hanoi T&T misalnya, adalah jawara Liga Vietnam tahun lalu dan harus bermain di AFC Cup setelah gagal ke Liga Champion Asia.
Hanoi yang masih menjadi pemimpin klasemen Grup F, dikatakannya menjadi contoh bagaimana kekuatan di level AFC Cup. "Jadi kekuatan memang sangat berbeda dan ini membutuhkan kerja keras semua elemem di tim," lanjut Suharno.
Soal lawan berikutnya, yakni Maziya S&RC, pelatih asal Klaten ini tidak mau memandang enteng walau dipertemuan pertama lalu dimenangkan Arema 1-3. Walau Maziya kabarnya juga tidak komplit kekuatannya, dia meyakini laga bakal tidak mudah.
Apalagi skuad pujaan Aremania masih dalam bayang-bayang kekalahan di Stadion Kanjuruhan saat menjamu Hanoi T&T. Staf pelatih pun meminta agar pemain tetap rileks dan tidak canggung karena belum mendapat secuil angka pun di kandang sendiri di pentas AFC Cup.
(aww)